Melola Discovery

← Melola Discovery

Prosiding

KARAKTERISTIK RUMAH TINGGAL BANUA TADA SULAA BAUBAUPASCA REKLAMASI DAN PENETAPAN SEBAGAI KAMPUNG TENUN WARNA WARNI

Seminar Nasional Teknologi Terapan Berbasis Kearifan Lokal · Vol. 2 No. 1 (2021)

Published
2021-02-20
Publisher
Seminar Nasional Teknologi Terapan Berbasis Kearifan Lokal
Language
eng

Abstract

ABSTRAKRumah tinggal masyarakat Sulaa sebagian besar masih berbentuk bangunan panggung dengan ciriarsitektur Banuatada Buton. Sejak Kampung Topa/Sulaa dihuni oleh dua kelompok keluarga (La OdeMurdin dan La Bawea) rumah hunian mereka berbentuk panggung dengan struktur bangunanmenggunakan material kayu dengan pertimbangan kondisi iklim dan lingkungan. Dari 301 unit rumahyang ada saat ini, terdapat 165 unit rumah berbentuk panggung banuatada. Selebihnya merupakanbangunan rumah non panggung dan kombinasi keduanya. Upaya mempertahankan bangunan rumahpanggung banuatada adalah wujud nilai kearifan lokal masyarakat terhadap artefak budaya Buton diSulaa. Disisi lain, terjadi proses transformasi bentuk dan struktur bangunan seiring dengan perkembanganpermukiman Sulaa dan penetapan sebagai kampung tenun warna warni.Tulisan ini bertujuan untukmenunjukkan beberapa hal yang berkaitan dengan karakteristik bangunan rumah tinggal banuatada Butondi Sulaa pasca reklamsi pantai dan penetapan Sulaa sebagai kampung tenun warna warni. Penelitian inimenggunakan pendekatan fenomenologi dengan analisis induktif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwafaktor yang menyebabkan perubahan karakteristik bangunan rumah tinggal banuatada Buton di Sulaa,antara lain: [1] adanya pergeseran persepsi beberapa warga masyarakat Sulaa terhadap eksistensi rumahtinggal banutada, [2] reklamasi pantai dan [3] penetapan Kawasan permukiman pesisir Sulaa sebagaikampung tenun warna warni oleh pemerintah daerah Kota Baubau untuk mendukung Kawasan Sulaasebagai destinasi wisata budaya dan bahari di Kota Baubau.Kata kunci: karakteristik, banuatada, kampung tenun, sulaa

Collaboration network of the authors

40 authors · 92 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
M Arzal TahirAffiliation unknown12
Weko Indira Romanti AuliaAffiliation unknown10
Muhammad Zakaria UmarAffiliation unknown5
Aspin AspinAffiliation unknown3
SITTI ROSYIDAHAffiliation unknown2
Muhammad ArsyadUniversitas Halu Oleo2
Weko Indira Romanti AuliaAffiliation unknown2
Annas MarufAffiliation unknown2
Akbar MusibarAffiliation unknown2
ARIFIN ARIFINAffiliation unknown2
La Ode Abdul SyukurAffiliation unknown2
Try Sugiyarto SoeparyantoUniversitas Halu Oleo1
Putri RamadhaniUniversitas Halu Oleo1
Asrullah TondasiUniversitas Halu Oleo1
Albert Rokky PalulunganUniversitas Halu Oleo1
La Ode Muhamad Nurrakhmad ArsyadUniversitas Halu Oleo1
Dede AgustinaAffiliation unknown1
Abdi Juryan LadiantoUniversitas Halu Oleo1
Weko Indira RomantiauliaAffiliation unknown1
Ainussalbi Al IkhsanAffiliation unknown1
santi santiAffiliation unknown1
Hapsarianty HapsariantyAffiliation unknown1
Nuzul Iqra MuhammadAffiliation unknown1
Kartika Damayanti NurAffiliation unknown1
Asri Andrias Herman BAffiliation unknown1
Rony RonyAffiliation unknown1
Satria WibowoAffiliation unknown1
Usman RianseAffiliation unknown1
Tufaila HemonAffiliation unknown1
Dewi Nurhayati YusufUniversitas Halu Oleo1
Sitti AstijaAffiliation unknown1
Fajar SarananiAffiliation unknown1
Iswandi AkbarAffiliation unknown1
La HasanuddinAffiliation unknown1
Agustinus LolokAffiliation unknown1
Ridway BalakaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/snt2bkl/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KARAKTERISTIK RUMAH TINGGAL BANUA TADA SULAA BAUBAUPASCA REKLAMASI DAN PENETAPAN SEBAGAI   KAMPUNG TENUN WARNA WARNI</dc:title>
	<dc:creator>Kadir, Ishak</dc:creator>
	<dc:creator>Ma’ruf, Annas</dc:creator>
	<dc:creator>Hasan, La Ode Amrul</dc:creator>
	<dc:creator>Said, Burhan</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKRumah tinggal masyarakat Sulaa sebagian besar masih berbentuk bangunan panggung dengan ciriarsitektur Banuatada Buton. Sejak Kampung Topa/Sulaa dihuni oleh dua kelompok keluarga (La OdeMurdin dan La Bawea) rumah hunian mereka berbentuk panggung dengan struktur bangunanmenggunakan material kayu dengan pertimbangan kondisi iklim dan lingkungan. Dari 301 unit rumahyang ada saat ini, terdapat 165 unit rumah berbentuk panggung banuatada. Selebihnya merupakanbangunan rumah non panggung dan kombinasi keduanya. Upaya mempertahankan bangunan rumahpanggung banuatada adalah wujud nilai kearifan lokal masyarakat terhadap artefak budaya Buton diSulaa. Disisi lain, terjadi proses transformasi bentuk dan struktur bangunan seiring dengan perkembanganpermukiman Sulaa dan penetapan sebagai kampung tenun warna warni.Tulisan ini bertujuan untukmenunjukkan beberapa hal yang berkaitan dengan karakteristik bangunan rumah tinggal banuatada Butondi Sulaa pasca reklamsi pantai dan penetapan Sulaa sebagai kampung tenun warna warni. Penelitian inimenggunakan pendekatan fenomenologi dengan analisis induktif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwafaktor yang menyebabkan perubahan karakteristik bangunan rumah tinggal banuatada Buton di Sulaa,antara lain: [1] adanya pergeseran persepsi beberapa warga masyarakat Sulaa terhadap eksistensi rumahtinggal banutada, [2] reklamasi pantai dan [3] penetapan Kawasan permukiman pesisir Sulaa sebagaikampung tenun warna warni oleh pemerintah daerah Kota Baubau untuk mendukung Kawasan Sulaasebagai destinasi wisata budaya dan bahari di Kota Baubau.Kata kunci: karakteristik, banuatada, kampung tenun, sulaa </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Seminar Nasional Teknologi Terapan Berbasis Kearifan Lokal</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-02-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/snt2bkl/article/view/9761</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Seminar Nasional Teknologi Terapan Berbasis Kearifan Lokal; Vol 2, No 1 (2019): Seminar Nasionar Teknologi Terapan Inovasi dan Rekayasa Teknologi</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/snt2bkl/article/view/9761/7043</dc:relation>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/snt2bkl/article/downloadSuppFile/9761/849</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Seminar Nasional Teknologi Terapan Berbasis Kearifan Lokal</dc:rights>
</oai_dc:dc>