Melola Discovery

← Melola Discovery

Prosiding

IDENTIFIKASI KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN RTH SERTA PENGARUHNYA TERHADAP LAND SURFACE TEMPERATURE KOTA KENDARI

Seminar Nasional Teknologi Terapan Berbasis Kearifan Lokal · Vol. 1 No. 1 (2018)

Published
2018-12-27
Publisher
Seminar Nasional Teknologi Terapan Berbasis Kearifan Lokal
Language
eng

Abstract

ABSTRAKSSalah satu masalah perkotaan adalah gejala UHI atau pulau panas perkotaan. Kondisi ini ditandai denganmeningkatnya suhu udara perkotaan dibandingkan daerah pinggiran sekitarnya. Hal ini dipicu oleh perubahanfungsi lahan dari area hijau menjadi area terbangun. Fungsi lahan sebagai area hijau di Kota Kendari tercatatseluas 8.732,1 Ha, atau 32,54% dari luas wilayah Kota Kendari. Luas area hijau yang tergolong RTH (RuangTerbuka Hijau) publik non permukiman mencapai 4.863,65 Ha atau 18,13% dari luas wilayah Kota Kendari.Berdasarkan analisis LST (Land Surface Temperature) citra Landsat 8 tahun 2014, temperatur rata-rata KotaKendari mencapai 30,81oC, dengan suhu tertinggi berada pada wilayah Kecamatan Kadia, yakni suhu rata-rata34,05 oC; minimum 28,65 oC; dan maksimum 39,94 oC. Salah satu penyebab tingginya suhu udara di kecamatantersebut karena minimnya daerah yang bervegetasi. Berdasarkan analisa kondisi aktual RTH, kebutuhan RTH baikberdasarkan luas wilayah, jumlah penduduk dan kebutuhan oksigen, Kecamatan Kadia memiliki luas RTH palingsedikit dibandingkan kecamatan lainnya di Kota Kendari, luasannya jauh dibawah kebutuhan RTH yangseharusnya.Kata Kunci: vegetasi, ruang terbuka hijau, land surface temperature, kebutuhan RTH

Collaboration network of the authors

40 authors · 81 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Dodi Priyatmo SilondaeAffiliation unknown8
Alber Tigor ArifyantoAffiliation unknown6
Sitti Mikarna KaimuddinAffiliation unknown6
Abas RudinAffiliation unknown5
Citra MarhanUniversitas Halu Oleo5
Sudarmi Suud BinasarAffiliation unknown4
Yuliastri Ambar PambudhiUniversitas Halu Oleo4
Ida Sriwaty SunarjoAffiliation unknown3
Eva HerikUniversitas Halu Oleo3
Nur NafsiAffiliation unknown2
Siti BelindaAffiliation unknown2
Wa Ode SuarniAffiliation unknown2
Annas Ma’rufAffiliation unknown2
ASRI ANDRIASAffiliation unknown1
Arief Saleh SjamsuAffiliation unknown1
Apuddin Daeng AmirAffiliation unknown1
Siti Belinda AmriAffiliation unknown1
santi santiAffiliation unknown1
Kurniati OrnamUniversitas Halu Oleo1
Masykur KimsanAffiliation unknown1
Santi SantiAffiliation unknown1
Siti BellindaAffiliation unknown1
Haryudin HaryudinAffiliation unknown1
Bambang PramonoUniversitas Halu Oleo1
Isnawaty IsnawatyAffiliation unknown1
Muh YaminUniversitas Halu Oleo1
ARMAN FASLIHAffiliation unknown1
Jurais JuraisAffiliation unknown1
Maco MacoAffiliation unknown1
Ryan Adi PutraAffiliation unknown1
Asmin AsminAffiliation unknown1
Agus Sang FatrioAffiliation unknown1
Wa Ode SumsahidanAffiliation unknown1
Dani DaniAffiliation unknown1
Juita JuitaAffiliation unknown1
La Ode Alibin Rilangit SaputraAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/snt2bkl/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">IDENTIFIKASI KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN RTH SERTA PENGARUHNYA TERHADAP LAND SURFACE TEMPERATURE KOTA KENDARI</dc:title>
	<dc:creator>Santi, Santi</dc:creator>
	<dc:creator>Amri, Siti Bellinda</dc:creator>
	<dc:creator>Aspin, Aspin</dc:creator>
	<dc:creator>Amsyar, Syafrianto</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKSSalah satu masalah perkotaan adalah gejala UHI atau pulau panas perkotaan. Kondisi ini ditandai denganmeningkatnya suhu udara perkotaan dibandingkan daerah pinggiran sekitarnya. Hal ini dipicu oleh perubahanfungsi lahan dari area hijau menjadi area terbangun. Fungsi lahan sebagai area hijau di Kota Kendari tercatatseluas 8.732,1 Ha, atau 32,54% dari luas wilayah Kota Kendari. Luas area hijau yang tergolong RTH (RuangTerbuka Hijau) publik non permukiman mencapai 4.863,65 Ha atau 18,13% dari luas wilayah Kota Kendari.Berdasarkan analisis LST (Land Surface Temperature) citra Landsat 8 tahun 2014, temperatur rata-rata KotaKendari mencapai 30,81oC, dengan suhu tertinggi berada pada wilayah Kecamatan Kadia, yakni suhu rata-rata34,05 oC; minimum 28,65 oC; dan maksimum 39,94 oC. Salah satu penyebab tingginya suhu udara di kecamatantersebut karena minimnya daerah yang bervegetasi. Berdasarkan analisa kondisi aktual RTH, kebutuhan RTH baikberdasarkan luas wilayah, jumlah penduduk dan kebutuhan oksigen, Kecamatan Kadia memiliki luas RTH palingsedikit dibandingkan kecamatan lainnya di Kota Kendari, luasannya jauh dibawah kebutuhan RTH yangseharusnya.Kata Kunci: vegetasi, ruang terbuka hijau, land surface temperature, kebutuhan RTH </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Seminar Nasional Teknologi Terapan Berbasis Kearifan Lokal</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/snt2bkl/article/view/5266</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Seminar Nasional Teknologi Terapan Berbasis Kearifan Lokal; Vol 1, No 1 (2018): Seminar Nasional Teknologi Terapan Berbasis Kearifan Lokal (SNT2BKL)</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/snt2bkl/article/view/5266/3925</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Seminar Nasional Teknologi Terapan Berbasis Kearifan Lokal</dc:rights>
</oai_dc:dc>