Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

STUDI KINERJA ARRESTER AKIBAT SAMBARAN PETIR PADA SISTEM DISTRIBUSI TEGANGAN MENENGAH 20 KV DI FEEDER AMBEIPUA MENGGUNAKAN ATP

Jurnal Fokus Elektroda : Energi Listrik, Telekomunikasi, Komputer, Elektronika dan Kendali) · Vol. 7 No. 2 (2022) · pp. 141–146

DOI
10.33772/jfe.v7i2.27433
ISSN
2502-5562
Published
2022-05-30
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

Dalam studi ini digunakan dua model arrester dari pabrikan yang berbeda untuk mengetahui arrester yang lebih efisien untuk digunakan pada jaringan distribusi dan simulasi menggunakan software ATP (Alternative Transient Program). Pada simulasi ini digunakan arus impuls petir 20 kA dengan bentuk gelombang 8/20 μs dan lokasi sambarannya terjadi diarea percabangan yang tersambar diphasa A. Analisis dilakukan dengan membandingkan antara sebelum menggunakan arrester dengan setelah menggunakan arrester Ohio Brass dan CG Power Sistem dengan menggunakan model Pincenti-Giannettoni. Dari hasil simulasi sambaran petir langsung sebelum menggunakan arrester di dapatkan tegangan terendah 1,3 MV hingga nilai yang tertinggi 5,3 MV. Setelah menggunakan arrester Ohio Brass lonjakan tegangan akibat sambaran petir mencapai nilai terendah 21,320 kV dan nilai tertinggi 2149,3 kV. Kemudian setelah menggunakan arrester CG Power Sistem tegangan terendah mencapai 28,069 kV dan nilai tertinggi mencapai 2149,5 kV.

Keywords

Collaboration network of the authors

39 authors · 124 co-authorship links · 2 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta
  • Universitas Syiah Kuala
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Sahabuddin HayUniversitas Halu Oleo4
Bunyamin BunyaminAffiliation unknown4
Mansur MansurAffiliation unknown3
Abdul DjoharAffiliation unknown3
Gamal Abdul NasserAffiliation unknown2
Baharudin BaharudinAffiliation unknown2
Tambi TambiAffiliation unknown2
Mukhsar MukhsarAffiliation unknown1
Sitti Wirdhana AhmadAffiliation unknown1
Rudi WijayaAffiliation unknown1
Wardi WardiAffiliation unknown1
Agustinus LolokAffiliation unknown1
Muhammad Nadzirin Anshari NurAffiliation unknown1
Jovi Jus DicaprioAffiliation unknown1
Rahmad ImranAffiliation unknown1
Nurul HusnaAffiliation unknown1
Wa Ode ZulkaidahAffiliation unknown1
Rahman RahmanAffiliation unknown1
Indrayati GaluguAffiliation unknown1
Laode Rausyanul FikriAffiliation unknown1
Achmad Nur AliansyahAffiliation unknown1
Surya AdityaAffiliation unknown1
Adurahim AdurahimAffiliation unknown1
Ramadhan TosepuUniversitas Halu Oleo1
Statiswaty StatiswatyUniversitas Halu Oleo1
Muh Nadzirin Anshari NurAffiliation unknown1
Gamal A NasserAffiliation unknown1
Alimin AliminSyarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta1
Sukmawati AbdullahAffiliation unknown1
Sarawa MammaUniversitas Halu Oleo1
Muhammad HasbiUniversitas Syiah Kuala1
Al Ichlas ImranAffiliation unknown1
Abdul joharAffiliation unknown1
Muh. YusufUniversitas Halu Oleo1
Makmur KambolongUniversitas Halu Oleo1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JFE/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">STUDI KINERJA ARRESTER AKIBAT SAMBARAN PETIR PADA SISTEM DISTRIBUSI TEGANGAN MENENGAH 20 KV DI FEEDER AMBEIPUA MENGGUNAKAN ATP</dc:title>
	<dc:creator>Jie, Samuel</dc:creator>
	<dc:creator>Sarjun, Sarjun</dc:creator>
	<dc:creator>Mustamin, Mustamin</dc:creator>
	<dc:creator>Koedoes, Yuni Aryani</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Arrester, Feeder Ambeipua, Surge Petir, Alternative Transient Program (ATP).</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dalam studi ini digunakan dua model arrester dari pabrikan yang berbeda untuk mengetahui arrester yang lebih efisien untuk digunakan pada jaringan distribusi dan simulasi menggunakan software ATP (Alternative Transient Program). Pada simulasi ini digunakan arus impuls petir 20 kA dengan bentuk gelombang 8/20 μs dan lokasi sambarannya terjadi diarea percabangan yang tersambar diphasa A. Analisis dilakukan dengan membandingkan antara sebelum menggunakan arrester dengan setelah menggunakan arrester Ohio Brass dan CG Power Sistem dengan menggunakan model Pincenti-Giannettoni. Dari hasil simulasi sambaran petir langsung sebelum menggunakan arrester di dapatkan tegangan terendah 1,3 MV hingga nilai yang tertinggi 5,3 MV. Setelah menggunakan arrester Ohio Brass lonjakan tegangan akibat sambaran petir mencapai nilai terendah 21,320 kV dan nilai tertinggi 2149,3 kV. Kemudian setelah menggunakan arrester CG Power Sistem tegangan terendah mencapai 28,069 kV dan nilai tertinggi mencapai 2149,5 kV. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JFE/article/view/27433</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jfe.v7i2.27433</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Fokus Elektroda : Energi Listrik, Telekomunikasi, Komputer, Elektronika dan Kendali); Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Elektroda Vol 7 No 2; 141-146</dc:source>
	<dc:source>2502-5562</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jfe.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JFE/article/view/27433/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Samuel Jie, Sarjun Sarjun, Mustamin Mustamin, Yuni Aryani Koedoes</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>