Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Pengujian Korona Dan Pemantauan titik Hotspot Di Lightning Arrester Pada Gardu Induk Rengasdengklok Karawang

Jurnal Fokus Elektroda : Energi Listrik, Telekomunikasi, Komputer, Elektronika dan Kendali) · Vol. 6 No. 2 (2021) · pp. 84–87

DOI
10.33772/jfe.v6i2.17585
ISSN
2502-5562
Published
2021-06-30
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

peran gardu induk sangat vital terhadap keberlangsungan pengoperasian sistem kelistrikan pt. PLN (persero), gardu induk merupakan sub sistem dari sistem penyaluran dan transmisi tenaga listrik, sebagai suatu sub sistem, peranan gardu induk tidak bisa dipisahkan dari sistem penyaluran dan transmisi. korona adalah partial discharge yang bersinar dari konduktor dan isolator, karena ionisasi dari udara, ketika medan listrik melewati batas kritis. Atas dasar tersebut maka dilaksanakanlah pengukuran thermovisi dan korona pada Lightning arrester yang bertujuan untuk mengetahui kondisi terkini peralatan dan jika terdapat ketidaksesuaian dalam peralatan maka dapat segera di tindaklanjuti guna meminimalisir terjadinya gangguan yang meluas sehingga kehandalan pasokan listrik tetap terjaga. Penelitian ini diawali dengam mengecek kondisi Lighting Arrester pada bagian konektor yang bertegangan, juga kondisi arrester di sekitar flange dan kompartemen menggunakan alat pendeteksi korona. Dan juga pengukuran thermovisi dengan cara ditembakkan pada Lighting Arrester sehingga bisa terlihat titik panas yang menindikasikan adanya anomali peralatan sehingga didapatkan hasil peristiwa korona tidak dapat terlihat saat pagi atau siang hari dengan visible camera, akan tetapi masih bisa terlihat ketika menggunakan uv camera atau kombinasi kamera,pada hasil pengukuran thermovisi pada lighting arrester, ada 3 hotspot yang memerlukan perbaikan segera,Faktor yang mempengaruhi korona ada 3 yaitu: Tekanan udara, kelembapan, suhu.Kata kunci — Korona, Lighting Arrester, Thermovisi, Hotspot

Collaboration network of the authors

25 authors · 61 co-authorship links · 4 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Politeknik Negeri Cilacap
  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Linda Perdana WantiAffiliation unknown1
Nur Wachid Adi PrasetyaAffiliation unknown1
Zahrun NafisaAffiliation unknown1
Muhammad RamadaniAffiliation unknown1
Linda Perdana WantiPoliteknik Negeri Cilacap1
Nur Wachid Adi PrasetyaPoliteknik Negeri Cilacap1
Zahrun NafisaPoliteknik Negeri Cilacap1
Muhammad RamadaniPoliteknik Negeri Cilacap1
Nur Isiyana WiantiAffiliation unknown1
La NalefoAffiliation unknown1
Bayu AgustiraAffiliation unknown1
Lela NurpulaelaAffiliation unknown1
Mardiana MardianaAffiliation unknown1
Nimrah Rahmayanti YusufAffiliation unknown1
Isra DjabbarAffiliation unknown1
Hamdan HasUniversitas Halu Oleo1
Rusli BadaruddinUniversitas Halu Oleo1
Asma Bio KimestriUniversitas Halu Oleo1
Hartati BaharUniversitas Halu Oleo1
CECE SURIANI ISMAILAffiliation unknown1
Rini RachmawatyAffiliation unknown1
llkafah llkafahAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JFE/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengujian Korona Dan Pemantauan titik Hotspot Di Lightning Arrester Pada Gardu Induk Rengasdengklok Karawang</dc:title>
	<dc:creator>Pebrian, Riangga Aditya</dc:creator>
	<dc:creator>Hidayat, Rahmat</dc:creator>
	<dc:creator>Ramadhan, Maulana Yusuf</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">peran gardu induk sangat vital terhadap keberlangsungan pengoperasian sistem kelistrikan pt. PLN (persero), gardu induk merupakan sub sistem dari sistem penyaluran dan transmisi tenaga listrik, sebagai suatu sub sistem, peranan gardu induk tidak bisa dipisahkan dari sistem penyaluran dan transmisi. korona adalah partial discharge yang bersinar dari konduktor dan isolator, karena ionisasi dari udara, ketika medan listrik melewati batas kritis. Atas dasar tersebut maka dilaksanakanlah pengukuran thermovisi dan korona pada Lightning arrester yang bertujuan untuk mengetahui kondisi terkini peralatan dan jika terdapat ketidaksesuaian dalam peralatan maka dapat segera di tindaklanjuti guna meminimalisir terjadinya gangguan yang meluas sehingga kehandalan pasokan listrik tetap terjaga. Penelitian ini diawali dengam mengecek kondisi  Lighting Arrester  pada bagian konektor yang bertegangan , juga kondisi arrester di sekitar flange dan kompartemen  menggunakan alat pendeteksi korona. Dan juga pengukuran thermovisi dengan cara ditembakkan pada Lighting Arrester sehingga bisa terlihat titik panas yang menindikasikan adanya anomali peralatan sehingga didapatkan hasil peristiwa korona tidak dapat terlihat saat pagi atau siang hari dengan visible camera, akan tetapi masih bisa terlihat ketika menggunakan uv camera atau kombinasi kamera,pada hasil pengukuran thermovisi pada lighting arrester , ada 3 hotspot yang memerlukan perbaikan segera,Faktor yang mempengaruhi korona ada 3 yaitu : Tekanan udara , kelembapan , suhu.Kata kunci — Korona, Lighting Arrester , Thermovisi, Hotspot</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JFE/article/view/17585</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jfe.v6i2.17585</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Fokus Elektroda : Energi Listrik, Telekomunikasi, Komputer, Elektronika dan Kendali); Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Elektroda Vol 6 No 2; 84-87</dc:source>
	<dc:source>2502-5562</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jfe.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JFE/article/view/17585/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Riangga Aditya Pebrian</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>