Jurnal
Hubungan Usia Lanjut dengan Perubahan Interval QTc Pada Pasien COVID-19 Yang Diterapi dengan Hydroxychloroquine Di RSUD Kota Kendari
MEDULA (JURNAL ILMIAH FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALU OLEO) · Vol. 9 No. 1 (2021)
- ISSN
- 2443-0218, 2339-1006
- Published
- 2021-12-29
- Publisher
- Halu Oleo University
- Language
- eng
Abstract
ABSTRAK Latar Belakang: Hydroxychloroquine adalah obat yang diduga dapat bermanfaat untuk terapi COVID-19. Obat ini diberikan pada berbagai jenis usia sesuai protokol penatalaksanaan COVID-19. Namun, obat ini dapat menghambat kanal kalium dan berpotensi memperpanjang interval QTc. Selain penggunaan hydroxychloroquine, usia juga merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan QTc karena proses penuaan yang dapat mengubah miokardium dengan peningkatan fibrosis miokard. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia lanjut dengan perubahan interval QTc pada pasien COVID-19 yang diterapi dengan hydroxychloroquine di RSUD Kota Kendari. Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Data dalam penelitian bersifat retrospektif, dengan melakukan observasi terhadap data sekunder berupa rekam medik di RSUD Kota Kendari pada bulan April sampai dengan bulan September tahun 2020. Sampel pada penelitian ini menggunakan Total Sampling. Data diolah menggunakan analisis uji t tidak berpasangan. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 106 subjek penelitian yang dibagimenjadi 2 kelompok usia yaitu 45 tahun sebanyak 32 orang (30,2%) dan ≤45 tahun sebanyak 74 orang (69,8%) sama-sama mendapat terapi hydroxychloroquine, didapatkan bahwa usia ≤45 tahunmemiliki median perubahan interval QTc sebesar 12,0 ms dan meningkat hampir dua kali lipat padausia 45 tahun sebesar 22,0 ms dengan menggunakan uji t tidak berpasangan diperoleh signifikansi p 0,001. Simpulan: Terdapat hubungan usia lanjut dengan perubahan interval QTc pada pasien COVID-19 yang diterapi dengan hydroxychloroquine di RSUD Kota Kendari.Kata Kunci: Usia COVID-19, Hydroxychloroquine, Interval QTc
Collaboration network of the authors
35 authors · 75 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Universitas Halu Oleo
- Universitas Muhammadiyah Kendari
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| La Sensu | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Deity Yuningsih | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Muhammad Sabaruddin Sinapoy | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Zida Maulina Aini | Affiliation unknown | 1 |
| M. Farchan Rezika W.R | Affiliation unknown | 1 |
| Indria Hafizah | Affiliation unknown | 1 |
| Juminten Saimin | Affiliation unknown | 1 |
| Satrio Wicaksono | Affiliation unknown | 1 |
| Ashaeryanto Ashaeryanto | Affiliation unknown | 1 |
| Amiruddin Eso | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Nur Jana | Affiliation unknown | 1 |
| Yenti Purnamasari | Affiliation unknown | 1 |
| Yessy Toding Mendaun | Affiliation unknown | 1 |
| Hittah Wahi Sudrajat | Affiliation unknown | 1 |
| La Ode Muhammad Sawaluddin | Affiliation unknown | 1 |
| Irawaty Irawaty | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Fercee Primula | Affiliation unknown | 1 |
| Tien Tien | Affiliation unknown | 1 |
| Pranita Aritrina | Affiliation unknown | 1 |
| Nina Indriyani Nasruddin | Affiliation unknown | 1 |
| Laode Kardin | Affiliation unknown | 1 |
| Wa Ode Sitti Musnina | Affiliation unknown | 1 |
| Yonelian Yuyun | Affiliation unknown | 1 |
| M. Sulaiman Zubair | Affiliation unknown | 1 |
| Ritha Pratiwi | Affiliation unknown | 1 |
| Budi Budi | Affiliation unknown | 1 |
| Darman Darman | Universitas Muhammadiyah Kendari | 1 |
| Irwan Gani | Affiliation unknown | 1 |
| Suyuti Suyuti | Affiliation unknown | 1 |
| Muh Jafar | Affiliation unknown | 1 |
| Musriady Musriady | Affiliation unknown | 1 |
| Ahmad Rif'an Khoirul Lisan | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.