Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Perbandingan Visual Analogue Scale antara Pemberian Analgetik Asam Mefenamat, Paracetamol dan Ibuprofen Peroral Sebelum Sirkumsisi

MEDULA (JURNAL ILMIAH FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALU OLEO) · Vol. 6 No. 3 (2019)

DOI
10.46496/medula.v6i3.9637
ISSN
2443-0218, 2339-1006
Published
2019-11-28
Publisher
Halu Oleo University
Language
eng

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Nyeri akibat operasi merupakan keadaan yang sangat dikuatirkan oleh pasien sebelum menjalani operasi. Warfield dan Kahn melaporkan 57% dari pasien yang akan dioperasi menaruh perhatian yang serius terhadap kekuatiran nyeri pasca operasi dan 80% dari mereka ternyata mengalami nyeri sedang sampai berat setelah operasi. Dalam sirkusmsisi analgesik yang biasa digunakan yaitu Asam Mefenamat, Paracetamol, dan Ibuprofen. Tujuan: Penelitian ini beetujuan untuk mengetahui perbandingan visual analogue scale (VAS) 1 jam setelah sirkumsisi (T1),2 jam setelah sirkumsisi (T2) dan 3 jam setelah sirkumsisi (T3) antara pasien dengan pemberian analgetik asam mefenamat, paracetamol, dan ibuprofen peroral pre sirkumsisi. Metode: Jenispenelitian ini termasuk penelitian quasi-experimental dengan model posttest design only yang dilakukan di wilayah Kec. Abuki. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 30 sampel, yang terdiri dari 10 sampel asam mefenamat, 10 sampel paracetamol, dan 10 sampel ibuprofen. Penelitan ini dianalisis menggunakan SPSS dengan uji kruskal-wallis. Hasil: Pada T1 menunjukan bahwa terdapat perbedaan rata – rata pada tiap kelompok pemberian obat. Asam mefenamat memiliki nilai rata - rata VAS 2,50, paracetamol 3.00 dan ibuprofen 2,30 dengan p-value 0,018. Pada T2 rata – rata VAS yaitu asam mefenamat 4,30, paracetamol 4,70 dan ibuprofen 4,10 dengan p-value 0,252. Pada T3 rata – rata VAS tiap kelempok obat yaitu, asam mefenamat 7,00, paracetamol 7,50, dan ibuprofen6,40 dengan p-value 0,003. Simpulan: Terdapat perbedaan rata-rata VAS pada T1, T2 dan T3, dengan kelompok terendah yaitu pada kelompok ibuprofen.Kata kunci: Asam mefenamat, Ibuprofen, Paracetamol, Sirkumsisi, Visual analogue scale.

Collaboration network of the authors

10 authors · 16 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
La Ode Muhammad WidodoAffiliation unknown1
Iis Ainu RahmaAffiliation unknown1
Mario Polo WidjayaAffiliation unknown1
Muhammad RustamAffiliation unknown1
Andi Noor KholidhaAffiliation unknown1
Nabila ShaddadAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/medula/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perbandingan Visual Analogue Scale antara Pemberian Analgetik Asam Mefenamat, Paracetamol dan Ibuprofen Peroral Sebelum Sirkumsisi</dc:title>
	<dc:creator>Ali, Agussalim</dc:creator>
	<dc:creator>Maulina, Zida</dc:creator>
	<dc:creator>Fath, Raja Al</dc:creator>
	<dc:creator>Asfar, Muh. Zainsa</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK Latar belakang: Nyeri akibat operasi merupakan  keadaan  yang sangat dikuatirkan oleh pasien sebelum menjalani operasi. Warfield  dan  Kahn melaporkan  57% dari pasien  yang  akan dioperasi menaruh perhatian yang serius terhadap kekuatiran nyeri pasca operasi dan 80% dari mereka ternyata mengalami nyeri sedang sampai berat setelah operasi. Dalam sirkusmsisi analgesik yang biasa digunakan yaitu Asam Mefenamat, Paracetamol, dan Ibuprofen. Tujuan: Penelitian ini beetujuan untuk mengetahui perbandingan visual analogue scale (VAS) 1 jam setelah sirkumsisi (T1),2 jam setelah sirkumsisi (T2) dan 3 jam setelah sirkumsisi (T3) antara pasien dengan pemberian analgetik  asam  mefenamat,  paracetamol,  dan  ibuprofen  peroral  pre  sirkumsisi.  Metode:  Jenispenelitian  ini  termasuk  penelitian  quasi-experimental  dengan  model     posttest  design  only  yang dilakukan di wilayah Kec. Abuki. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 30 sampel, yang terdiri dari 10 sampel asam mefenamat, 10 sampel paracetamol, dan 10 sampel ibuprofen. Penelitan ini dianalisis menggunakan SPSS dengan uji kruskal-wallis. Hasil: Pada T1 menunjukan bahwa terdapat perbedaan rata – rata pada tiap kelompok pemberian obat. Asam mefenamat memiliki nilai rata - rata VAS 2,50, paracetamol 3.00 dan ibuprofen 2,30 dengan p-value 0,018. Pada T2 rata – rata VAS yaitu asam mefenamat 4,30, paracetamol 4,70 dan ibuprofen 4,10 dengan p-value 0,252. Pada T3 rata – rata VAS tiap kelempok obat yaitu, asam mefenamat 7,00, paracetamol 7,50, dan ibuprofen6,40 dengan p-value 0,003. Simpulan: Terdapat perbedaan rata-rata VAS pada T1, T2 dan T3, dengan kelompok terendah yaitu pada kelompok ibuprofen.Kata kunci : Asam mefenamat, Ibuprofen, Paracetamol, Sirkumsisi, Visual analogue scale.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Halu Oleo University</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-11-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/medula/article/view/9637</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.46496/medula.v6i3.9637</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">MEDULA (JURNAL ILMIAH FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALU OLEO); Vol 6, No 3 (2019): Edisi Suplemen</dc:source>
	<dc:source>2443-0218</dc:source>
	<dc:source>2339-1006</dc:source>
	<dc:source>10.46496/medula.v6i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/medula/article/view/9637/6847</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 MEDULA</dc:rights>
</oai_dc:dc>