Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

EFEKTIVITAS UJI DAYA BUNUH EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica Papaya L.) dan DAUN SIRIH (Piper Betle L.) TERHADAP LARVA NYAMUK ANOPHELES PUNCTULATUS DI KOTA SORONG

Preventif Journal · Vol. 3 No. 2 (2019)

DOI
10.37887/epj.v3i2.6237
ISSN
2620-3294, 2540-8283
Published
2019-04-18
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Malaria adalah suatu penyakit yang ditularkan oleh nyamuk (mosquito borne diseases). Malaria diinfeksikan olehparasit bersel satu dari kelas Sporozoa, genus Haemosporida, keluarga Plasmodium. Propinsi Papua dan PapuaBarat menempati urutan tertinggi sebagai penyumbang kasus malaria terbanyak di Indonesia. Pada 2009 silamangka penderita malaria menunjukkan 112 per 1000 positif malaria dan sejak 2015 kasus malaria berhasil turunmenjadi 2,4 per 1000 penduduk. Salah satu upaya pemberantasan dan pencegahan penularan penyakit malariadapat dilakukan dengan pengendalian vektor dari penyakit tersebut. Upaya pengendalian vektor penyakit dapatdilakukan secara hayati berupa insektisida alami, adapun tumbuhan yang dapat digunakan sebagai insektisidaalami yaitu daun pepaya dan daun sirih. Hal ini dikarenakan kandungan alkoloid, flavonoid dan saponin yangterkandung didalamnya. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kimia Terpadu Poltekkes Kemenkes Sorong.Jenis penelitian adalah eksperimen murni dengan rancangan post test only control group design. Sampel penelitianini adalah larva nyamuk An. punctulatus Instar III/IV sebanyak 10 ekor pada masing-masing 8 unit perlakuandengan 3 kali pengulangan. Teknik penarikan sampel menggunakan Sistematik Random Sampling dan analisis datamenggunakan Mann-Whitney dan Regresi Probit. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikanantara daya bunuh nyamuk An. punctulatus dengan menggunakan ekstrak daun pepaya (Carica Papaya L.) dandaun sirih (Piper Betle L.) dengan nilai P = 0,00 0,05. Hasil analisis regresi probit menunjukkan ekstrak daunpepaya lebih efektif membunuh larva nyamuk An. punctulatus dibandingkan ekstrak daun sirih. Disarankan kepadamasyarakat agar dalam upaya pemberantasan penyakit Malaria sebaiknya menggunakan larvasida dan insektisidaalami yang ramah lingkungan untuk memutuskan mata rantai perkembangan nyamuk Anopheles yaitu denganmenggunakan ekstrak daun papaya dengan konsentrasi 36.879% agar larvasida yang dihasilkan efektif membunuh90% larva dalam waktu 12 jam.Kata Kunci: Larva Anopheles Punctulatus, Daun Pepaya, Daun Sirih

Collaboration network of the authors

7 authors · 8 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
La TaenaAffiliation unknown1
La Ode Ali BasriAffiliation unknown1
Nur HadrayantiAffiliation unknown1
SITTI ROSYIDAHAffiliation unknown1
Siti BelindaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/preventifjournal/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EFEKTIVITAS UJI DAYA BUNUH EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica Papaya L.) dan DAUN SIRIH (Piper Betle L.) TERHADAP LARVA NYAMUK ANOPHELES PUNCTULATUS DI KOTA SORONG</dc:title>
	<dc:creator>Ramdany, Radeni</dc:creator>
	<dc:creator>Norma, Norma</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Malaria adalah suatu penyakit yang ditularkan oleh nyamuk (mosquito borne diseases). Malaria diinfeksikan olehparasit bersel satu dari kelas Sporozoa, genus Haemosporida, keluarga Plasmodium. Propinsi Papua dan PapuaBarat menempati urutan tertinggi sebagai penyumbang kasus malaria terbanyak di Indonesia. Pada 2009 silamangka penderita malaria menunjukkan 112 per 1000 positif malaria dan sejak 2015 kasus malaria berhasil turunmenjadi 2,4 per 1000 penduduk. Salah satu upaya pemberantasan dan pencegahan penularan penyakit malariadapat dilakukan dengan pengendalian vektor dari penyakit tersebut. Upaya pengendalian vektor penyakit dapatdilakukan secara hayati berupa insektisida alami, adapun tumbuhan yang dapat digunakan sebagai insektisidaalami yaitu daun pepaya dan daun sirih. Hal ini dikarenakan kandungan alkoloid, flavonoid dan saponin yangterkandung didalamnya. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kimia Terpadu Poltekkes Kemenkes Sorong.Jenis penelitian adalah eksperimen murni dengan rancangan post test only control group design. Sampel penelitianini adalah larva nyamuk An. punctulatus Instar III/IV sebanyak 10 ekor pada masing-masing 8 unit perlakuandengan 3 kali pengulangan. Teknik penarikan sampel menggunakan Sistematik Random Sampling dan analisis datamenggunakan Mann-Whitney dan Regresi Probit. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikanantara daya bunuh nyamuk An. punctulatus dengan menggunakan ekstrak daun pepaya (Carica Papaya L.) dandaun sirih (Piper Betle L.) dengan nilai P = 0,00  0,05. Hasil analisis regresi probit menunjukkan ekstrak daunpepaya lebih efektif membunuh larva nyamuk An. punctulatus dibandingkan ekstrak daun sirih. Disarankan kepadamasyarakat agar dalam upaya pemberantasan penyakit Malaria sebaiknya menggunakan larvasida dan insektisidaalami yang ramah lingkungan untuk memutuskan mata rantai perkembangan nyamuk Anopheles yaitu denganmenggunakan ekstrak daun papaya dengan konsentrasi 36.879% agar larvasida yang dihasilkan efektif membunuh90% larva dalam waktu 12 jam.Kata Kunci : Larva Anopheles Punctulatus, Daun Pepaya, Daun Sirih</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-04-18</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/preventifjournal/article/view/6237</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.37887/epj.v3i2.6237</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Preventif Journal; Vol 3, No 2 (2019): Preventif Journal</dc:source>
	<dc:source>2620-3294</dc:source>
	<dc:source>2540-8283</dc:source>
	<dc:source>10.37887/epj.v3i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/preventifjournal/article/view/6237/4555</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Preventif Journal</dc:rights>
</oai_dc:dc>