Inisiasi menyusui yang terlambat dikaitkan dengan peningkatan risiko morbiditas pada bayi selama 6 bulanpertama kehidupan. ASI dapat mempengaruhi status gizi, pertumbuhan dan perkembangan pada bayi.Pencapaian menyusui di Sulawesi Tenggara masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubunganantara lamanya pemberian ASI dengan status gizi, pertumbuhan dan perkembangan pada bayi usia 6 -12 bulandi Puskesmas Wajo Kota Baubau. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendeka tancross sectional. Puskesmas Wajo Kota Baubau menjadi lokasi penelitian ini. Sampel yang digunakan adalah 105sampel. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Data diperoleh denganmenggunakan wawancara, kuesioner dan KMS. Hasil data yang diperoleh diolah menggunakan uji Chi squaredengan p value 0,05 dan Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menemukan bahwa 69 responden (65,7%)memberikan ASI lebih dari atau sama dengan 6 bulan, sedangkan mereka yang memberikan ASI kurang dari 6bulan adalah 36 responden (34,3%). Berdasarkan hasil analisis statistik chi -square, ditemukan bahwa antaradurasi menyusui dengan variabel status gizi, pertumbuhan dan perkembangan memiliki p-value α (0,05). Adahubungan antara lamanya pemberian ASI dengan status gizi, pertumbuhan dan perkembangan pada bayi usia6-12 bulan di Puskesmas Wajo Kota Baubau.Kata Kunci: Air Susu Ibu, Status Gizi, Perkembangan, Pertumbuhan, KMS
Collaboration network of the authors
8 authors ·
13 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
Universitas Halu Oleo
Affiliation unknown
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.