Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

PEMANFAATAN PASIR SUNGAI DESA LAEYA SEBAGAI BAHAN CAMPURAN LAPIS TIPIS ASPAL PASIR (LATASIR) KELAS B

Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil · Vol. 1 No. 1 (2016)

DOI
10.33772/jmk.v1i1.904
ISSN
2503-2712
Published
2016-04-01
Publisher
PRODI D3 TEKNIK SIPIL
Language
eng

Abstract

Pembangunan sarana jalan raya akan memperlancar arus lalulintas serta memperlancar hubungan antar wilayah terutama daerah terpencil serta wilayah perkotaan. Pentingnya jalan raya sebagai sarana penghubung darat menuntut adanya kondisi jalan yang baik, sehingga dicari alternatif campuran beraspal yang murah dan terjangkau.Campuran Latasir dengan menggunakan pasir sungai desa Laeya dan abu batu moramo sebagai filler pada campuran diharapkan dapat memperoleh fleksibilitas. Untuk itu karakteristik agregat dan komposisi campuran harus memenuhi spesifikasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode coba – coba yaitu dengan membuat beberapa benda uji yang akan dijadikan sampel.Metode penelitian yang dilakukan yaitu pengujian agregat (Pasir Sungai Desa Laeya dan Abu Batu yang berasal dari Moramo), pengujian aspal dan pembuatan benda uji pada campuran aspal dengan variasi kadar aspal yaitu 5.0%, 5.5%, 6.0%, 6.5% dan 7.0%.Berdasarkan hasil yang diperoleh dari data analisa saringan agregat untuk komposisi campuran Latasir yaitu Pasir sungai desa Laeya = 90% dan Filler abu batu moramo = 10%. Pada hasil pengujian Marshall campuran Latasir antara Pasir sungai desa Laeya dan abu batu moramo, nilai VIM (Void in Mix) dan VFA (Void Filled with Asphalt) untuk setiap variasi kadar aspal, tidak ada yang memenuhi spesifikasi Bina Marga Tahun 2010 Tentang Campuran Latasir. Sehingga untuk mencari nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) tidak dapat ditentukan. Kata Kunci: LATASIR, Pasir Sungai Laeya, marshall test

Collaboration network of the authors

40 authors · 167 co-authorship links · 11 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
  • Universitas Muhammadiyah Kendari
  • Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Siti Nurjanah AhmadUniversitas Halu Oleo13
Try Sugiyarto SoeparyantoUniversitas Halu Oleo6
RIdwansyah NuhunAffiliation unknown6
Fitriah FitriahUniversitas Islam Negeri Ar-Raniry5
Edward NgiiUniversitas Halu Oleo5
sulha sulhaAffiliation unknown5
Baso MursidiAffiliation unknown5
Ridwan Syah NuhunUniversitas Halu Oleo5
Patwayati PatwayatiAffiliation unknown4
Wayan MustikaAffiliation unknown4
Ahmad Syarif SukriUniversitas Halu Oleo4
Joko RaharjoAffiliation unknown4
Adris A. PutraAffiliation unknown4
Anafi MinmahddunUniversitas Halu Oleo3
Yusuf YusufUniversitas Muhammadiyah Kendari2
Rahmat MadjidAffiliation unknown2
Isalman IsalmanAffiliation unknown2
Juharsah JuharsahAffiliation unknown2
Eliyanti Agus MokodompitAffiliation unknown2
Muh Thahir AzikinAffiliation unknown2
Mappa NasrunAffiliation unknown2
Mappa NashrunAffiliation unknown2
Rudi BalakaUniversitas Halu Oleo2
Adris Ade PutraAffiliation unknown2
Thahir AzikinAffiliation unknown2
Muhamad IrwanAffiliation unknown2
Sriwiyati MahraniAffiliation unknown2
Nursaban Rommy SulemanAffiliation unknown2
Nurwati NurwatiAffiliation unknown2
La Ode Muhammad Nurrakhmad ArsyadAffiliation unknown2
Fathur Rahman RustanUniversitas Sembilanbelas November Kolaka2
La Ode Muhamad Nurrakhmad ArsyadUniversitas Halu Oleo2
Ida SutianingsihUniversitas Halu Oleo1
Adris Ade PutraUniversitas Halu Oleo1
Alhamra AlhamraUniversitas Halu Oleo1
Farah DzakirahAffiliation unknown1
Sinarwaty SinarwatyAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/MedKons/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PEMANFAATAN PASIR SUNGAI DESA LAEYA SEBAGAI BAHAN CAMPURAN LAPIS TIPIS ASPAL PASIR (LATASIR) KELAS B</dc:title>
	<dc:creator>Arifin, Haryadi</dc:creator>
	<dc:creator>Nasrul, Nasrul</dc:creator>
	<dc:creator>Welendo, La</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pembangunan sarana jalan raya akan memperlancar arus lalulintas serta memperlancar hubungan antar wilayah terutama daerah terpencil serta wilayah perkotaan. Pentingnya jalan raya sebagai sarana penghubung darat menuntut adanya kondisi jalan yang baik, sehingga dicari alternatif campuran beraspal yang murah dan terjangkau.Campuran Latasir dengan menggunakan pasir sungai desa Laeya dan abu batu moramo sebagai filler pada campuran diharapkan dapat memperoleh fleksibilitas. Untuk itu karakteristik agregat dan komposisi campuran harus memenuhi spesifikasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode coba – coba yaitu dengan membuat beberapa benda uji yang akan dijadikan sampel.Metode penelitian yang dilakukan yaitu pengujian agregat (Pasir Sungai Desa Laeya dan Abu Batu yang berasal dari Moramo), pengujian aspal dan pembuatan benda uji  pada campuran aspal dengan variasi kadar aspal yaitu 5.0%, 5.5%, 6.0%, 6.5% dan 7.0%.Berdasarkan hasil yang diperoleh dari data analisa saringan agregat untuk komposisi campuran Latasir yaitu Pasir sungai desa Laeya = 90% dan Filler abu batu moramo = 10%. Pada hasil pengujian Marshall campuran Latasir antara Pasir sungai desa Laeya dan abu batu moramo, nilai VIM (Void in Mix) dan VFA (Void Filled with Asphalt) untuk setiap variasi kadar aspal, tidak ada yang memenuhi spesifikasi Bina Marga Tahun 2010 Tentang Campuran Latasir. Sehingga untuk mencari nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) tidak dapat ditentukan.   Kata Kunci : LATASIR, Pasir Sungai Laeya, marshall test</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">PRODI D3 TEKNIK SIPIL</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2016-04-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/MedKons/article/view/904</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jmk.v1i1.904</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil; Vol 1, No 1 (2016): MedKons</dc:source>
	<dc:source>2503-2712</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jmk.v1i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/MedKons/article/view/904/589</dc:relation>
</oai_dc:dc>