Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Penanggulangan Stunting Berbasis Pemanfaatan Pangan Lokal Di Desa Mata Wolasi Kecamatan Wolasi Kabupaten Konawe Selatan

Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan · Vol. 5 No. 2 (2023) · pp. 208–214

DOI
10.33772/jpmit.v5i2.46293
ISSN
2686-2921
Published
2023-10-30
Publisher
Vokasi Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Pengabdian Masyarakat mengangkat tema “Penanggulangan Stunting Berbasis Pemanfaatan Pangan Lokal Di Desa Mata Wolasi Kecamatan Wolasi Kabupaten Konawe Selatan” dengan tujuan 1. meningkatkan pemahaman kepada masyarakat tentang apa itu stunting, apa penyebab serta cara penanggulangannya. 2. Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pangan lokal yang dapat dimanfaatkan untuk konsumsi sehari-hari yang bergizi dan memiliki nutrisi yang cukup dan sehat. Serta (3) menumbuhkan pemahaman kepada masyarakat tentang tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan penanggulangan stunting dan pemanfaatan pangan lokal dengan metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi. Pelaksanaan PKM menghasilkan peningkatan pemahaman masyarakat tentang stunting, penyebab cara cara penanggulangannya, peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pangan lokal yang dapat dimanfaatkan untuk konsumsi sehari-hari yang bergizi dan memiliki nutrisi yang cukup dan sehat; serta tumbuhnya pemahaman masyarakat Desa Mata Wolasi Kecamatan Wolasi tentang tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Agar upaya penanggulangan stunting dapat berkelanjutan dengan pemanfaatan pangan lokal dapat optimal perlu dilakukan kolaborasi dan sinergi antara perguruan tinggi, Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Kecamatan Wolasi serta Pemerintah Desa Mata Wolasi dalam memberikan edukasi yang berkelanjutan mengenai stunting maupun pemanfaatan pangan lokal di Desa Mata Wolasi. Selain itu perlu upaya yang akseleratif dalam mendorong pencapaian target SDGs yang dimulai dari tingkat pemerintahan terkecil yakni dari pemerintah desa sampai ke pemerintah tingkat nasional. Kata kunci: Stunting, pangan lokal Abstract Community Service raised the theme "Stunting Prevention Based on Local Food Utilization in Mata Wolasi Village, Wolasi District, South Konawe Regency" with the aim of 1. increasing the community's understanding of what stunting is, what its causes are and how to overcome it. 2. Increase public knowledge about local food which can be used for daily consumption which is nutritious and has adequate and healthy nutrition. And (3) fostering public understanding of sustainable development goals (SDGs). This activity was carried out in the form of counseling on stunting prevention and the use of local food with the methods used being lectures and discussions. The implementation of PKM results in increased community understanding about stunting, the causes of how to overcome it, increased community knowledge about local food which can be used for daily consumption which is nutritious and has adequate and healthy nutrition; as well as the growing understanding of the people of Mata Wolasi Village, Wolasi District, about sustainable development goals (SDGs). In order for stunting prevention efforts to be sustainable with optimal use of local food, collaboration and synergy between universities, the Wolasi District Community Health Center (PKM) and the Mata Wolasi Village Government are needed to provide ongoing education regarding stunting and the use of local food in Mata Wolasi Village. Apart from that, accelerated efforts are needed to encourage the achievement of SDGs targets starting from the smallest level of government, namely from the village government to the national level government. Key words: Stunting, local food

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 89 co-authorship links · 10 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Muhammadiyah Parepare
  • Universitas Halu Oleo
  • STKIP Taman Siswa Bima
  • Universitas Airlangga
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Rosnawintang RosnawintangAffiliation unknown3
Taufik TaufikUniversitas Airlangga2
Abd. Rahman SalehUniversitas Muhammadiyah Parepare2
Usnul LetariUniversitas Muhammadiyah Parepare2
Irma IrmaUniversitas Muhammadiyah Parepare2
Muhammad SyarifAffiliation unknown2
Syamsir NurAffiliation unknown2
Tuti DharmawatiAffiliation unknown2
Manat RahimAffiliation unknown2
Wahyudin WahyudinSTKIP Taman Siswa Bima1
Ita FitriatiSTKIP Taman Siswa Bima1
Rosmiati RamliUniversitas Muhammadiyah Parepare1
Andi Fitriani DjollongUniversitas Muhammadiyah Parepare1
Aryuni Salpiana JabarUniversitas Halu Oleo1
Syaifuddin S. KasimAffiliation unknown1
Handrawan HandrawanUniversitas Halu Oleo1
Oheo K. HarisAffiliation unknown1
Edward NgiiUniversitas Halu Oleo1
Darwin DarwinAffiliation unknown1
Muhamad HimanAffiliation unknown1
La Ode GeoAffiliation unknown1
Herwan MalenggaAffiliation unknown1
Apoda ApodaAffiliation unknown1
Siti KadarimaAffiliation unknown1
Alce Syahfrida PratiwiAffiliation unknown1
Nur Asizah AsizahAffiliation unknown1
Astuti Yeni AcehAffiliation unknown1
Asriani AsrianiUniversitas Halu Oleo1
Wa Ode Rachmasari ArianiAffiliation unknown1
Astri Rahmadani SyamAffiliation unknown1
Heppi MilliaAffiliation unknown1
Santi DinarAffiliation unknown1
Burhanuddin BurhanuddinAffiliation unknown1
Andi M. AsparAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JPMIT/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penanggulangan Stunting Berbasis Pemanfaatan Pangan Lokal Di Desa Mata Wolasi Kecamatan Wolasi Kabupaten Konawe Selatan</dc:title>
	<dc:creator>Tajuddin, Tajuddin</dc:creator>
	<dc:creator>Arifuddin, Arifuddin</dc:creator>
	<dc:creator>Natsir, Muh.</dc:creator>
	<dc:creator>Syarif, Muh.</dc:creator>
	<dc:creator>Ilyas, Ilyas</dc:creator>
	<dc:creator>Nur Asizah, Nur Asizah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Stunting, pangan lokal</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pengabdian Masyarakat mengangkat  tema “Penanggulangan Stunting Berbasis Pemanfaatan Pangan Lokal Di Desa Mata Wolasi Kecamatan Wolasi Kabupaten Konawe Selatan” dengan tujuan 1. meningkatkan pemahaman kepada masyarakat tentang apa itu stunting, apa penyebab serta cara penanggulangannya. 2. Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pangan lokal yang dapat dimanfaatkan untuk konsumsi sehari-hari yang bergizi dan memiliki nutrisi yang cukup dan sehat. Serta (3) menumbuhkan pemahaman kepada masyarakat tentang tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan penanggulangan stunting dan pemanfaatan pangan lokal dengan metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi. 
Pelaksanaan PKM menghasilkan peningkatan pemahaman masyarakat tentang stunting, penyebab cara cara penanggulangannya, peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pangan lokal yang dapat dimanfaatkan untuk konsumsi sehari-hari yang bergizi dan memiliki nutrisi yang cukup dan sehat; serta tumbuhnya pemahaman masyarakat Desa Mata Wolasi Kecamatan Wolasi tentang tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Agar upaya penanggulangan stunting dapat berkelanjutan dengan pemanfaatan pangan lokal dapat optimal perlu dilakukan kolaborasi dan sinergi antara perguruan tinggi, Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Kecamatan Wolasi serta Pemerintah Desa Mata Wolasi dalam memberikan edukasi yang berkelanjutan mengenai stunting maupun pemanfaatan pangan lokal di Desa Mata Wolasi. Selain itu perlu upaya yang akseleratif dalam mendorong pencapaian target SDGs yang dimulai dari tingkat pemerintahan terkecil yakni dari pemerintah desa sampai ke pemerintah tingkat nasional.

Kata kunci: Stunting, pangan lokal

Abstract
Community Service raised the theme "Stunting Prevention Based on Local Food Utilization in Mata Wolasi Village, Wolasi District, South Konawe Regency" with the aim of 1. increasing the community's understanding of what stunting is, what its causes are and how to overcome it. 2. Increase public knowledge about local food which can be used for daily consumption which is nutritious and has adequate and healthy nutrition. And (3) fostering public understanding of sustainable development goals (SDGs).
This activity was carried out in the form of counseling on stunting prevention and the use of local food with the methods used being lectures and discussions.
The implementation of PKM results in increased community understanding about stunting, the causes of how to overcome it, increased community knowledge about local food which can be used for daily consumption which is nutritious and has adequate and healthy nutrition; as well as the growing understanding of the people of Mata Wolasi Village, Wolasi District, about sustainable development goals (SDGs). In order for stunting prevention efforts to be sustainable with optimal use of local food, collaboration and synergy between universities, the Wolasi District Community Health Center (PKM) and the Mata Wolasi Village Government are needed to provide ongoing education regarding stunting and the use of local food in Mata Wolasi Village. Apart from that, accelerated efforts are needed to encourage the achievement of SDGs targets starting from the smallest level of government, namely from the village government to the national level government.

Key words: Stunting, local food </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Vokasi Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">-</dc:contributor>
	<dc:date>2023-10-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JPMIT/article/view/46293</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jpmit.v5i2.46293</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan; Vol 5, No 2 (2023); 208-214</dc:source>
	<dc:source>2686-2921</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jpmit.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JPMIT/article/view/46293/19400</dc:relation>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JPMIT/article/downloadSuppFile/46293/99461</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan</dc:rights>
</oai_dc:dc>