Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 2

Rekomendasi Perbaikan Pernyataan Kebutuhan yang Rancu dalam Spesifikasi Kebutuhan Perangkat Lunak Menggunakan Teknik Berbasis Aturan

Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 5 No. 2 (2018) · pp. 207–216

DOI
10.25126/jtiik.201852627
ISSN
2528-6579, 2355-7699
Published
2018-05-23
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Language
id

Abstract

English

Tahap awal dalam pengembangan perangkat lunak ialah menelusuri, mengumpulkan dan menyajikan segala kebutuhan pengguna ke dalam sebuah dokumen spesifikasi kebutuhan perangkat lunak (SKPL). Latar belakang akademik yang beragam, pengalaman yang berbeda, dan keterbatasan pengetahuan yang dimiliki oleh perekayasa kebutuhan memungkinkan adanya kesalahan dalam pembuatan dokumen SKPL. Salah satu kesalahan yang sering muncul pada sebuah dokumen SKPL ialah terdapatnya penggunaan kata-kata yang rancu. Hal ini tentunya dapat menyebabkan kesalahan penafsiran dan kesulitan dalam memahami kebutuhan perangkat lunak yang hendak dibangun bagi pemangku kepentingan dalam proses pengembangan perangkat lunak. Penelitian ini bertujuan mengusulkan sebuah pendekatan untuk memberikan rekomendasi perbaikan pernyataan kebutuhan perangkat lunak yang rancu. Adapun metode yang diusulkan adalah teknik berbasis aturan dengan menggunakan model bahasa n-gram. Realibilitas metode usulan dievaluasi menggunakan indeks statistik Gwet’s AC1. Hasil analisis metode rekomendasi yang diusulkan memiliki tingkat proporsi kesepakatan yang lebih baik dibandingkan dengan metode rekomendasi menggunakan teknik statistik berbasis frekuensi n-gram. Metode rekomendasi yang diusulkan memiliki nilai indeks statistik Gwet’s AC1 tertinggi sebesar 0.5263 dengan tingkat proporsi kesepakatan sedang.

Bahasa Indonesia

Tahap awal dalam pengembangan perangkat lunak ialah menelusuri, mengumpulkan dan menyajikan segala kebutuhan pengguna ke dalam sebuah dokumen spesifikasi kebutuhan perangkat lunak (SKPL). Latar belakang akademik yang beragam, pengalaman yang berbeda, dan keterbatasan pengetahuan yang dimiliki oleh perekayasa kebutuhan memungkinkan adanya kesalahan dalam pembuatan dokumen SKPL. Salah satu kesalahan yang sering muncul pada sebuah dokumen SKPL ialah terdapatnya penggunaan kata-kata yang rancu. Hal ini tentunya dapat menyebabkan kesalahan penafsiran dan kesulitan dalam memahami kebutuhan perangkat lunak yang hendak dibangun bagi pemangku kepentingan dalam proses pengembangan perangkat lunak. Penelitian ini bertujuan mengusulkan sebuah pendekatan untuk memberikan rekomendasi perbaikan pernyataan kebutuhan perangkat lunak yang rancu. Adapun metode yang diusulkan adalah teknik berbasis aturan dengan menggunakan model bahasa n-gram. Realibilitas metode usulan di-evaluasi menggunakan indeks statistik Gwet’s AC1. Hasil analisis metode rekomendasi yang diusulkan memiliki tingkat proporsi kesepakatan yang lebih baik dibandingkan dengan metode rekomendasi menggunakan teknik statistik berbasis frekuensi n-gram. Metode rekomendasi yang diusulkan memiliki nilai indeks statistik Gwet’s AC1 tertinggi sebesar 0.5263 dengan tingkat proporsi kesepakatan sedang. AbstractThe first stage in software development is to investigate, collect and provide all user requirements into a software requirements specification document (SRS’s). Diverse academic background, different experiences, and the limitations of knowledge possessed by the requirement engineer make possible mistakes in the creation of SRS’s documents. One of the most common mistakes in SRS’s document is the use of ambiguous words. This can certainly lead to misinterpretation and difficulties in understanding the software requirement that stakeholders to built in the software development process. The purpose of this research is to build an approach that gives recommendation improvement of ambiguous software requirement statement. The proposed method is a rule-based technique using n-gram language model. The reliability of the proposed method is evaluated using Gwet's AC1 statistical index. The analysis results of the proposed recommendation method have a better level of agreement proportion than the recommendation method using the n-gram frequency-based statistical technique. The proposed recommendation method has the highest Gwet's AC1 statistic value of 0.5263 with a moderate agreement proportion rate.

Keywords

Collaboration network of the authors

17 authors · 30 co-authorship links · 5 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Politeknik Negeri Bengkalis
  • Universitas Islam Kuantan Singingi
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Reza FauzanInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Nurul Fajrin AriyaniInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Utomo PujiantoAffiliation unknown1
Umi Laili YuhanaInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Diana PurwitasariInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Dian SaputraAffiliation unknown1
Esti YuniarAffiliation unknown1
Joko PrasetyoInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Patricia Gertrudis ManekInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Ratih Nur Esti AnggrainiInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Ainatul MaulidaInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Fajar RatnawatiPoliteknik Negeri Bengkalis1
Agus TedyyanaPoliteknik Negeri Bengkalis1
Muhammad Rizki FauziAffiliation unknown1
Elgamar SyamUniversitas Islam Kuantan Singingi1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/en/oai, first harvested 27 Okt 2026, last seen 27 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Rekomendasi Perbaikan Pernyataan Kebutuhan yang Rancu dalam Spesifikasi Kebutuhan Perangkat Lunak Menggunakan Teknik Berbasis Aturan</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Rekomendasi Perbaikan Pernyataan Kebutuhan yang Rancu dalam Spesifikasi Kebutuhan Perangkat Lunak Menggunakan Teknik Berbasis Aturan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Enda, Depandi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Siahaan, Daniel</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Metode Rekomendasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pernyataan Kebutuhan Perangkat Lunak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kata Rancu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Teknik Berbasis Aturan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Indeks Statistik Gwet’s AC1</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Metode Rekomendasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Pernyataan Kebutuhan Perangkat Lunak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kata Rancu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Teknik Berbasis Aturan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Indeks Statistik Gwet’s AC1</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Tahap awal dalam pengembangan perangkat lunak ialah menelusuri, mengumpulkan dan menyajikan segala kebutuhan pengguna ke dalam sebuah dokumen spesifikasi kebutuhan perangkat lunak (SKPL). Latar belakang akademik yang beragam, pengalaman yang berbeda, dan keterbatasan pengetahuan yang dimiliki oleh perekayasa kebutuhan memungkinkan adanya kesalahan dalam pembuatan dokumen SKPL. Salah satu kesalahan yang sering muncul pada sebuah dokumen SKPL ialah terdapatnya penggunaan kata-kata yang rancu. Hal ini tentunya dapat menyebabkan kesalahan penafsiran dan kesulitan dalam memahami kebutuhan perangkat lunak yang hendak dibangun bagi pemangku kepentingan dalam proses pengembangan perangkat lunak. Penelitian ini bertujuan mengusulkan sebuah pendekatan untuk memberikan rekomendasi perbaikan pernyataan kebutuhan perangkat lunak yang rancu. Adapun metode yang diusulkan adalah teknik berbasis aturan dengan menggunakan model bahasa n-gram. Realibilitas metode usulan dievaluasi menggunakan indeks statistik Gwet’s AC1. Hasil analisis metode rekomendasi yang diusulkan memiliki tingkat proporsi kesepakatan yang lebih baik dibandingkan dengan metode rekomendasi menggunakan teknik statistik berbasis frekuensi n-gram. Metode rekomendasi yang diusulkan memiliki nilai indeks statistik Gwet’s AC1 tertinggi sebesar 0.5263 dengan tingkat proporsi kesepakatan sedang.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Tahap awal dalam pengembangan perangkat lunak ialah menelusuri, mengumpulkan dan menyajikan segala kebutuhan pengguna ke dalam sebuah dokumen spesifikasi kebutuhan perangkat lunak (SKPL). Latar belakang akademik yang beragam, pengalaman yang berbeda, dan keterbatasan pengetahuan yang dimiliki oleh perekayasa kebutuhan memungkinkan adanya kesalahan dalam pembuatan dokumen SKPL. Salah satu kesalahan yang sering muncul pada sebuah dokumen SKPL ialah terdapatnya penggunaan kata-kata yang rancu. Hal ini tentunya dapat menyebabkan kesalahan penafsiran dan kesulitan dalam memahami kebutuhan perangkat lunak yang hendak dibangun bagi pemangku kepentingan dalam proses pengembangan perangkat lunak. Penelitian ini bertujuan mengusulkan sebuah pendekatan untuk memberikan rekomendasi perbaikan pernyataan kebutuhan perangkat lunak yang rancu. Adapun metode yang diusulkan adalah teknik berbasis aturan dengan menggunakan model bahasa n-gram. Realibilitas metode usulan di-evaluasi menggunakan indeks statistik Gwet’s AC1. Hasil analisis metode rekomendasi yang diusulkan memiliki tingkat proporsi kesepakatan yang lebih baik dibandingkan dengan metode rekomendasi menggunakan teknik statistik berbasis frekuensi n-gram. Metode rekomendasi yang diusulkan memiliki nilai indeks statistik Gwet’s AC1 tertinggi sebesar 0.5263 dengan tingkat proporsi kesepakatan sedang. AbstractThe first stage in software development is to investigate, collect and provide all user requirements into a software requirements specification document (SRS’s). Diverse academic background, different experiences, and the limitations of knowledge possessed by the requirement engineer make possible mistakes in the creation of SRS’s documents. One of the most common mistakes in SRS’s document is the use of ambiguous words. This can certainly lead to misinterpretation and difficulties in understanding the software requirement that stakeholders to built in the software development process. The purpose of this research is to build an approach that gives recommendation improvement of ambiguous software requirement statement. The proposed method is a rule-based technique using n-gram language model. The reliability of the proposed method is evaluated using Gwet's AC1 statistical index. The analysis results of the proposed recommendation method have a better level of agreement proportion than the recommendation method using the n-gram frequency-based statistical technique. The proposed recommendation method has the highest Gwet's AC1 statistic value of 0.5263 with a moderate agreement proportion rate.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya</dc:publisher>
	<dc:date>2018-05-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/627</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25126/jtiik.201852627</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol 5 No 2: April 2018; 207-216</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol. 5 No. 2: April 2018; 207-216</dc:source>
	<dc:source>2528-6579</dc:source>
	<dc:source>2355-7699</dc:source>
	<dc:source>10.25126/jtiik.201852</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/627/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2018 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer</dc:rights>
</oai_dc:dc>