Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

TINGKAH LAKU IKAN BESENG (Apogon linieatus) BERDASARKAN KENAIKAN SUHU PADA WADAH TERKONTROL

Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) · Vol. 2 No. 2 (2018) · pp. 55–59

DOI
10.33772/jsl.v2i2.3596
ISSN
2503-0396
Published
2018-02-26
Publisher
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Language
eng

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suhu kritis ikan beseng pada wadah terkontrol serta mengetahui tingkah laku ikan beseng akibat pengaruh kenaikan suhu air laut. Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2015 yang bertempat di Pulau Hoga Kabupaten Wakatobi. Metode yang digunakan adalah Critical Thermal Method (CTM), dengan pendekatan batas Critical Thermal Maximum (CTMax) pada wadah terkontrol dan selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hewan uji diawal perlakuan dimasukkan pada suhu air pada kisaran rata-rata 27,6 °C, dan setiap menit suhu air dinaikan sebesar 0,2–0,3 °C sehingga pada jangka waktu 5 menit dan diperoleh kenaikan suhu 1°C. Hasil dari penelitian menunjukkan disetiap kenaikan suhu ikan beseng memperlihatkan tingkah laku pergerakan lebih cepat, berenang miring, menabrak-nabrak dinding wadah pemeliharaan. Ikan beseng (Apogon lineatus) mampu hidup pada paparan suhu sampai dengan 39,1 °C dengan lama waktu pengujian selama 54 menit. Kata Kunci: Daya tahan tubuh, Ikan Beseng (Apogon linieatus), suhu

Collaboration network of the authors

40 authors · 79 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Wa NurgayahAffiliation unknown7
Agus KurniaUniversitas Halu Oleo5
Wellem H. MuskitaAffiliation unknown5
La Ode Baytul AbidinAffiliation unknown2
A. Ginong PratikinoUniversitas Halu Oleo2
Muhaimin HamzahUniversitas Halu Oleo2
Indriyani NurUniversitas Halu Oleo2
. RahmadaniAffiliation unknown2
Baru SadarunAffiliation unknown2
Asriyana AsriyanaUniversitas Halu Oleo1
Endang Rahmi HuteAffiliation unknown1
Azwar SidiqUniversitas Halu Oleo1
Nurhuda AnnaastasiaUniversitas Halu Oleo1
Akhmad MansyurUniversitas Halu Oleo1
Sjamsu Alam LawelleAffiliation unknown1
Hasbullah SyafAffiliation unknown1
Adiyanto AdiyantoAffiliation unknown1
Muslim TadjuddahAffiliation unknown1
Asep AsepAffiliation unknown1
. FirmansyahAffiliation unknown1
. FitriAffiliation unknown1
. AyuAffiliation unknown1
Muhammad Fajrin OdeAffiliation unknown1
. SahidinAffiliation unknown1
Arwan Arif RahmanAffiliation unknown1
Rusham MuhuAffiliation unknown1
Agus SupriyadiAffiliation unknown1
Ricky RickyAffiliation unknown1
Muhammad RuslinAffiliation unknown1
Tti DesmariAffiliation unknown1
Muhammad Fajar PurnamaAffiliation unknown1
Suparman .Affiliation unknown1
. DeniroAffiliation unknown1
Akbar AlifAffiliation unknown1
Ayu WandiraAffiliation unknown1
. HaliliAffiliation unknown1
Yuslan YuslanAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSL/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">TINGKAH LAKU IKAN BESENG (Apogon linieatus) BERDASARKAN KENAIKAN SUHU PADA WADAH TERKONTROL</dc:title>
	<dc:creator>Rivaldy, Muh.</dc:creator>
	<dc:creator>Ramli, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Yusnaini, .</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suhu kritis ikan beseng pada wadah terkontrol serta mengetahui tingkah laku ikan beseng akibat pengaruh kenaikan suhu air laut. Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2015 yang bertempat di Pulau Hoga Kabupaten Wakatobi. Metode yang digunakan adalah Critical Thermal Method (CTM), dengan pendekatan batas Critical Thermal Maximum (CTMax) pada wadah terkontrol dan selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hewan uji diawal perlakuan dimasukkan pada suhu air pada kisaran rata-rata 27,6 °C, dan setiap menit suhu air dinaikan sebesar 0,2–0,3 °C sehingga pada jangka waktu 5 menit dan diperoleh kenaikan suhu 1°C. Hasil dari penelitian menunjukkan disetiap kenaikan suhu ikan beseng memperlihatkan tingkah laku pergerakan lebih cepat, berenang miring, menabrak-nabrak dinding wadah pemeliharaan. Ikan beseng (Apogon lineatus) mampu hidup pada paparan suhu sampai dengan 39,1 °C dengan lama waktu pengujian selama 54 menit. Kata Kunci: Daya tahan tubuh, Ikan Beseng (Apogon linieatus), suhu</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-02-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSL/article/view/3596</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jsl.v2i2.3596</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan); Vol 2, No 2: Mei 2017; 55-59</dc:source>
	<dc:source>2503-0396</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jsl.v2i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSL/article/view/3596/2731</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan)</dc:rights>
</oai_dc:dc>