Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

POLA TINGGI GELOMBANG LAUT DI PERAIRAN KENDARI DAN SEKITARNYA

Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) · Vol. 7 No. 2 (2022) · pp. 105–112

DOI
10.33772/jsl.v7i2.27288
ISSN
2503-0396
Published
2022-08-20
Publisher
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Language
eng

Abstract

Gelombang laut merupakan salah satu parameter oseanografi. Gelombang yang dibangkitkan oleh angin merupakan gelombang yang paling dominan terjadi di permukaan laut. Keberadaan gelombang laut di permukaan memengaruhi hampir semua kegiatan di laut misalnya alur pelayaran, operasi pelabuhan, pengeboran minyak, sarana olahraga, penangkapan ikan, desain bangunan pelabuhan serta menentukan transport sedimen yang terjadi di pantai dan perubahan garis pantai. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik gelombang laut (tinggi gelombang signifikan dan maksimum). Penelitian ini menggunakan data berupa arah dan kecepatan angin selama 5 tahun (2015-2019) yang diperoleh dari Stasiun Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Kelas II Kendari. Data angin dianalisis menggunakan software Wrplot versi 8.0.2 dan disajikan dalam bentuk mawar angin. Selanjutnya data angin dikonversi (peramalan) menjadi data gelombang menggunakan metode Sverdrup Munk Bretschneider (SMB). Hasil penelitian di Perairan Kendari dan sekitarnya angin bertiup dominan berasal dari Timur Laut dan Tenggara yaitu Perairan Menui dan Wawonii, yang terjadi pada musim Barat, musim Peralihan I, musim Timur dan musim Peralihan II dengan kecepatan angin dominan 6,10 m/s (12 knot). Hasil peramalan gelombang laut signifikan di Perairan Kendari dan sekitarnya berada pada rentang 0,73-0,96 m dan tinggi gelombang maksimum yaitu 2,73 m. Gelombang ekstrim terjadi pada musim Timur yaitu bulan Juni-Juli dari arah tenggara yakni perairan Wawonii.Kata Kunci: Angin, Gelombang lau, Perairan Kendari, SMB

Collaboration network of the authors

39 authors · 83 co-authorship links · 9 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • State University of Semarang
  • Universitas Papua
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
La Ode Muhammad Yasir HayaAffiliation unknown4
Arwan Arif RahmanUniversitas Halu Oleo2
. AsmadinAffiliation unknown2
Baru SadarunAffiliation unknown2
Muhammad RamliAffiliation unknown2
Rahmadani RahmadaniUniversitas Halu Oleo1
Subhan SubhanState University of Semarang1
Muhammad Trial Fiar ErawanUniversitas Halu Oleo1
Duaitd KolibongsoUniversitas Papua1
Adi Imam WahyudiUniversitas Halu Oleo1
Asriyana AsriyanaUniversitas Halu Oleo1
Ira IraAffiliation unknown1
Muhammad SaifulAffiliation unknown1
La Ode Ibnu HartomoAffiliation unknown1
Siti HasmaAffiliation unknown1
. LisnaAffiliation unknown1
Arwan Arif RahmanAffiliation unknown1
. NurhayatiAffiliation unknown1
La Ode Muhammad Yasir HayaAffiliation unknown1
Popi AmeliaAffiliation unknown1
Tti DesmariAffiliation unknown1
. EmiyartiAffiliation unknown1
Wa FitrianiAffiliation unknown1
Siti Nening FadilaAffiliation unknown1
Asmadin AsmadinAffiliation unknown1
Wd Almasari Indah FajarwatyAffiliation unknown1
. AmirudinAffiliation unknown1
. SubhanAffiliation unknown1
. NurbiahAffiliation unknown1
Asri Triyani WulandariAffiliation unknown1
. RahmadaniAffiliation unknown1
. CillyAffiliation unknown1
Rahmadani RahmadaniAffiliation unknown1
Nurul IlmyAffiliation unknown1
. HaliliAffiliation unknown1
La DidiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSL/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">POLA TINGGI GELOMBANG LAUT DI PERAIRAN KENDARI DAN SEKITARNYA</dc:title>
	<dc:creator>Ansa, Asria Agustina</dc:creator>
	<dc:creator>Palupi, Ratna Diyah</dc:creator>
	<dc:creator>Pratikino, A. Ginong</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Gelombang laut merupakan salah satu parameter oseanografi. Gelombang yang dibangkitkan oleh angin merupakan gelombang yang paling dominan terjadi di permukaan laut. Keberadaan gelombang laut di permukaan memengaruhi hampir semua kegiatan di laut misalnya alur pelayaran, operasi pelabuhan, pengeboran minyak, sarana olahraga, penangkapan ikan, desain bangunan pelabuhan serta menentukan transport sedimen yang terjadi di pantai dan perubahan garis pantai. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik gelombang laut (tinggi gelombang signifikan dan maksimum). Penelitian ini menggunakan data berupa arah dan kecepatan angin selama 5 tahun (2015-2019) yang diperoleh dari Stasiun Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Kelas II Kendari. Data angin dianalisis menggunakan software Wrplot versi 8.0.2 dan disajikan dalam bentuk mawar angin. Selanjutnya data angin dikonversi (peramalan) menjadi data gelombang menggunakan metode Sverdrup Munk Bretschneider (SMB). Hasil penelitian di Perairan Kendari dan sekitarnya angin bertiup dominan berasal dari Timur Laut dan Tenggara yaitu Perairan Menui dan Wawonii, yang terjadi pada musim Barat, musim Peralihan I, musim Timur dan musim Peralihan II dengan kecepatan angin dominan 6,10 m/s (12 knot). Hasil peramalan gelombang laut signifikan di Perairan Kendari dan sekitarnya berada pada rentang 0,73-0,96 m dan tinggi gelombang maksimum yaitu 2,73 m. Gelombang ekstrim terjadi pada musim Timur yaitu bulan Juni-Juli dari arah tenggara yakni perairan Wawonii.Kata Kunci: Angin, Gelombang lau, Perairan Kendari, SMB</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-08-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSL/article/view/27288</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jsl.v7i2.27288</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan); Vol 7, No 2: Mei 2022; 105-112</dc:source>
	<dc:source>2503-0396</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jsl.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSL/article/view/27288/15944</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan)</dc:rights>
</oai_dc:dc>