Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

KELIMPAHAN DAN PREVALENSI PENYAKIT KARANG DI PERAIRAN LANGARA, KONAWA KEPULAUAN, SULAWESI TENGGARA

Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) · Vol. 4 No. 2 (2019) · pp. 99–105

DOI
10.33772/jsl.v4i2.8328
ISSN
2503-0396
Published
2019-08-06
Publisher
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Language
eng

Abstract

Penyakit karang adalah gangguan terhadap kesehatan karang yang menyebabkan hilang atau rusaknya jaringan karang. Biota karang yang terinfeksi penyakit telah diidentifikasikan sebagai salah satu faktor utama yang memperburuk tutupan terumbu karang secara global. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kelimpahan dan prevalensi penyakit karang di Perairan Langara, Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara. Pengambilan data dilakukan di bulan April 2018 pada tiga stasiun penelitian. Metode pengambilan data kelimpahan dan prevalensi penyakit karang menggunakan metode belt transect (transek sabuk) dengan luas area transek 350 m2, yang ditarik sejajar garis pantai. Hasil penelitian menyebutkan bahwa penyakit karang yang ditemukan di lokasi penelitian sebanyak 8 jenis [Black Band Disease (BBD), Dark Spots Disease (DSD), Ulcerative White Spots (UWS), White Band Disease (WBD), Explained Growth Anomalies (EGA), White Syndrom (WS), Bleacing (BL) dan Yellow Band Disease (YBD)]. Kelimpahan dan prevalensi penyakit karang yang tertinggi terdapat di stasiun II, dimana nilai kelimpahan yaitu 0.063 koloni/m2 dan nilai prevalensi yaitu 92.187%. Jenis penyakit karang yang mendominasi di lokasi penelitian secara berturut-turut adalah UWS, BBD dan WS.Kata Kunci: Kelimpahan; Penyakit Karang; Perairan Langara; Prevalensi

Collaboration network of the authors

40 authors · 77 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • State University of Semarang
  • STIKOM Tunas Bangsa
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
. RahmadaniAffiliation unknown6
Roslindah Daeng SiangUniversitas Halu Oleo2
Nurdiana A.Affiliation unknown2
La Ode Muhammad Yasir HayaAffiliation unknown2
Akhmad MansyurUniversitas Halu Oleo2
Asri Triyani WulandariAffiliation unknown2
Rahmadani RahmadaniUniversitas Halu Oleo1
Ishak IskandarUniversitas Halu Oleo1
Andi Irwan NurAffiliation unknown1
Ari Sandy MuchtarUniversitas Halu Oleo1
Asriyana AsriyanaUniversitas Halu Oleo1
Ira IraAffiliation unknown1
Aldiansyah Hari FriatnoAffiliation unknown1
S SahidinAffiliation unknown1
W WahyuniAffiliation unknown1
Muhammad Hajrul MalakaAffiliation unknown1
A. Ginong PratikinoUniversitas Halu Oleo1
Asria Agustina AnsaAffiliation unknown1
Subhan SubhanState University of Semarang1
Faisal FaisalAffiliation unknown1
. LisnaAffiliation unknown1
. NurhayatiAffiliation unknown1
La Ode Alirman AfuAffiliation unknown1
Esna NirwanaAffiliation unknown1
Erni WandaAffiliation unknown1
. YusnainiAffiliation unknown1
. DeniroAffiliation unknown1
. KarmilaAffiliation unknown1
. AmirudinAffiliation unknown1
. SubhanAffiliation unknown1
. CillyAffiliation unknown1
Muhammad RamliAffiliation unknown1
Muhammad IskandarAffiliation unknown1
Muhammad FadlySTIKOM Tunas Bangsa1
Rahmadani RahmadaniAffiliation unknown1
Nurul IlmyAffiliation unknown1
Muhammad Fadly AlqadriAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSL/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KELIMPAHAN DAN PREVALENSI PENYAKIT KARANG  DI PERAIRAN LANGARA, KONAWA KEPULAUAN, SULAWESI TENGGARA</dc:title>
	<dc:creator>Hasma, Siti</dc:creator>
	<dc:creator>Sadarun, Baru</dc:creator>
	<dc:creator>Palupi, Ratna Diyah</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penyakit karang adalah gangguan terhadap kesehatan karang yang menyebabkan hilang atau rusaknya jaringan karang. Biota karang yang terinfeksi penyakit telah diidentifikasikan sebagai salah satu faktor utama yang memperburuk tutupan terumbu karang secara global. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kelimpahan dan prevalensi penyakit karang di Perairan Langara, Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara. Pengambilan data dilakukan di bulan April 2018 pada tiga stasiun penelitian. Metode pengambilan data kelimpahan dan prevalensi penyakit karang menggunakan metode belt transect (transek sabuk) dengan luas area transek 350 m2, yang ditarik sejajar garis pantai. Hasil penelitian menyebutkan bahwa penyakit karang yang ditemukan di lokasi penelitian sebanyak 8 jenis [Black Band Disease (BBD), Dark Spots Disease (DSD), Ulcerative White Spots (UWS), White Band Disease (WBD), Explained Growth Anomalies (EGA), White Syndrom (WS), Bleacing (BL) dan Yellow Band Disease (YBD)]. Kelimpahan dan prevalensi penyakit karang yang tertinggi terdapat di stasiun II, dimana nilai kelimpahan yaitu 0.063 koloni/m2 dan nilai prevalensi yaitu 92.187%. Jenis penyakit karang yang mendominasi di lokasi penelitian secara berturut-turut adalah UWS, BBD dan WS.Kata Kunci: Kelimpahan; Penyakit Karang; Perairan Langara; Prevalensi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-08-06</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSL/article/view/8328</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jsl.v4i2.8328</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan); Vol 4, No 2: Mei 2019; 99-105</dc:source>
	<dc:source>2503-0396</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jsl.v4i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSL/article/view/8328/6084</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan)</dc:rights>
</oai_dc:dc>