Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

DISTRIBUSI LOGAM BERAT Cu PADA AIR LAUT PERMUKAAN DI PERAIRAN TELUK STARING SULAWESI TENGGARA

Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) · Vol. 4 No. 4 (2020) · pp. 225–234

DOI
10.33772/jsl.v4i4.10770
ISSN
2503-0396
Published
2020-01-29
Publisher
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Language
eng

Abstract

Kandungan logam berat di suatu perairan sangat berbahaya apabila telah melewati standar baku mutu. Salah satu logam berat yang termasuk bahan beracun dan berbahaya adalah logam berat Cu. Logam berat Cu masuk ke dalam lingkungan perairan akibat factor antropogenik seperti buangan limbah industri, pelayaran, pertanian dan buangan limbah rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi distribusi spasial dan status pencemaran logam berat Cu di Perairan Teluk Staring. Pengambilan sampel air laut permukaan sebanyak 12 stasiun dilakukan dengan metode Purposive Random Sampling. Larutan sampel dianalisis dengan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) sedangkan sebaran spasial dianalisis melalui metode interpolasi Inverse Distance Weight (IDW). Hasil pengukuran menunjukkan bahwa nilai kadar Logam Cu di 12 Stasiun sebesar 0,0025-0,1147 ppm. Nilai rata-rata logam Cu adalah sebesar 0,055 ppm. Kadar logam Cu tertinggi terdapat pada Stasiun 7 dan 8. Hasil analisis spasial menunjukkan bahwa telah terjadi kontaminasi logam berat Cu di daerah pesisir Pulau Lara, Kec. Moramo Utara sampai pesisir Pulau Labotaone, Kec. Laonti dengan kisaran nilai kadar logam sebesar 0,0523-0,1147 ppm. Status pencemaran logam berat Cu pada area tersebut telah melewati nilai standar baku mutu sesuai KepMen LH, No. 51 Tahun 2004. Variabel lingkungan (Suhu, Salinitas dan pH) terhadap konsentrasi Logam Berat Cu tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap sebaran kandungan logam berat Cu.Kata Kunci: Logam Berat Tembaga (Cu), Distribusi, Status Pencemaran, Teluk Staring

Collaboration network of the authors

23 authors · 50 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
. AsmadinAffiliation unknown3
La Ode Muhammad Yasir HayaAffiliation unknown3
. EmiyartiAffiliation unknown3
IndraAffiliation unknown3
Dedy OetamaUniversitas Halu Oleo2
La Baco SudiaAffiliation unknown2
Uniadi MangidiAffiliation unknown2
Sjamsu Alam LawelleAffiliation unknown2
Icang EfendiAffiliation unknown1
Fitra MidaAffiliation unknown1
Asmadin AsmadinAffiliation unknown1
Mohamad Fitrah FaisalAffiliation unknown1
. NurlinAffiliation unknown1
. BalqisAffiliation unknown1
Fera Meilani SaputriAffiliation unknown1
. MukriminAffiliation unknown1
Baharuddin BaharuddinAffiliation unknown1
Emiyarti EmiyartiUniversitas Halu Oleo1
Firman TasariAffiliation unknown1
Syamsul AnwarAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSL/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">DISTRIBUSI LOGAM BERAT Cu PADA AIR LAUT PERMUKAAN  DI PERAIRAN TELUK STARING SULAWESI TENGGARA</dc:title>
	<dc:creator>Arjuna, .</dc:creator>
	<dc:creator>Armid, Alrum</dc:creator>
	<dc:creator>Takwir, Amadhan</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kandungan logam berat di suatu perairan sangat berbahaya apabila telah melewati standar baku mutu. Salah satu logam berat yang termasuk bahan beracun dan berbahaya adalah logam berat Cu. Logam berat Cu masuk ke dalam lingkungan perairan akibat factor antropogenik seperti buangan limbah industri, pelayaran, pertanian dan buangan limbah rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi distribusi spasial dan status pencemaran logam berat Cu di Perairan Teluk Staring. Pengambilan sampel air laut permukaan sebanyak 12 stasiun dilakukan dengan metode Purposive Random Sampling. Larutan sampel dianalisis dengan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)  sedangkan sebaran spasial dianalisis melalui metode interpolasi Inverse Distance Weight (IDW). Hasil pengukuran menunjukkan bahwa nilai kadar Logam Cu di 12 Stasiun sebesar 0,0025-0,1147 ppm. Nilai rata-rata logam Cu adalah sebesar 0,055 ppm. Kadar logam Cu tertinggi terdapat pada Stasiun 7 dan 8. Hasil analisis spasial menunjukkan bahwa telah terjadi kontaminasi logam berat Cu di daerah pesisir Pulau Lara, Kec. Moramo Utara sampai pesisir Pulau Labotaone, Kec. Laonti dengan kisaran nilai kadar logam sebesar 0,0523-0,1147 ppm. Status pencemaran logam berat Cu pada area tersebut telah melewati nilai standar baku mutu sesuai KepMen LH, No. 51 Tahun 2004. Variabel lingkungan (Suhu, Salinitas dan pH) terhadap konsentrasi Logam Berat Cu tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap sebaran kandungan logam berat Cu.Kata Kunci: Logam Berat Tembaga (Cu), Distribusi, Status Pencemaran, Teluk Staring</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-01-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSL/article/view/10770</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jsl.v4i4.10770</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan); Vol 4, No 4: November 2019; 225-234</dc:source>
	<dc:source>2503-0396</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jsl.v4i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSL/article/view/10770/7591</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan)</dc:rights>
</oai_dc:dc>