Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 2

Pengembangan Sistem Kontrol dan Pemantauan Tetesan Cairan Infus Otomatis Berbasis Labview dengan Logika Fuzzy

Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 5 No. 4 (2018) · pp. 403–410

DOI
10.25126/jtiik.201854766
ISSN
2528-6579, 2355-7699
Published
2018-10-01
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Language
id

Abstract

Dalam instrumentasi medis infus merupakan perangkat yang digunakan untuk mengalirkan cairan, obat atau nutrisi secara intravena. Fungsi utama dari infus yaitu memberikan cairan secara periodik pada pasien. Perangkat infus saat ini, untuk mengendalikan kecepatan tetesan cairan dilakukan secara manual oleh staf medis. Masalah yang sering terjadi, seperti penyumbatan atau kehabisan isi cairan dan apabila tidak segera ditangani akan berbahaya bagi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem kontrol dan pemantauan aliran cairan infus secara otomatis. Dengan menggunakan LabVIEW National Instruments untuk memantau tetesan cairan infus. Sistem kontrol logika Fuzzy diimplementasikan dengan menggunakan mikrokontroler berbasis ATmega, yang dilengkapi dengan pompa udara, motor stepper dan pendeteksi aliran cairan. Sistem yang telah dibuat ini dapat dikembangkan untuk membantu tenaga medis dalam memantau kecepatan tetesan cairan infus untuk mencegah risiko terhadap pasien. AbstractIn the medical instrumentation infusion is a device used to drain fluids, medication or nutrients intravenously. The main function of the infusion is to give fluids periodically in patients. Infusion device at this time, to control the speed of the liquid droplets is done manually by the medical staff. Problems often occur, such as a blockage or run out of the fluid content and if not promptly treated can be harmful to the patient. This research aims to develop a prototype of control system and monitoring of the infusion liquid droplets automatically. By using the National Instruments LabVIEW to monitor the flow of intravenous fluids. The Fuzzy logic control system is implemented using an ATmega based microcontroller, equipped with air pumps, stepper motors and liquid flow detection. The performance of the prototype system of monitoring the flow of intravenous fluids automatically have a success rate of 96.75% at the set point value of 20 drops in 1 minute.

Keywords

Collaboration network of the authors

9 authors · 17 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Airlangga
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Irdam IrdamAffiliation unknown2
Ade IrmayantiAffiliation unknown1
Aditya AdityaAffiliation unknown1
Sri RahayuAffiliation unknown1
Fransiskus OdiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/en/oai, first harvested 27 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Pengembangan Sistem Kontrol dan Pemantauan Tetesan Cairan Infus Otomatis Berbasis Labview dengan Logika Fuzzy</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Yunardi, Riky Tri</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Setiawan, Dani</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Maulina, Farah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Prijo, Tri Anggono</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Infus</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kecepatan tetesan cairan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">LabVIEW</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Logika Fuzzy</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Dalam instrumentasi medis infus merupakan perangkat yang digunakan untuk mengalirkan cairan, obat atau nutrisi secara intravena. Fungsi utama dari infus yaitu memberikan cairan secara periodik pada pasien. Perangkat infus saat ini, untuk mengendalikan kecepatan tetesan cairan dilakukan secara manual oleh staf medis. Masalah yang sering terjadi, seperti penyumbatan atau kehabisan isi cairan dan apabila tidak segera ditangani akan berbahaya bagi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem kontrol dan pemantauan aliran cairan infus secara otomatis. Dengan menggunakan LabVIEW National Instruments untuk memantau tetesan cairan infus. Sistem kontrol logika Fuzzy diimplementasikan dengan menggunakan mikrokontroler berbasis ATmega, yang dilengkapi dengan pompa udara, motor stepper dan pendeteksi aliran cairan. Sistem yang telah dibuat ini dapat dikembangkan untuk membantu tenaga medis dalam memantau kecepatan tetesan cairan infus untuk mencegah risiko terhadap pasien. AbstractIn the medical instrumentation infusion is a device used to drain fluids, medication or nutrients intravenously. The main function of the infusion is to give fluids periodically in patients. Infusion device at this time, to control the speed of the liquid droplets is done manually by the medical staff. Problems often occur, such as a blockage or run out of the fluid content and if not promptly treated can be harmful to the patient. This research aims to develop a prototype of control system and monitoring of the infusion liquid droplets automatically. By using the National Instruments LabVIEW to monitor the flow of intravenous fluids. The Fuzzy logic control system is implemented using an ATmega based microcontroller, equipped with air pumps, stepper motors and liquid flow detection. The performance of the prototype system of monitoring the flow of intravenous fluids automatically have a success rate of 96.75% at the set point value of 20 drops in 1 minute. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya</dc:publisher>
	<dc:date>2018-10-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id">Analisis</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/766</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25126/jtiik.201854766</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol 5 No 4: Agustus 2018; 403-410</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol. 5 No. 4: Agustus 2018; 403-410</dc:source>
	<dc:source>2528-6579</dc:source>
	<dc:source>2355-7699</dc:source>
	<dc:source>10.25126/jtiik.201854</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/766/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2018 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer</dc:rights>
</oai_dc:dc>