Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

ANALISA PERUBAHAN GARIS PANTAI MENGGUNAKAN TEKNOLOGI PENGINDERAAN JAUH DI WILAYAH PESISIR KECAMATAN LAKUDO KABUPATEN BUTON TENGAH

Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) · Vol. 4 No. 3 (2019) · pp. 143–151

DOI
10.33772/jsl.v4i3.8779
ISSN
2503-0396
Published
2019-09-28
Publisher
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Language
eng

Abstract

Garis pantai adalah garis batas pertemuan antara daratan dan air laut, dimana posisinya tidak tetap dan dapat berpindah sesuai dengan pasang surut air laut dan erosi pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi perubahan garis pantai dan mengestimasi laju perubahan garis pantai menggunakan data Citra dari Tahun 1998-2018 di Wilayah Pesisir Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Mei Tahun 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Overlay (tumpang susun) antara Citra Landsat 5 TM Tahun 1998, Citra Landsat 7 +ETM Tahun 2001 dan 2010 dan Citra Landsat 8 OLI Tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama 20 tahun perubahan garis pantai yang terjadi di lokasi peneltian berupa abrasi dan akresi. Perubahan garis pantai berupa abrasi berkisar antara 11-156 m terjadi di Desa Lolibu, Wajogu, Moko, Mone, Teluk Lasongko, Matawine, Wongko Lakudo, Lakudo, Gu Timur, Nepa Mekar, Boneoge, Waara dan One Waara. Sedangkan akresi berkisar antara 10-102 m terjadi di Desa Lolibu, Moko, Mone, Teluk Lasongko, Wongko Lakudo, Lakudo, Gu Timur, Nepa Mekar, Boneoge, Mandongka, Waara dan One Waara. Laju perubahan garis pantai berupa abrasi berkisar antara 0.55-7.80 m/thn sedangkan akresi berkisar antara 0.50-5.10 m/thn. Perubahan tersebut utamanya disebabkan oleh faktor hidro-oseanografi yakni arus, pasut dan gelombang serta faktor antropogenik yakni pembangunan pemukiman, penambangan pasir dan degradasi hutan mangrove.Kata Kunci: Perubahan Garis Pantai, Citra Landsat, Kecamatan Lakudo

Collaboration network of the authors

27 authors · 56 co-authorship links · 9 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • State University of Semarang
  • Universitas Papua
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Ratna Diyah PalupiUniversitas Halu Oleo3
Arwan Arif RahmanUniversitas Halu Oleo2
. AsmadinAffiliation unknown2
Muhammad RamliAffiliation unknown2
Muhammad SaifulAffiliation unknown2
Subhan SubhanState University of Semarang1
Muhammad Trial Fiar ErawanUniversitas Halu Oleo1
Duaitd KolibongsoUniversitas Papua1
Adi Imam WahyudiUniversitas Halu Oleo1
Asria Agustina AnsaAffiliation unknown1
La Ode Ibnu HartomoAffiliation unknown1
. LisnaAffiliation unknown1
Arwan Arif RahmanAffiliation unknown1
. NurhayatiAffiliation unknown1
La Ode Muhammad Yasir HayaAffiliation unknown1
Popi AmeliaAffiliation unknown1
Tti DesmariAffiliation unknown1
. EmiyartiAffiliation unknown1
Wa FitrianiAffiliation unknown1
Siti Nening FadilaAffiliation unknown1
Asmadin AsmadinAffiliation unknown1
Wd Almasari Indah FajarwatyAffiliation unknown1
Nur IrawatiAffiliation unknown1
Esse SunarniAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSL/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISA PERUBAHAN GARIS PANTAI MENGGUNAKAN TEKNOLOGI PENGINDERAAN JAUH DI WILAYAH PESISIR KECAMATAN LAKUDO KABUPATEN BUTON TENGAH</dc:title>
	<dc:creator>Nurbiah, .</dc:creator>
	<dc:creator>Yasir Haya, La Ode Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Pratikino, A. Ginong</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Garis pantai adalah garis batas pertemuan antara daratan dan air laut, dimana posisinya tidak tetap dan dapat berpindah sesuai dengan pasang surut air laut dan erosi pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi perubahan garis pantai dan mengestimasi laju perubahan garis pantai menggunakan data Citra dari Tahun 1998-2018 di Wilayah Pesisir Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah.  Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Mei Tahun 2019. Metode yang   digunakan  dalam penelitian ini adalah metode Overlay (tumpang susun) antara Citra Landsat 5 TM Tahun 1998, Citra Landsat 7 +ETM Tahun 2001 dan 2010 dan Citra Landsat 8 OLI  Tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama 20 tahun perubahan garis pantai yang terjadi di lokasi peneltian berupa abrasi dan akresi. Perubahan garis pantai berupa abrasi berkisar antara 11-156 m  terjadi di Desa Lolibu, Wajogu, Moko, Mone, Teluk Lasongko, Matawine, Wongko Lakudo, Lakudo, Gu Timur, Nepa Mekar, Boneoge, Waara dan One Waara. Sedangkan akresi berkisar antara 10-102 m terjadi di Desa Lolibu, Moko, Mone, Teluk Lasongko, Wongko Lakudo, Lakudo, Gu Timur, Nepa Mekar, Boneoge, Mandongka, Waara dan One Waara. Laju perubahan garis pantai berupa abrasi berkisar antara  0.55-7.80 m/thn sedangkan akresi berkisar antara 0.50-5.10 m/thn. Perubahan tersebut utamanya disebabkan oleh faktor  hidro-oseanografi yakni arus, pasut dan gelombang serta faktor antropogenik yakni pembangunan pemukiman, penambangan pasir dan degradasi hutan mangrove.Kata Kunci: Perubahan Garis Pantai, Citra Landsat, Kecamatan Lakudo </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-09-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSL/article/view/8779</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jsl.v4i3.8779</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan); Vol 4, No 3: Agustus 2019; 143-151</dc:source>
	<dc:source>2503-0396</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jsl.v4i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSL/article/view/8779/6342</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan)</dc:rights>
</oai_dc:dc>