Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

KOMPOSISI JENIS DAN KEPADATAN BIVALVIA PADA KAWASAN MANGROVE DI PERAIRAN DESA LANGARA BAJO, KECAMATAN WAWONII BARAT, KABUPATEN KONAWE KEPULAUAN

Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) · Vol. 6 No. 2 (2021) · pp. 115–122

DOI
10.33772/jsl.v6i2.19431
ISSN
2503-0396
Published
2021-07-07
Publisher
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Language
eng

Abstract

Bivalvia merupakan golongan kekerangan, remis, dan sebangsanya. Bivalvia memiliki fungsi ekologi penting dalam rantai makanan di kawasan hutan mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan kepadatan bivalvia, kerapatan mangrove, hubungan kepadatan bivalvia dengan kerapatan mangrove pada kawasan mangrove di perairan Desa Langara Bajo. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Juli 219 di perairan Desa Langara Bajo, Kecamatan Wawonii Barat, Kabupateen Konawe Kepulauan. Bahan Organik dianalisis di Laboratorium Unit Produktivitas Lingkungan dan Perairan. Analisis tekstur substrat di lakukan di Laboratorium Pengujian Bahan dan Kontruksi Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo. Pengambilan sampel bivalvia pada 3 stasiun pengamatan dilakukan dengan dua kali pengulangan.. Pengambilan dilakukan dengan meletakkan transek kuadrat ukuran 1x1 meter sebanyak 5 transek pada petak contoh 10x10 meter sebagai daerah patokan pengambilan sampel bivalvia. Hasil penelitian ditemukan 5 jenis bivalvia yaitu, Anadara antiquate, Tranchycardium rogusum, Gafrarium tumidum, Gafrarium gibbia dan Barbatia decussate. Nilai komposisi jenis bivalvia berkisar antara 6% - 33%. Kepadatan jenis bivalvia berkisar antara 0,8 – 6,8 ind./m2. Jenis mangrove yang ditemukan adalah jenis Rhizophora mucronata dan Rhizophora stylosa dengan kerapatan jenis berkisar antara 163 – 406 pohon/ha. Tingginya kerapatan mangrove pada stasiun II mempengaruhi keberadaan bivalvia di perairan tersebut.Kata kunci: Bivalvia, Komposisi Jenis, Kepadatan, Mangrove, Desa Langara Bajo

Collaboration network of the authors

40 authors · 70 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Muhammad RamliAffiliation unknown7
. EmiyartiAffiliation unknown4
. AsmadinAffiliation unknown2
Nur IrawatiAffiliation unknown2
Ira IraAffiliation unknown2
La Ode Alirman AfuAffiliation unknown2
Harnia HusenAffiliation unknown2
Khusnul FatimahAffiliation unknown2
. YusrianaAffiliation unknown2
Syahnul Sardi TitaheluwAffiliation unknown1
. FirmansyahAffiliation unknown1
Hasnia AramiAffiliation unknown1
Wa Ode Era NurcayaAffiliation unknown1
Uun YulistianiAffiliation unknown1
Rusham MuhuAffiliation unknown1
. IrmanAffiliation unknown1
. ArianiAffiliation unknown1
La Ode Alirman AfuAffiliation unknown1
Ricky RickyAffiliation unknown1
Muhammad RuslinAffiliation unknown1
Abdur Muh. RifsaldiAffiliation unknown1
Rinda IndriyaniAffiliation unknown1
Akbar AlifAffiliation unknown1
La Ode Muhammad Yasir HayaAffiliation unknown1
Nur AlfatmadinaAffiliation unknown1
. RahmadaniAffiliation unknown1
. AnitaAffiliation unknown1
Muh. RamliAffiliation unknown1
Dian SarismaAffiliation unknown1
Reny W.A Lolo PadangAffiliation unknown1
Diva Safa IndiraAffiliation unknown1
Nur Rahmy ArfiantyAffiliation unknown1
Muh. Abu SofyanAffiliation unknown1
Andi Muhammad SyawalAffiliation unknown1
. NasrawatiAffiliation unknown1
. JaludinAffiliation unknown1
Esti RahayuAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSL/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KOMPOSISI JENIS DAN KEPADATAN BIVALVIA PADA KAWASAN MANGROVE DI PERAIRAN DESA LANGARA BAJO, KECAMATAN WAWONII BARAT, KABUPATEN KONAWE KEPULAUAN</dc:title>
	<dc:creator>Alimito, .</dc:creator>
	<dc:creator>Nurgayah, Wa</dc:creator>
	<dc:creator>Ira, .</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bivalvia merupakan golongan kekerangan, remis, dan sebangsanya. Bivalvia memiliki fungsi ekologi penting dalam rantai makanan di kawasan hutan mangrove.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan kepadatan bivalvia, kerapatan mangrove, hubungan kepadatan bivalvia dengan kerapatan mangrove pada kawasan mangrove di perairan Desa Langara Bajo.   Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Juli 219 di perairan Desa Langara Bajo, Kecamatan Wawonii Barat, Kabupateen Konawe Kepulauan. Bahan Organik dianalisis di Laboratorium Unit Produktivitas Lingkungan dan Perairan.  Analisis tekstur substrat di lakukan di Laboratorium Pengujian Bahan dan Kontruksi Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo. Pengambilan sampel bivalvia pada 3 stasiun pengamatan dilakukan dengan dua kali pengulangan.. Pengambilan dilakukan dengan meletakkan transek kuadrat ukuran 1x1 meter sebanyak 5 transek pada petak contoh 10x10 meter sebagai daerah patokan pengambilan sampel bivalvia. Hasil penelitian ditemukan 5 jenis bivalvia yaitu, Anadara antiquate, Tranchycardium rogusum, Gafrarium tumidum, Gafrarium gibbia dan Barbatia decussate. Nilai komposisi jenis bivalvia berkisar antara 6% - 33%. Kepadatan jenis bivalvia berkisar antara 0,8 – 6,8 ind./m2. Jenis mangrove yang ditemukan adalah jenis Rhizophora mucronata dan Rhizophora stylosa dengan kerapatan jenis berkisar antara 163 – 406 pohon/ha. Tingginya kerapatan mangrove pada stasiun II mempengaruhi keberadaan bivalvia di perairan tersebut.Kata kunci : Bivalvia, Komposisi Jenis, Kepadatan, Mangrove, Desa Langara Bajo</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-07-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSL/article/view/19431</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jsl.v6i2.19431</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan); Vol 6, No 2: Mei 2021; 115-122</dc:source>
	<dc:source>2503-0396</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jsl.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSL/article/view/19431/12381</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan)</dc:rights>
</oai_dc:dc>