Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Pengaruh Perbedaan Komposisi Media Berbasis Bokashi terhadap Pertumbuhan Biomassa Cacing Sutera (Tubifex sp.) yang Dibudidayakan dengan Metode Rak Bertingkat dan Sistem Resirkulasi

Jurnal Media Akuatika · Vol. 4 No. 4 (2020)

DOI
10.33772/jma.v4i4.10545
ISSN
2503-4324
Published
2020-01-20
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi media bokashi yang terbaik dalam mendukung pertumbuhan biomassa cacing sutera. Komposisi media bokashi yang di ujikan terdiri dari perlakuan A (25% KA, 25% KS 50% JP), perlakuan B (25% DH, 25% AT, 50% JP), perlakuan C (25% DH, 25% KA, 50% JP) dan perlakuan D (33.33% AT, 33.33% KS, 33.33% JP). Media bokashi dicampur dengan tanah lumpur berpasir dengan perbandingan 1:1. Penelitian ini dilakukan selama 45 hari pemeliharaan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah desain Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBL) yang terdiri dari 4 perlakuan, 4 ulangan, 4 baris dan 4 kolom. Bibit cacing yang digunakan memiliki ukuran 1-2,5 cm dengan kepadatan 83 g/wadah dan diberi pakan ampas tahu dengan dosis 0,25 kg/ m2 setiap hari. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak (PM), populasi cacing sutera dan kualitas air media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pertumbuhan mutlak cacing sutera adalah 14,75±0,96 g/wadah, 20±0,82 g/wadah, 17±0,82 g/wadah, 11±0,82 g/wadah, pada perlakuan A,B,C,D secara berturut-turut (P=0,000,05). Disimpulkan bahwa Perlakuan B dengan komposisi media dedak halus 25%, ampas tahu 25% dan jerami padi 50%, menghasilkan pertumbuhan mutlak dan pertumbuhan populasi cacing sutera terbaik dibandingkan dengan perlakuan lainnya.Kata kunci: media berbasis bokashi, pertumbuhan mutlak dan populasi cacing sutera, Tubifex sp.

Collaboration network of the authors

40 authors · 111 co-authorship links · 2 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Papua
  • Universitas Sulawesi Tenggara
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Agus KurniaUniversitas Halu Oleo15
Wellem H. MuskitaAffiliation unknown9
Oce AstutiAffiliation unknown5
Indriyani NurUniversitas Halu Oleo4
Yusnaini YusnainiUniversitas Halu Oleo4
Wa IbaUniversitas Halu Oleo3
Abdul M. BalubiAffiliation unknown2
. YusnainiAffiliation unknown2
Wellem H. MuskitaAffiliation unknown2
Sitti Asna SamuriaUniversitas Halu Oleo1
Jon DahlanUniversitas Halu Oleo1
Waode MushaffaAffiliation unknown1
Wellem Henrik MuskitaUniversitas Halu Oleo1
Anshar AnsharAffiliation unknown1
Sulastri IlyasUniversitas Halu Oleo1
Erick Arjuna ArisUniversitas Halu Oleo1
Ayub M. PadangaranAffiliation unknown1
Musarlin MusarlinAffiliation unknown1
. RusminaAffiliation unknown1
Edi EdiAffiliation unknown1
Siti ManfusAffiliation unknown1
Putri AndrianiAffiliation unknown1
Yulina YulinaAffiliation unknown1
Rani RaniAffiliation unknown1
Wellem Hendrik MuskitaAffiliation unknown1
Muhammad IdrisAffiliation unknown1
Eka SaputraUniversitas Papua1
. FaridaAffiliation unknown1
Ahmad RiyadiUniversitas Sulawesi Tenggara1
Sitti RukmanaAffiliation unknown1
Muhammad ArifUniversitas Halu Oleo1
Gresela GreselaAffiliation unknown1
La Ode Baytul AbidinAffiliation unknown1
Irwan Junaidi EfendyAffiliation unknown1
Aris S. HamzahAffiliation unknown1
Mat HamzahAffiliation unknown1
Jarfin JarfinAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Perbedaan Komposisi Media Berbasis Bokashi terhadap Pertumbuhan Biomassa Cacing Sutera (Tubifex sp.) yang Dibudidayakan dengan Metode Rak Bertingkat dan Sistem Resirkulasi</dc:title>
	<dc:creator>., Armin</dc:creator>
	<dc:creator>Idris, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Hamzah, Muhaimin</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi media bokashi yang terbaik dalam mendukung  pertumbuhan biomassa cacing sutera. Komposisi media bokashi yang di ujikan terdiri dari perlakuan A (25% KA, 25% KS 50% JP), perlakuan B (25% DH, 25% AT, 50% JP), perlakuan C (25% DH, 25% KA, 50% JP) dan perlakuan D (33.33% AT, 33.33% KS, 33.33% JP).  Media bokashi dicampur dengan tanah lumpur berpasir dengan perbandingan 1:1.  Penelitian ini dilakukan selama 45 hari pemeliharaan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah desain Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBL) yang terdiri dari 4 perlakuan, 4 ulangan, 4 baris dan 4 kolom. Bibit cacing yang digunakan memiliki ukuran 1-2,5 cm dengan kepadatan 83 g/wadah dan diberi pakan ampas tahu dengan dosis 0,25 kg/ m2 setiap hari. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak (PM), populasi cacing sutera dan kualitas air media.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pertumbuhan mutlak cacing sutera adalah 14,75±0,96 g/wadah,  20±0,82 g/wadah, 17±0,82 g/wadah, 11±0,82 g/wadah, pada perlakuan A,B,C,D secara berturut-turut (P=0,000,05). Disimpulkan bahwa Perlakuan B dengan komposisi media dedak halus 25%, ampas tahu 25% dan jerami padi 50%, menghasilkan pertumbuhan mutlak dan pertumbuhan populasi cacing sutera terbaik dibandingkan dengan perlakuan lainnya.Kata kunci : media berbasis bokashi, pertumbuhan mutlak dan populasi cacing sutera, Tubifex sp.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-01-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/article/view/10545</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jma.v4i4.10545</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Media Akuatika; Vol 4, No 4: Oktober</dc:source>
	<dc:source>2503-4324</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jma.v4i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/article/view/10545/7403</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Media Akuatika</dc:rights>
</oai_dc:dc>