Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 2

Pengembangan Aplikasi Mobile Augmented Reality untuk Mendukung Pengenalan Koleksi Museum

Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 5 No. 3 (2018) · pp. 347–352

DOI
10.25126/jtiik.201853798
ISSN
2528-6579, 2355-7699
Published
2018-08-23
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Language
id

Abstract

Museum merupakan tempat yang didalamnya terdapat benda-benda warisan budaya yang dapat digunakan untuk menambah wawasan dan pengetahuan terkait sejarah di masa lalu. Namun pada kenyataannya, banyak benda bersejarah di museum yang rusak akibat dari kelalaian pengunjung dan pihak pengelola museum. Augmented Reality (AR) merupakan teknologi yang berkembang dan sangat diminati saat ini sehingga menawarkan peluang baru sebagai media alternative pengenalan benda-benda di museum. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan teknologi AR untuk mengenalkan benda-benda museum sehingga terlihat interaktif bagi pengunjung serta dapat mengurangi resiko kerusakan benda di museum. Dengan dikembangkannya aplikasi ini, diharapkan mampu meminmalisir jumlah benda-benda yang rusak karena kelalaian pengunjung serta dengan adanya sistem yang interaktif dapat meningkatkan minat masyarakat untuk mengunjungi musium sebagai salah satu tempat untuk mengenal dan menambah informasi terkait warisan budaya dan sejarah. Aplikasi ini dikembangkan dengan mengadopsi Agile proses untuk lebih mudah mengakomodasi perubahan. Hasil pengujian fungsionalitas setelah aplikasi diimplementasikan menunjukan bahwa semua kebutuhan fungsional telah terpenuhi oleh sistem dan dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan. Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa semua fitur aplikasi dapat dijalankan dengan baik di berbagai versi platform Android. Hasil dari pengujian usabilitas aplikasi dengan memberikan kuesioner System Usability Scale (SUS) kepada pengunjung museum dan staf museum, menunjukkan angka kepuasan pengunjung sebesar 86%. Dari nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa aplikasi ini dapat dengan mudah digunakan untuk membantu pengenalan benda koleksi museum. AbstractMuseum is a place that contain various objects of cultural heritage that can lead to gain new insight and knowledge for young generations. However, there are many cases that many museum’s objects are damaged by museum visitors. Augmented Reality (AR) is an emerging technology that offer new possibilities as an alternative media to display museum collections to visitors. This work aim to develop an augmented reality application to introduce museum collections in more interesting ways for visitors and also to mitigate the risk about damaged museum collections by careless visitors. This application was developed using Agile software development process. Functional testing of proposed application shows that all functional requirements have been met by the system. Additionally, testing results indicate that all application features can be well executed in various version of Android. The result of usability testing by giving questionnaires of System Usability Scale (SUS) to the respondents of museum visitors and museum staf, obtaining visitor satisfaction result gets 86% of museum staf satisfaction toward application. From these values can be concluded that this application can help the introduction of museum objects to museum visitors. Compatibility testing indicates that the work validity of these features can be well executed.

Keywords

Collaboration network of the authors

22 authors · 43 co-authorship links · 4 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • University of Brawijaya
  • National Central University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Lutfi FananiUniversity of Brawijaya4
Deron LiangNational Central University4
Ginanjar Wisnu Ifan A.University of Brawijaya2
Reinhard Jonathan SilalahiUniversity of Brawijaya2
Sholeh Hadi PramonoUniversity of Brawijaya2
Mukhammad Sharif HidayatullohUniversity of Brawijaya2
Mohamad Handy NugrahaUniversity of Brawijaya2
Faizatul AmaliaUniversity of Brawijaya1
Rizki Tri SulistyoUniversity of Brawijaya1
Andre DiofanuUniversity of Brawijaya1
Noveria Anggraeni FiajiUniversity of Brawijaya1
Prima ZulvarinaUniversity of Brawijaya1
Ahmad Afif SupiantoUniversity of Brawijaya1
Santi Yunika SufianaUniversity of Brawijaya1
Thareq Abel RamadhanAffiliation unknown1
Thareq Abel RamadhanUniversity of Brawijaya1
Mahardeka Tri AnanataAffiliation unknown1
Dava Mohammad HamkaUniversity of Brawijaya1
Muhamad Fauzan WahyudiAffiliation unknown1
Muhamad Fauzan WahyudiUniversity of Brawijaya1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/en/oai, first harvested 27 Okt 2026, last seen 27 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Pengembangan Aplikasi Mobile Augmented Reality untuk  Mendukung Pengenalan Koleksi Museum</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Brata, Komang Candra</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Brata, Adam Hendra</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">museum</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">android</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">augmented reality</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">agile</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">system usability scale.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Museum merupakan tempat yang didalamnya terdapat benda-benda warisan budaya yang dapat digunakan untuk menambah wawasan dan pengetahuan terkait sejarah di masa lalu. Namun pada kenyataannya, banyak benda bersejarah di museum yang rusak akibat dari kelalaian pengunjung dan pihak pengelola museum. Augmented Reality (AR) merupakan  teknologi yang berkembang dan sangat diminati saat ini sehingga menawarkan peluang baru sebagai media alternative pengenalan benda-benda di museum. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan teknologi AR untuk mengenalkan benda-benda museum sehingga terlihat interaktif bagi pengunjung serta dapat mengurangi resiko kerusakan benda di museum. Dengan dikembangkannya aplikasi ini, diharapkan mampu meminmalisir jumlah benda-benda yang rusak karena kelalaian pengunjung serta dengan adanya sistem yang interaktif dapat meningkatkan minat masyarakat untuk mengunjungi musium sebagai salah satu tempat untuk mengenal dan menambah informasi terkait warisan budaya dan sejarah. Aplikasi ini dikembangkan dengan mengadopsi Agile proses untuk lebih mudah mengakomodasi perubahan. Hasil pengujian fungsionalitas setelah aplikasi diimplementasikan menunjukan bahwa semua kebutuhan fungsional telah terpenuhi oleh sistem dan dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan. Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa semua fitur aplikasi dapat dijalankan dengan baik di berbagai versi platform Android. Hasil dari pengujian usabilitas aplikasi dengan memberikan kuesioner System Usability Scale (SUS) kepada pengunjung museum dan staf museum, menunjukkan angka kepuasan pengunjung sebesar 86%. Dari nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa aplikasi ini dapat dengan mudah digunakan untuk membantu pengenalan benda koleksi museum.  AbstractMuseum is a place that contain various objects of cultural heritage that can lead to gain new insight and knowledge for young generations. However, there are many cases that many museum’s objects are damaged by museum visitors. Augmented Reality (AR) is an emerging technology that offer new possibilities as an alternative media to display museum collections to visitors. This work aim to develop an augmented reality application to introduce museum collections in more interesting ways for visitors and also to mitigate the risk about damaged museum collections by careless visitors. This application was developed using Agile software development process. Functional testing of proposed application shows that all functional requirements have been met by the system. Additionally, testing results indicate that all application features can be well executed in various version of Android. The result of usability testing by giving questionnaires of System Usability Scale (SUS) to the respondents of museum visitors and museum staf, obtaining visitor satisfaction result gets 86% of museum staf satisfaction toward application. From these values can be concluded that this application can help the introduction of museum objects to museum visitors. Compatibility testing indicates that the work validity of these features can be well executed. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya</dc:publisher>
	<dc:date>2018-08-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/798</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25126/jtiik.201853798</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol 5 No 3: Juni 2018; 347-352</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol. 5 No. 3: Juni 2018; 347-352</dc:source>
	<dc:source>2528-6579</dc:source>
	<dc:source>2355-7699</dc:source>
	<dc:source>10.25126/jtiik.201853</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/798/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2018 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer</dc:rights>
</oai_dc:dc>