Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Studi Pertumbuhan Ikan Sidat (Anguilla bicolor) yang diberi Hormon Pertumbuhan Rekombinan Kerapu Kertang (rEIGH) dengan Selang Waktu Penyuntikan yang Berbeda

Jurnal Media Akuatika · Vol. 5 No. 2 (2020) · pp. 78–86

DOI
10.33772/jma.v5i2.11024
ISSN
2503-4324
Published
2020-04-24
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interval waktu optimum penyuntikan hormon pertumbuhan rekombinan ikan kerapu kertang (rElGH) terhadap pertumbuhan ikan sidat (A. bicolor). Sebayak 60 ekor ikan sidat dengan berat awal rata-rata 94-120 g ditempatkan kedalam 12 wadah bak kayu (5 ekor/wadah) diberi perlakuan perbedaan waktu penyuntikan hormon yaitu setiap 5 hari, 7 hari, 9 hari dan kontrol (tanpa penyuntikan hormon). Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak (PM), laju pertumbuhan spesifik (LPS) dan kelangsungan hidup. Hasil analisis sidik ragam menunjukan bahwa penyuntikan hormon pertumbuhan rekombinan ikan kerapu (rElGH) dengan rentang waktu yang berbeda memberikan pengaruh yang signifikan (P0,05) terhadap PM, LPS dan kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyuntikan hormon pertumbuhan rekombinan ikan kerapu kertang (rElGH) dengan selang waktu 9 hari menghasilkan PM dan LPS ikan sidat tertinggi yakni masing-masing sebesar 34.0 ± 1.22 g dan 0.61 ± 0.03 %. Kelangsungan hidup ikan sidat pada semua perlakuan adalah 100 %. Penelitian menyimpulkan bahwa penyuntikan hormon pertumbuhan rekombinan ikan kerapu kertang (rElGH) dengan selang waktu 9 hari dapat meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan sidat.Kata kunci: Hormon rEIGH, waktu penyuntikan, pertumbuhan Ikan sidat, Anguilla bicolor

Collaboration network of the authors

40 authors · 114 co-authorship links · 6 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Bina Sarana Informatika
  • State University of Makassar
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Muhaimin HamzahUniversitas Halu Oleo23
Oce AstutiAffiliation unknown12
Wellem H. MuskitaAffiliation unknown11
. YusnainiAffiliation unknown7
Wa IbaUniversitas Halu Oleo7
Abdul Muis BalubiAffiliation unknown4
La SaraUniversitas Halu Oleo3
ABDUL RAHMANUniversitas Halu Oleo3
Abdul M. BalubiAffiliation unknown3
Muhammad RamliAffiliation unknown2
Kadir SabiluAffiliation unknown2
Irwan J. EffendyAffiliation unknown2
Abdul H. SaritaAffiliation unknown2
Asnani AsnaniAffiliation unknown2
Indrayani IndrayaniState University of Makassar2
Utama K. PangerangAffiliation unknown2
Rahmad S. PatadjaiAffiliation unknown2
Ruslaini RuslainiAffiliation unknown2
Muhammad Natsir NessaAffiliation unknown1
Muhammad Iqbal DjawadAffiliation unknown1
Dody Dharmawan TrijunoAffiliation unknown1
Mulyadi MulyadiAffiliation unknown1
Muhammad Irfan BasriUniversitas Halu Oleo1
Abdul HamidUniversitas Bina Sarana Informatika1
Kangkuso AnaluddinUniversitas Halu Oleo1
La SyahrirUniversitas Halu Oleo1
LD Muhammad Yasir HayaAffiliation unknown1
Asnani AsnaniAffiliation unknown1
Khaidhar Ma’rufUniversitas Halu Oleo1
Abdul MajidUniversitas Halu Oleo1
Muhammad IdrisUniversitas Halu Oleo1
Yustika Intan PermatahatiAffiliation unknown1
Muhammad RamliUniversitas Halu Oleo1
Zainuddin SaenongUniversitas Halu Oleo1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Studi Pertumbuhan Ikan Sidat (Anguilla bicolor) yang diberi Hormon Pertumbuhan Rekombinan Kerapu Kertang (rEIGH) dengan Selang Waktu Penyuntikan yang Berbeda</dc:title>
	<dc:creator>Sukriawan, Sukriawan</dc:creator>
	<dc:creator>Idris, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Kurnia, Agus</dc:creator>
	<dc:creator>Yusnaini, Yusnaini</dc:creator>
	<dc:creator>Abidin, La Ode Baytul</dc:creator>
	<dc:creator>Nur, Indriyani</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interval waktu optimum penyuntikan hormon pertumbuhan rekombinan ikan kerapu kertang (rElGH) terhadap pertumbuhan ikan sidat (A. bicolor). Sebayak 60 ekor ikan sidat dengan berat awal rata-rata 94-120 g ditempatkan kedalam 12 wadah bak kayu (5 ekor/wadah) diberi perlakuan perbedaan waktu penyuntikan hormon yaitu setiap 5 hari, 7 hari, 9 hari dan kontrol (tanpa penyuntikan hormon). Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak (PM), laju pertumbuhan spesifik (LPS) dan kelangsungan hidup. Hasil analisis sidik ragam menunjukan bahwa penyuntikan hormon pertumbuhan rekombinan ikan kerapu (rElGH) dengan rentang waktu yang berbeda  memberikan pengaruh yang signifikan (P0,05) terhadap PM, LPS dan kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyuntikan hormon pertumbuhan rekombinan ikan kerapu kertang (rElGH) dengan selang waktu 9 hari menghasilkan PM dan LPS ikan sidat tertinggi yakni masing-masing sebesar 34.0 ± 1.22 g dan 0.61 ± 0.03 %. Kelangsungan hidup ikan sidat pada semua perlakuan adalah 100 %. Penelitian menyimpulkan bahwa penyuntikan hormon pertumbuhan rekombinan ikan kerapu kertang (rElGH) dengan selang waktu 9 hari dapat meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan sidat.Kata kunci: Hormon rEIGH, waktu penyuntikan, pertumbuhan Ikan sidat, Anguilla bicolor</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-04-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/article/view/11024</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jma.v5i2.11024</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Media Akuatika; Vol 5, No 2 (2020): April; 78-86</dc:source>
	<dc:source>2503-4324</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jma.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/article/view/11024/14073</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Media Akuatika</dc:rights>
</oai_dc:dc>