Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Performa Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Ikan Sidat Kembang (Anguilla marmorata) Yang Dipuasakan Dengan Interval Waktu Berbeda

Jurnal Media Akuatika · Vol. 7 No. 2 (2022) · pp. 80–88

DOI
10.33772/jma.v7i2.24527
ISSN
2503-4324
Published
2022-04-19
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan sidat kembang (A.marmorata) yang dipuasakan dengan interval waktu berbeda. Empat jenis interval waktu pemuasaan ikan sidat kembang dalam penelitian ini yaitu Tanpa Pemuasaan (A), Pemuasaan 4 Hari (B), Pemuasaan 6 Hari (C) danPemuasaan 8 Hari (D). Sebanyak 48 ekor ikan sidat yang dimasukan kedalam 12 bak beton (4 ekor/wadah) yang berukuran 200 × 100 × 80 cm yang dipelihara selama 45 hari. Ikan uji diberi pakan keong mas sebanyak 2 kali sehari (08.00 dan 16.00 WITA) dengan dosis sebanyak 15% bobot biomassa ikan. Parameter yang diamati yaituPertumbuhan Mutlak (PM), Laju Pertumbuhan Spesifik (LPS) dan Tingkat Kelangsungan Hidup (TKH). Hasil penelitian menunjukan bahwa PM tertinggi didapatkan pada sidat kembang dengan perlakuan A sebesar 4,92 g, diikuti oleh perlakuan B dan C masing masing sebesar 4,67 g dan 3,42 g. Sedangkan LPS sidat kembang terendah didapatkan pada perlakuan D sebesar 2,58 g. LPS tertinggi didapatkan pada perlakuan A sebesar 0,30 % diikuti oleh perlakuan B, C dan D dengan nilai sebesar 0,28 %, 0,20% dan 0,15 %. TKH ikan sidat tertinggi didapatkan pada perlakuan A dan B yaitu sebesar 100%, diikuti oleh perlakuan C dan D dengan nilai sebesar 75 % dan 66 %. Penelitian ini menyimpulkan bahwa interval waktu pemuasaan selama 4 hari menghasilkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup optimum sidat kembang.Kata Kunci: Sidat kembang; Pemuasaan; Pertumbuhan; Kelangsungan Hidup

Collaboration network of the authors

40 authors · 115 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Muhaimin HamzahUniversitas Halu Oleo15
Wellem H. MuskitaAffiliation unknown10
Yusnaini YusnainiUniversitas Halu Oleo8
Oce AstutiAffiliation unknown8
Indriyani NurUniversitas Halu Oleo7
. YusnainiAffiliation unknown5
ABDUL RAHMANUniversitas Halu Oleo3
Abdul M. BalubiAffiliation unknown3
La Ode Baytul AbidinAffiliation unknown2
Irwan J. EffendyAffiliation unknown2
Wa IbaUniversitas Halu Oleo2
Abdul MajidUniversitas Halu Oleo1
Muhammad IdrisUniversitas Halu Oleo1
Jon DahlanUniversitas Halu Oleo1
Wellem Henrik MuskitaUniversitas Halu Oleo1
Anshar AnsharAffiliation unknown1
Santi SantiAffiliation unknown1
Sulastri IlyasUniversitas Halu Oleo1
Azuka B. YuukannaAffiliation unknown1
Sukriawan SukriawanAffiliation unknown1
Muhammad IdrisAffiliation unknown1
La SuriadiAffiliation unknown1
Nurfati BaaluAffiliation unknown1
Muhammad IdrisAffiliation unknown1
Kasrun IjalAffiliation unknown1
Waode MuliatiAffiliation unknown1
Edi EdiAffiliation unknown1
Siti ManfusAffiliation unknown1
Putri AndrianiAffiliation unknown1
Abdul khalikAffiliation unknown1
Anwar AnwarAffiliation unknown1
Anci LawaoAffiliation unknown1
Rani RaniAffiliation unknown1
Wellem Hendrik MuskitaAffiliation unknown1
Muhammad IdrisAffiliation unknown1
Esri YantiAffiliation unknown1
. SarniatiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Performa Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Ikan Sidat Kembang (Anguilla marmorata) Yang Dipuasakan Dengan Interval Waktu Berbeda</dc:title>
	<dc:creator>Astari, Husni Dilla</dc:creator>
	<dc:creator>Kurnia, Agus</dc:creator>
	<dc:creator>Idris, Muhammad</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan sidat kembang (A.marmorata) yang dipuasakan dengan interval waktu berbeda. Empat jenis interval waktu pemuasaan ikan sidat kembang dalam penelitian ini yaitu Tanpa Pemuasaan (A), Pemuasaan 4 Hari (B), Pemuasaan 6 Hari (C) danPemuasaan 8 Hari (D). Sebanyak 48 ekor ikan sidat yang dimasukan kedalam 12 bak beton (4 ekor/wadah) yang berukuran 200 × 100 × 80 cm yang dipelihara selama 45 hari. Ikan uji diberi pakan keong mas sebanyak 2 kali sehari (08.00 dan 16.00 WITA) dengan dosis sebanyak 15% bobot biomassa ikan. Parameter yang diamati yaituPertumbuhan Mutlak (PM), Laju Pertumbuhan Spesifik (LPS) dan Tingkat Kelangsungan Hidup (TKH). Hasil penelitian menunjukan bahwa PM tertinggi didapatkan pada sidat kembang dengan perlakuan A sebesar 4,92 g, diikuti oleh perlakuan B dan C masing masing sebesar 4,67 g dan 3,42 g. Sedangkan LPS sidat kembang terendah didapatkan pada perlakuan D sebesar 2,58 g. LPS tertinggi didapatkan pada perlakuan A sebesar 0,30 % diikuti oleh perlakuan B, C dan D dengan nilai sebesar 0,28 %, 0,20% dan 0,15 %. TKH ikan sidat tertinggi didapatkan pada perlakuan A dan B yaitu sebesar 100%, diikuti oleh perlakuan C dan D dengan nilai sebesar 75 % dan 66 %. Penelitian ini menyimpulkan bahwa interval waktu pemuasaan selama 4 hari menghasilkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup optimum sidat kembang.Kata Kunci : Sidat kembang ; Pemuasaan ; Pertumbuhan ; Kelangsungan Hidup </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-04-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/article/view/24527</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jma.v7i2.24527</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Media Akuatika; Vol 7, No 2 (2022): April; 80-88</dc:source>
	<dc:source>2503-4324</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jma.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/article/view/24527/14835</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Media Akuatika</dc:rights>
</oai_dc:dc>