Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Substitusi Tepung Kedelai (Glycine max) Dengan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) Dalam Pakan Terhadap Tingkat Kecernaan Ikan Nila (Oreochromis niloticus)

Jurnal Media Akuatika · Vol. 7 No. 4 (2023) · pp. 204–205

DOI
10.33772/jma.v7i4.25572
ISSN
2503-4324
Published
2023-01-29
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh subtitusi tepung kedelai dengan tepung daun kelor dalam pakan terhadap tingkat kecernaan ikan nila (O. niloticus). Empat jenis pakan dibuat berdasarkan presentase substitusi Tepung Kedelai (TK) dan Tepung Daun Kelor (TDK) dalam pakan yaitu 100% TK (pakan A), 75% TK + 25% TDK (pakan B), 50% TK + 50% TDK (pakan C) dan 25% TK + 75% TDK (pakan D). Sejumlah 96 ekor ikan Nila (bobot awal: 10,5 ± 0,2 g) dimasukan kedalam 12 unit akuarium (8 ekor/akuarium) yang berukuran 60 × 50 × 40 cm dengan ketinggian air 30 cm. Frekuensi pemberian pakan 2 kali sehari (08:00 dan 16.00 WITA) dengan dosis sebanyak 5% bobot biomassa selama 60 hari pemeliharaan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan tepung daun kelor (M. oleifera) ke dalam pakan memberikan pengaruh yang sama atau tidak berbeda nyata terhadap tingkat kecernaan protein, tingkat kecernaan total dan pertumbuhan mutlak rata-rata. Tingkat kecernaan protein dan kecernaan total ikan nila masing –masing berkisar antara 88,72 – 96,16% and 61,54 - 87,18%. Pertumbuhan mutlak rata-rata ikan nila yang diberi pakan uji berkisar antara 9,81 – 8,23 g. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tepung daun kelor dapat dijadikan bahan pakan sumber protein nabati sebagai alternatidf dalam pakan pakan dengan tingkat kecernaan yang tinggi pada ikan nila. Kata Kunci: Ikan Nila, Tepung kedelai, Tepung daun kelor, Kecernaan protein, Kecernaan total

Collaboration network of the authors

40 authors · 104 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Wellem H. MuskitaAffiliation unknown19
Oce AstutiAffiliation unknown13
Yusnaini YusnainiUniversitas Halu Oleo12
Indriyani NurUniversitas Halu Oleo11
. YusnainiAffiliation unknown7
Abdul M. BalubiAffiliation unknown5
Wa IbaUniversitas Halu Oleo5
ABDUL RAHMANUniversitas Halu Oleo4
Wellem H. MuskitaAffiliation unknown3
La Ode Baytul AbidinAffiliation unknown2
Irwan J. EffendyAffiliation unknown2
Jon DahlanUniversitas Halu Oleo2
Wellem Henrik MuskitaUniversitas Halu Oleo2
Anshar AnsharAffiliation unknown2
Sulastri IlyasUniversitas Halu Oleo2
Edi EdiAffiliation unknown2
Abdul MajidUniversitas Halu Oleo1
Muhammad IdrisUniversitas Halu Oleo1
Sitti Asna SamuriaUniversitas Halu Oleo1
Waode MushaffaAffiliation unknown1
Santi SantiAffiliation unknown1
Erick Arjuna ArisUniversitas Halu Oleo1
Ayub M. PadangaranAffiliation unknown1
Musarlin MusarlinAffiliation unknown1
Azuka B. YuukannaAffiliation unknown1
Armin .Affiliation unknown1
Muhammad IdrisAffiliation unknown1
. RusminaAffiliation unknown1
Sukriawan SukriawanAffiliation unknown1
Muhammad IdrisAffiliation unknown1
La SuriadiAffiliation unknown1
Nurfati BaaluAffiliation unknown1
Muhammad IdrisAffiliation unknown1
Kasrun IjalAffiliation unknown1
Husni Dilla AstariAffiliation unknown1
Muhammad IdrisAffiliation unknown1
Waode MuliatiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Substitusi Tepung Kedelai (Glycine max) Dengan Tepung Daun Kelor  (Moringa oleifera) Dalam Pakan Terhadap Tingkat Kecernaan Ikan Nila  (Oreochromis niloticus)</dc:title>
	<dc:creator>Andriani, Putri</dc:creator>
	<dc:creator>Hamzah, Muhaimin</dc:creator>
	<dc:creator>Kurnia, Agus</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh subtitusi tepung kedelai dengan tepung daun kelor dalam pakan terhadap tingkat kecernaan ikan nila (O. niloticus). Empat jenis pakan dibuat berdasarkan presentase substitusi Tepung Kedelai (TK) dan Tepung Daun Kelor (TDK) dalam pakan yaitu 100% TK (pakan A), 75% TK + 25% TDK (pakan B), 50% TK + 50% TDK (pakan C) dan 25% TK + 75% TDK (pakan D). Sejumlah 96 ekor ikan Nila (bobot awal: 10,5 ± 0,2 g) dimasukan kedalam 12 unit akuarium (8 ekor/akuarium) yang berukuran 60 × 50 × 40 cm dengan ketinggian air 30 cm. Frekuensi pemberian pakan 2 kali sehari (08:00 dan 16.00 WITA) dengan dosis sebanyak 5% bobot biomassa selama 60 hari pemeliharaan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan tepung daun kelor (M. oleifera) ke dalam pakan memberikan pengaruh yang sama atau tidak berbeda nyata terhadap tingkat kecernaan protein, tingkat kecernaan total dan pertumbuhan mutlak rata-rata. Tingkat kecernaan protein dan kecernaan total ikan nila masing –masing berkisar antara 88,72 – 96,16% and 61,54 - 87,18%. Pertumbuhan mutlak rata-rata ikan nila yang diberi pakan uji berkisar antara 9,81 – 8,23 g. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tepung daun kelor dapat dijadikan bahan pakan sumber protein nabati sebagai alternatidf dalam pakan pakan dengan tingkat kecernaan yang tinggi pada ikan nila. Kata Kunci: Ikan Nila, Tepung kedelai, Tepung daun kelor, Kecernaan protein, Kecernaan total</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-01-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/article/view/25572</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jma.v7i4.25572</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Media Akuatika; Vol 7, No 4 (2022): Oktober; 204 - 205</dc:source>
	<dc:source>2503-4324</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jma.v7i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/article/view/25572/17376</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Media Akuatika</dc:rights>
</oai_dc:dc>