Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Perbandingan Persentase Matang Gonad Induk Abalon (Haliotis asinina) yang Dipelihara pada Sistem IMTA (Integrated Multi-Trophic Aquaculture) dan Sistem Raceway

Jurnal Media Akuatika · Vol. 1 No. 4 (2016)

DOI
10.33772/jma.v1i4.4294
ISSN
2503-4324
Published
2016-12-07
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju perbandingan persentase matang gonad pada induk abalon jenis H. asinina yang dipelihara pada sistem berbeda, yaitu sistem IMTA dan sistem raceway. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2015-April 2016 bertempat di Hatchery Abalon PT. Sumber Laut Nusantara kerjasama LP2T-SPK, Desa Tapulaga, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis statistik Uji T-Test. Hewan uji yang digunakan adalah induk abalon (Haliotis asinina) dengan panjang cangkang 5.3-5.9 cm dengan pemberian pakan jenis Laurensia papillosa. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kematangan gonad tertinggi induk abalon (TKG II) terdapat pada sistem IMTA yaitu 88.75% dibanding pada sistem raceway yaitu 68.75%. Tingkat konsumsi pakan tertinggi terdapat pada sistem IMTA yaitu 258.36 g/hari dibanding pada sistem raceway yaitu 215.39%. Pertumbuhan mutlak panjang cangkang dan bobot tubuh tertinggi terdapat pada sistem IMTA yaitu 0.77 mm dan 4.34 g dibanding pada sistem raceway yaitu 0.58 mm dan 3.78 g. Persentase sintasan pada sistem IMTA mencapai 100% dan sistem raceway 73.75%. Parameter kualitas air yang diukur selama pengamatan yaitu pada sistem IMTA suhu berkisar 28-300C dan sistem raceway 29-310C, kemudian untuk salinitas 33-35 ppt, dan pH 7-8 pada sistem IMTA maupun raceway. Kata kunci: Abalon, Tingkat Kematangan Gonad, IMTA, Raceway

Collaboration network of the authors

40 authors · 171 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Andi KhaeruniUniversitas Halu Oleo7
TERRY PAKKIUniversitas Halu Oleo6
Andi B. PatadjaiAffiliation unknown6
Abdul M. BalubiAffiliation unknown6
Muhammad BotekUniversitas Halu Oleo5
Agus KurniaUniversitas Halu Oleo5
Asniah AsniahUniversitas Halu Oleo3
Waode Siti Anima HiseinUniversitas Halu Oleo3
NUR ISNAINI ULFAUniversitas Halu Oleo3
AGUNG YUSWANAUniversitas Halu Oleo3
Ermayanti IshakAffiliation unknown3
Ruslaini RuslainiAffiliation unknown3
MARIADI MARIADIUniversitas Halu Oleo2
SYAIR SYAIRUniversitas Halu Oleo2
Vit Neru SatrahUniversitas Halu Oleo2
Asmar HasanUniversitas Halu Oleo2
Abdul H. SaritaAffiliation unknown2
Ma’ruf KasimUniversitas Halu Oleo2
Halim HalimUniversitas Halu Oleo1
La Ode Santiaji BandeUniversitas Halu Oleo1
Asdianti AsdiantiUniversitas Halu Oleo1
Hasriani HasrianiAffiliation unknown1
Gusnawaty HSUniversitas Halu Oleo1
NURIADI NURIADIAffiliation unknown1
WAODE SITI ANIMA HISEINAffiliation unknown1
MIRZA ARSIATY ARSYADUniversitas Halu Oleo1
Murni Sari RahayuUniversitas Halu Oleo1
Nurhidayah NurhidayahUniversitas Halu Oleo1
RISDAYANI RISDAYANIUniversitas Halu Oleo1
Handrawan HandrawanUniversitas Halu Oleo1
Sabrina HidayatUniversitas Halu Oleo1
Sitti Aida Adha TaridalaUniversitas Halu Oleo1
Usman RianseAffiliation unknown1
Evi SatispiAffiliation unknown1
Dwiky Lucky AdiyashaAffiliation unknown1
Asrianti AsriantiAffiliation unknown1
LITA OKTAFIANA HUTTNIAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perbandingan Persentase Matang Gonad  Induk Abalon (Haliotis asinina) yang Dipelihara pada Sistem IMTA (Integrated Multi-Trophic Aquaculture)   dan Sistem Raceway</dc:title>
	<dc:creator>Sriani, .</dc:creator>
	<dc:creator>Effendy, Irwan J.</dc:creator>
	<dc:creator>Rahman, Abdul</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju perbandingan persentase matang gonad pada induk abalon jenis H. asinina yang dipelihara pada sistem berbeda, yaitu sistem IMTA dan sistem raceway.  Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2015-April 2016 bertempat di Hatchery Abalon PT. Sumber Laut Nusantara kerjasama LP2T-SPK, Desa Tapulaga, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis statistik Uji T-Test.  Hewan uji yang digunakan adalah induk abalon (Haliotis asinina) dengan panjang cangkang 5.3-5.9 cm dengan pemberian pakan jenis Laurensia papillosa.  Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kematangan gonad tertinggi induk abalon (TKG II) terdapat pada sistem IMTA yaitu 88.75% dibanding pada sistem raceway yaitu 68.75%. Tingkat konsumsi pakan tertinggi terdapat pada sistem IMTA yaitu 258.36 g/hari dibanding pada sistem raceway yaitu 215.39%.  Pertumbuhan mutlak panjang cangkang dan bobot tubuh tertinggi terdapat pada sistem IMTA yaitu 0.77 mm dan 4.34 g dibanding pada sistem raceway yaitu  0.58 mm dan 3.78 g.  Persentase sintasan pada sistem IMTA mencapai 100% dan sistem raceway 73.75%. Parameter kualitas air yang diukur selama pengamatan yaitu pada sistem IMTA suhu berkisar 28-300C dan sistem raceway 29-310C, kemudian untuk salinitas 33-35 ppt, dan pH 7-8 pada sistem IMTA maupun raceway. Kata kunci : Abalon, Tingkat Kematangan Gonad, IMTA, Raceway</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2016-12-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/article/view/4294</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jma.v1i4.4294</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Media Akuatika; Vol 1, No 4: Oktober</dc:source>
	<dc:source>2503-4324</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jma.v1i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/article/view/4294/3330</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Media Akuatika</dc:rights>
</oai_dc:dc>