Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Pengaruh Kombinasi Tepung Keong Bakau (Telescopium telescopium), Tepung Kepala Udang dan Minyak Sawit Terhadap Pertumbuhan Lobster Mutiara (Panulirus ornatus)

Jurnal Media Akuatika · Vol. 3 No. 1 (2018)

DOI
10.33772/jma.v3i1.4375
ISSN
2503-4324
Published
2018-07-27
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Lobster mutiara (Panulirus ornatus) merupakan komuditas perikanan yang ekonomis di Indonesia, harga lobster laut yang tinggi ini menyebabkan banyak ditangkap oleh para nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi Tepung Keong Bakau (TKB), Tepung Kepala Udang (TKU) dan Minyak Sawit (MS) terhadap pertumbuhan lobster mutiara. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tapulaga Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara selama 90 hari. Wadah pemeliharaan yang digunakan adalah waring sebanyak 12 kotak berukuran 70 cm x 70 cm dengan kedalaman 100 cm dan 1 kotak wadah pelapis berukuran 300 cm x 300 cm dengan kedalaman 150 cm. Selama masa pemeliharaan lob-ster diberi pakan sebanyak 2 kali sehari. Desain penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan empat ulangan. Tiga jenis pakan perlakuan dibuat berdasarkan kandungan persentase. Pakan A (10 % TKB + 30 % TKU + 3 % MI + 1 % MS), Pakan B (20 % TKB + 20 % TKU + 2 % MI + 2 % MS), dan Pakan C (30 % TKB + 10 % TKU + 1 % MI + 3 % MS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan uji tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap Pertumbuhan Mutlak (PM), Laju Pertumbuhan Spesifik (LPS), Tingkat Kelangsungan Hidup (TKH) dan Rasio Konversi Pakan (RKP). Pertumbuhan mutlak rata-rata yang didapatkan pada perlakuan A (2,15 g), B (3,10 g) dan C (3,22 g). Laju pertumbuhan spesifik pada perlakuan A, B dan C pada hari ke-45 sebesar: 1,43 g, 1,24 g dan 1,04 g dan hari ke-90 sebesar: 1,15 g, 1,05 g dan 0,91 g. Tingkat kelangsungan hidup pada perlakuan A, B dan C adalah 100 % dan rasio konversi pakan pada perlakuan A (1,95), B (2,08) dan C (2,29). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi tepung keong bakau, tepung kepala udang dan minyak sawit terhadap pertumbuhan lobster mutiara tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P0,05). Hasil yang tidak berbeda nyata ini diasumsikan dapat menggantikan tepung ikan dan minyak ikan sebagai sumber protein dan lemak dalam pakan lobster mutiara walau tidak secara keseluruhan.Kata kunci: Tepung Keong Bakau, Tepung Kepala Udang, Minyak Sawit, Pertumbuhan.

Collaboration network of the authors

40 authors · 110 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Muhaimin HamzahUniversitas Halu Oleo17
Wellem H. MuskitaAffiliation unknown15
Indriyani NurUniversitas Halu Oleo12
Oce AstutiAffiliation unknown9
Yusnaini YusnainiUniversitas Halu Oleo8
Muhammad RamliAffiliation unknown4
Abdul M. BalubiAffiliation unknown4
ABDUL RAHMANUniversitas Halu Oleo3
Irwan J. EffendyAffiliation unknown3
La Ode Baytul AbidinAffiliation unknown2
Wa IbaUniversitas Halu Oleo2
La SuriadiAffiliation unknown2
Nurfati BaaluAffiliation unknown2
Muhammad IdrisAffiliation unknown2
Abdul MajidUniversitas Halu Oleo1
Muhammad IdrisUniversitas Halu Oleo1
Jon DahlanUniversitas Halu Oleo1
Wellem Henrik MuskitaUniversitas Halu Oleo1
Anshar AnsharAffiliation unknown1
Santi SantiAffiliation unknown1
Sulastri IlyasUniversitas Halu Oleo1
Muh. RivaldyAffiliation unknown1
Baru SadarunAffiliation unknown1
. DeniroAffiliation unknown1
Azuka B. YuukannaAffiliation unknown1
Tri S.P. BaneAffiliation unknown1
Sukriawan SukriawanAffiliation unknown1
Muhammad IdrisAffiliation unknown1
. MustakimAffiliation unknown1
Kasrun IjalAffiliation unknown1
Husni Dilla AstariAffiliation unknown1
Muhammad IdrisAffiliation unknown1
Waode MuliatiAffiliation unknown1
Edi EdiAffiliation unknown1
Siti ManfusAffiliation unknown1
Putri AndrianiAffiliation unknown1
Abdul khalikAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Kombinasi Tepung Keong Bakau (Telescopium telescopium), Tepung Kepala Udang dan Minyak Sawit Terhadap Pertumbuhan Lobster Mutiara (Panulirus ornatus)</dc:title>
	<dc:creator>Lawao, Anci</dc:creator>
	<dc:creator>Kurnia, Agus</dc:creator>
	<dc:creator>Yusnaini, .</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Lobster mutiara (Panulirus ornatus) merupakan komuditas perikanan yang ekonomis di Indonesia, harga lobster laut yang tinggi ini menyebabkan banyak ditangkap oleh para nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi Tepung Keong Bakau (TKB), Tepung Kepala Udang (TKU) dan Minyak Sawit (MS) terhadap pertumbuhan lobster mutiara. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tapulaga Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara selama 90 hari. Wadah pemeliharaan yang digunakan adalah waring sebanyak 12 kotak berukuran 70 cm x 70 cm dengan kedalaman 100 cm dan 1 kotak wadah pelapis berukuran 300 cm x 300 cm dengan kedalaman 150 cm. Selama masa pemeliharaan lob-ster diberi pakan sebanyak 2 kali sehari. Desain penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan empat ulangan. Tiga jenis pakan perlakuan dibuat berdasarkan kandungan persentase. Pakan A (10 % TKB + 30 % TKU + 3 % MI + 1 % MS), Pakan B (20 % TKB + 20 % TKU + 2 % MI + 2 % MS), dan Pakan C (30 % TKB + 10 % TKU + 1 % MI + 3 % MS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan uji tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap Pertumbuhan Mutlak (PM), Laju Pertumbuhan Spesifik (LPS), Tingkat Kelangsungan Hidup (TKH) dan Rasio Konversi Pakan (RKP). Pertumbuhan mutlak rata-rata yang didapatkan pada perlakuan A (2,15 g), B (3,10 g) dan C (3,22 g). Laju pertumbuhan spesifik pada perlakuan A, B dan C pada hari ke-45 sebesar : 1,43 g, 1,24 g dan 1,04 g dan hari ke-90 sebesar : 1,15 g, 1,05 g dan 0,91 g. Tingkat kelangsungan hidup pada perlakuan A, B dan C adalah 100 % dan rasio konversi pakan pada perlakuan A (1,95), B (2,08) dan C (2,29). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi tepung keong bakau, tepung kepala udang dan minyak sawit terhadap pertumbuhan lobster mutiara tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P0,05). Hasil yang tidak berbeda nyata ini diasumsikan dapat menggantikan tepung ikan dan minyak ikan sebagai sumber protein dan lemak dalam pakan lobster mutiara walau tidak secara keseluruhan.Kata kunci : Tepung Keong Bakau, Tepung Kepala Udang, Minyak Sawit, Pertumbuhan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-07-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/article/view/4375</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jma.v3i1.4375</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Media Akuatika; Vol 3, No 1: Januari</dc:source>
	<dc:source>2503-4324</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jma.v3i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/article/view/4375/18502</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Media Akuatika</dc:rights>
</oai_dc:dc>