Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Substitusi Minyak Ikan dengan Minyak Kelapa Tradisional Dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Lobster Air Laut (Panulirus sp.)

Jurnal Media Akuatika · Vol. 1 No. 2 (2016)

DOI
10.33772/jma.v1i2.4281
ISSN
2503-4324
Published
2016-06-22
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi minyak ikan (MI) dengan minyak kelapa tradisional (MKT) terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup lobster air Laut (Panulirus sp). Hewan uji yang digunakan adalah lobster air laut (Panulirus sp) berukuran 1 – 3 g yang dipelihara selama 98 hari. Wadah pemeliharaan adalah waring sebanyak 12 buahberukuran 70 x 70 x 150 cm. Selama pemeliharaan lobster diberi pakan sesuai perlakuan sebanyak 2 kali sehari. Penelitian didesain menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah pakan A (100% MKT), pakan B (50% MI; 50% MKT), pakan C (66 % MI+ 34% MKT) danpakan D (83 % MI + 17 % MKT).Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi minyak ikan dengan minyak kelapa tradisional tidakmemberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap perumbuhan mutlak, laju perumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, dan kelangsungan hidup lobster air laut. Pertumbuhan mutlak yang didapatkan berkisar antara 2,51-4,02 g, laju pertumbuhan spesifik berkisar antara 1,67-2,29%, rasio konversi pakan berkisar antara 4,36-5,18. Tingkat kelangsungan hidup 100%.Kesimpulan dari hasil penelitian ini minyak kelapa tradisional dapat menjadi sumber lemak alternatif pada pakan untuk meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup lobster air laut. Kata Kunc:Minyak ikan, Minyak kelapa tradisional, Pertumbuhan, Kelangsungan hidup, Lobster (Panulirus sp).

Collaboration network of the authors

40 authors · 104 co-authorship links · 2 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Sulawesi Tenggara
  • Universitas Papua
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Agus KurniaUniversitas Halu Oleo25
Oce AstutiAffiliation unknown8
. YusnainiAffiliation unknown7
Yusnaini YusnainiUniversitas Halu Oleo5
Indriyani NurUniversitas Halu Oleo4
Wa IbaUniversitas Halu Oleo4
Abdul M. BalubiAffiliation unknown2
Wellem H. MuskitaAffiliation unknown2
Edi EdiAffiliation unknown2
Eka SaputraUniversitas Papua2
Ruslaini RuslainiAffiliation unknown2
St. Fatmawati .LUniversitas Sulawesi Tenggara1
H.M. Ichlas MappilawaUniversitas Sulawesi Tenggara1
Sitti Asna SamuriaUniversitas Halu Oleo1
Jon DahlanUniversitas Halu Oleo1
Waode MushaffaAffiliation unknown1
Wellem Henrik MuskitaUniversitas Halu Oleo1
Anshar AnsharAffiliation unknown1
Sulastri IlyasUniversitas Halu Oleo1
Erick Arjuna ArisUniversitas Halu Oleo1
Ayub M. PadangaranAffiliation unknown1
Musarlin MusarlinAffiliation unknown1
Armin .Affiliation unknown1
Muhammad IdrisAffiliation unknown1
. RusminaAffiliation unknown1
. MustakimAffiliation unknown1
Siti ManfusAffiliation unknown1
Putri AndrianiAffiliation unknown1
. SatriaAffiliation unknown1
Yulina YulinaAffiliation unknown1
Rani RaniAffiliation unknown1
Wellem Hendrik MuskitaAffiliation unknown1
Muhammad IdrisAffiliation unknown1
Wa Ode Mutia IndahAffiliation unknown1
Muhammad IdrisAffiliation unknown1
. FaridaAffiliation unknown1
Wahidin AkbarAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Substitusi Minyak Ikan dengan Minyak Kelapa Tradisional Dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Lobster Air Laut (Panulirus sp.)</dc:title>
	<dc:creator>Riyadi, Ahmad</dc:creator>
	<dc:creator>Muskita, Wellem H.</dc:creator>
	<dc:creator>Hamzah, Muhaimin</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi minyak ikan (MI) dengan minyak kelapa tradisional (MKT) terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup lobster air Laut (Panulirus sp). Hewan uji yang digunakan adalah lobster air laut (Panulirus sp) berukuran 1 – 3 g yang dipelihara selama 98 hari. Wadah pemeliharaan adalah waring sebanyak 12 buahberukuran 70 x 70 x 150 cm. Selama pemeliharaan lobster diberi pakan sesuai perlakuan sebanyak 2 kali sehari. Penelitian didesain menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah pakan A (100% MKT), pakan B (50% MI; 50% MKT), pakan C (66 % MI+ 34% MKT) danpakan D (83 % MI + 17  % MKT).Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi minyak ikan dengan minyak kelapa tradisional tidakmemberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap perumbuhan mutlak, laju perumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, dan kelangsungan hidup lobster air laut. Pertumbuhan mutlak yang didapatkan berkisar antara 2,51-4,02 g, laju pertumbuhan spesifik berkisar antara 1,67-2,29%, rasio konversi pakan berkisar antara 4,36-5,18. Tingkat kelangsungan hidup 100%.Kesimpulan dari hasil penelitian ini minyak kelapa tradisional dapat menjadi sumber lemak alternatif pada pakan untuk meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup lobster air laut. Kata Kunc:Minyak ikan, Minyak kelapa tradisional, Pertumbuhan, Kelangsungan  hidup, Lobster (Panulirus sp).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2016-06-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/article/view/4281</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jma.v1i2.4281</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Media Akuatika; Vol 1, No 2: April</dc:source>
	<dc:source>2503-4324</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jma.v1i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/article/view/4281/3317</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Media Akuatika</dc:rights>
</oai_dc:dc>