Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Pengaruh Kombinasi Tepung Keong Bakau (Telescopium telescopium) dan Minyak Kelapa Tradisional dalam Pakan Buatan terhadap Pertumbuhan Lobster Mutiara (Panulirus ornatus)

Jurnal Media Akuatika · Vol. 2 No. 3 (2017)

DOI
10.33772/jma.v2i3.4341
ISSN
2503-4324
Published
2017-09-12
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Lobster mutiara (Panulirus ornatus) merupakan salah satu organisme ekonomis penting yang sudah dibudidayakan ketika sudah memasuki fase puerulus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan kombinasi Tepung Keong Bakau (TKB) dan Minyak Kelapa Tradisional (MKT) dalam pakan buatan lobster sebagai bahan alternatif pengganti Tepung Ikan (TI) dan Minyak Ikan (MI). Penelitian ini dilaksanakan di Keramba Jaring Apung (KJA) Desa Tapulaga, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe. Sebanyak 60 ekor lobster mutiara (rata-rata berat awal 0,46 ± 0,12 g) disebar ke dalam 12 kotak jaring apung (5 ekor/wadah). Tiga jenis pakan dibuat berdasarkan persentase kombinasi keempat bahan utama yang terdiri dari: 30% TKB + 10% TI+ 1% MKT + 3% MI (pakan A), 20% TKB + 20% TI+ 2% MKT + 2% MI (pakan B) dan 10% TKB + 30% TI+ 3% MKT + 1% MI (pakan C). Parameter yang diamati adalah Pertumbuhan Mutlak (PM), Laju Pertumbuhan Spesifik (LPS), Tingkat Kelangsungan Hidup (TKH) dan Rasio Konversi Pakan (RKP). Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pakan uji berpengaruh nyata (P0.05) terhadap pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup dan konversi pakan pada lobster uji. Pertumbuhan tertinggi diperoleh pada lobster yang diberi pakan A sebesar (4,3 ± 0,52 g). Lobster yang diberi pakan B menghasilkan rata-rata laju pertumbuhan tertinggi sebesar 2,16%. Nilai konversi pakan lobster berkisar antara 31-38. Kelangsungan hidup lobster pada semua perlakuan adalah 100%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komposisi 30% TKB + 10% TI+ 1% MKT (pakan A) meningkatkan pertumbuhan mutlak. Kata Kunci: Lobster Mutiara, Tepung Keong Bakau, Minyak Kelapa Tradisional, Pertumbuhan.

Collaboration network of the authors

40 authors · 114 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Muhaimin HamzahUniversitas Halu Oleo24
Oce AstutiAffiliation unknown11
. YusnainiAffiliation unknown10
Yusnaini YusnainiUniversitas Halu Oleo9
Indriyani NurUniversitas Halu Oleo7
ABDUL RAHMANUniversitas Halu Oleo3
Abdul M. BalubiAffiliation unknown3
Wa IbaUniversitas Halu Oleo3
La Ode Baytul AbidinAffiliation unknown2
Irwan J. EffendyAffiliation unknown2
Edi EdiAffiliation unknown2
Ruslaini RuslainiAffiliation unknown2
Abdul MajidUniversitas Halu Oleo1
Muhammad IdrisUniversitas Halu Oleo1
Jon DahlanUniversitas Halu Oleo1
Wellem Henrik MuskitaUniversitas Halu Oleo1
Anshar AnsharAffiliation unknown1
Santi SantiAffiliation unknown1
Sulastri IlyasUniversitas Halu Oleo1
Azuka B. YuukannaAffiliation unknown1
Sukriawan SukriawanAffiliation unknown1
Muhammad IdrisAffiliation unknown1
La SuriadiAffiliation unknown1
Nurfati BaaluAffiliation unknown1
Muhammad IdrisAffiliation unknown1
. MustakimAffiliation unknown1
Kasrun IjalAffiliation unknown1
Husni Dilla AstariAffiliation unknown1
Muhammad IdrisAffiliation unknown1
Waode MuliatiAffiliation unknown1
Siti ManfusAffiliation unknown1
Putri AndrianiAffiliation unknown1
Abdul khalikAffiliation unknown1
Anwar AnwarAffiliation unknown1
Anci LawaoAffiliation unknown1
. SatriaAffiliation unknown1
Rani RaniAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Kombinasi Tepung Keong Bakau (Telescopium telescopium) dan Minyak Kelapa Tradisional dalam Pakan Buatan terhadap Pertumbuhan Lobster Mutiara  (Panulirus ornatus)</dc:title>
	<dc:creator>Haikal, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Kurnia, Agus</dc:creator>
	<dc:creator>Muskita, Wellem H.</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Lobster mutiara (Panulirus ornatus) merupakan salah satu organisme ekonomis penting yang sudah dibudidayakan ketika sudah memasuki fase puerulus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan kombinasi Tepung Keong Bakau (TKB) dan Minyak Kelapa Tradisional (MKT) dalam pakan buatan  lobster sebagai bahan alternatif pengganti Tepung Ikan (TI) dan Minyak Ikan (MI). Penelitian ini dilaksanakan di Keramba Jaring Apung (KJA) Desa Tapulaga, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe. Sebanyak 60 ekor lobster mutiara (rata-rata berat awal 0,46 ± 0,12 g) disebar ke dalam 12 kotak jaring apung (5 ekor/wadah). Tiga jenis pakan dibuat berdasarkan persentase kombinasi keempat bahan utama yang terdiri dari: 30% TKB + 10% TI+ 1% MKT + 3% MI (pakan A), 20% TKB + 20% TI+ 2% MKT + 2% MI (pakan B) dan 10% TKB + 30% TI+ 3% MKT + 1% MI (pakan C). Parameter yang diamati adalah Pertumbuhan Mutlak (PM), Laju Pertumbuhan Spesifik (LPS), Tingkat Kelangsungan Hidup (TKH) dan Rasio Konversi Pakan (RKP). Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pakan uji berpengaruh nyata (P0.05) terhadap pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup dan konversi pakan pada lobster uji. Pertumbuhan tertinggi diperoleh pada lobster yang diberi pakan A sebesar (4,3 ± 0,52 g). Lobster yang diberi pakan B menghasilkan rata-rata laju pertumbuhan tertinggi sebesar 2,16%. Nilai konversi pakan lobster berkisar antara 31-38. Kelangsungan hidup lobster pada semua perlakuan adalah 100%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komposisi 30% TKB + 10% TI+ 1% MKT (pakan A) meningkatkan pertumbuhan mutlak. Kata Kunci: Lobster Mutiara, Tepung Keong Bakau, Minyak Kelapa Tradisional, Pertumbuhan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2017-09-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/article/view/4341</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jma.v2i3.4341</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Media Akuatika; Vol 2, No 3: Juli</dc:source>
	<dc:source>2503-4324</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jma.v2i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/article/view/4341/3359</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Media Akuatika</dc:rights>
</oai_dc:dc>