Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Pengaruh Ablasi Mata terhadap Pertumbuhan Lobster Batik (Panulirus longipes)

Jurnal Media Akuatika · Vol. 3 No. 2 (2019)

DOI
10.33772/jma.v3i2.4451
ISSN
2503-4324
Published
2019-07-22
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Lobster batik (Panulirus longipes) merupakan salah satu organisme ekonomis penting yang dibudidayakan untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi. Pada budidaya lobster, ablasi mata dilakukan untuk merangsang reproduksi. Perubahan hormon akibat ablasi mata diduga juga akan mempengaruhi pertumbuhan somatik. Olehnya, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ablasi mata terhadap laju pertumbuhan lobster batik yang dipelihara pada jaring kantung apung. Penelitian ini dilaksanakan di Keramba Jaring Apung (KJA) Desa Tapulaga, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe. Sebanyak 12 ekor lobster batik betina (berat awal rata-rata lobster yang ablasi adalah 193 ± 29.2 g sedangkan lobster yang tidak ablasi adalah 253 ± 41.2 g). Organisme tersebut ditempatkan dalam 12 jaring katung apung bersama lobster jantan (2 ekor/wadah). Pakan yang diberikan selama masa penelitian ini adalah pakan ikan rucah yang diperoleh dari hasil tangkap masyarakat setempat. Parameter yang diamati adalah Pertumbuhan Mutlak (PM), Laju Pertumbuhan Spesifik (LPS) dan kualitas air. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ablasi mata pada lobster tidak memberikan pengaruh terhadap keseluruhan parameter yang diamati. Pertumbuhan mutlak tertinggi diperoleh pada lobster yang diablasi sebesar (23.3 ± 16.2 g) dan LPS (0.14 ± 0.104 %/hari). Penelitian ini menyimpulkan bahwa ablasi mata pada lobster tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan lobster batik (P. longipes). Kata Kunci: Lobster Batik, Ablasi Mata, Pertumbuhan.

Collaboration network of the authors

40 authors · 96 co-authorship links · 2 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • State University of Makassar
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Agus KurniaUniversitas Halu Oleo12
Yusnaini YusnainiUniversitas Halu Oleo6
Muhaimin HamzahUniversitas Halu Oleo6
Wellem H. MuskitaAffiliation unknown5
La Ode Baytul AbidinAffiliation unknown3
Oce AstutiAffiliation unknown3
Wa IbaUniversitas Halu Oleo2
Abdul Muis BalubiAffiliation unknown2
Kadir SabiluAffiliation unknown2
Abdul H. SaritaAffiliation unknown2
Mulyadi MulyadiAffiliation unknown1
Asnani AsnaniAffiliation unknown1
Khaidhar Ma’rufUniversitas Halu Oleo1
Asnani AsnaniAffiliation unknown1
Indrayani IndrayaniState University of Makassar1
Utama K. PangerangAffiliation unknown1
Rahmad S. PatadjaiAffiliation unknown1
Emand Syapriawan TolanamyUniversitas Halu Oleo1
Rahmad Sofyan PatadjaiAffiliation unknown1
Sitti Asna SamuriaUniversitas Halu Oleo1
Waode MushaffaAffiliation unknown1
Ismi Musdalifah DarsanUniversitas Halu Oleo1
Santi SantiAffiliation unknown1
Linianti LiniantiAffiliation unknown1
Maulidiyah MaulidiyahAffiliation unknown1
Erick Arjuna ArisUniversitas Halu Oleo1
Putu ArimbawaAffiliation unknown1
Weka Gusmiarty AbdullahUniversitas Halu Oleo1
La Ode Santiaji BandeUniversitas Halu Oleo1
Mursalim MursalimAffiliation unknown1
Muhammad ArbaAffiliation unknown1
Muhammad RamliAffiliation unknown1
Muh. RivaldyAffiliation unknown1
Baru SadarunAffiliation unknown1
. DeniroAffiliation unknown1
Muh. Ari SaputraAffiliation unknown1
Tri S.P. BaneAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Ablasi Mata terhadap Pertumbuhan Lobster Batik (Panulirus longipes)</dc:title>
	<dc:creator>Rivai, Hasbin</dc:creator>
	<dc:creator>Yusnaini, .</dc:creator>
	<dc:creator>Nur, Indriyani</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Lobster batik (Panulirus longipes) merupakan salah satu organisme ekonomis penting yang dibudidayakan untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi. Pada budidaya lobster, ablasi mata dilakukan untuk merangsang reproduksi.  Perubahan hormon akibat ablasi mata diduga juga akan mempengaruhi pertumbuhan somatik. Olehnya, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ablasi mata terhadap laju pertumbuhan lobster batik yang dipelihara pada jaring kantung apung. Penelitian ini dilaksanakan di Keramba Jaring Apung (KJA) Desa Tapulaga, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe. Sebanyak 12 ekor lobster batik betina (berat awal rata-rata lobster yang ablasi adalah 193 ± 29.2 g sedangkan lobster yang tidak ablasi adalah 253 ± 41.2 g). Organisme tersebut ditempatkan dalam 12 jaring katung apung bersama lobster jantan (2 ekor/wadah). Pakan yang diberikan selama masa penelitian ini adalah pakan ikan rucah yang diperoleh dari hasil tangkap masyarakat setempat. Parameter yang diamati adalah Pertumbuhan Mutlak (PM), Laju Pertumbuhan Spesifik (LPS) dan kualitas air. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ablasi mata pada lobster tidak memberikan pengaruh terhadap keseluruhan parameter yang diamati. Pertumbuhan mutlak tertinggi diperoleh pada lobster yang diablasi sebesar (23.3 ± 16.2 g) dan LPS (0.14 ± 0.104 %/hari).  Penelitian ini menyimpulkan bahwa ablasi mata pada lobster tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan lobster batik (P. longipes). Kata Kunci: Lobster Batik, Ablasi Mata, Pertumbuhan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-07-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/article/view/4451</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jma.v3i2.4451</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Media Akuatika; Vol 3, No 2: April</dc:source>
	<dc:source>2503-4324</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jma.v3i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/article/view/4451/3440</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Media Akuatika</dc:rights>
</oai_dc:dc>