Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

PEMANFAATAN KEONG BAKAU (Telescopium telescopium) SEBAGAI BIOFILTER DALAM MEMPERTAHANKAN KUALITAS AIR SECARA FISIK PADA MEDIA PEMELIHARAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus)

Jurnal Media Akuatika · Vol. 7 No. 2 (2022) · pp. 54–63

DOI
10.33772/jma.v7i2.17220
ISSN
2503-4324
Published
2022-04-04
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemanfaatan (T.telescopium) sebagai biofilter dalam mempertahankan kualitasair air secara fisik pada media pemeliharaan ikan nila (O.niloticus). Keong bakau digunakan berukuran 11 g dan ikan nila 5 g. Keong bakau dan ikan nila dipelihara selama 30 hari dalam akuarium berukuran 35x40x35 cm berisikan air 42 liter. Perlakuan yang diterapkan adalah A (kontrol), B (10 keong bakau), C (15 keong bakau) dan D (20 keong bakau) setiap unitnya berisikan 15 ekor ikan nila. Selama pemeliharaan, pemberian pakan dilakukan secara adlibitum pagi dan sore hari. Rancangan digunakan dalam penelitian yaitu rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian diperoleh nilai variabel TSS untuk perlakuan A,B,C dan D secara berurutan yaitu 1,52 mg/L, 1,25 mg/L, 0,99 mg/L, dan 0,77 mg/L. Nilai variabel TOM secara berurut adalah 3,85 mg/L, 2,88 mg/L, 1,96 mg/L, dan 1,78 mg/L. Variabel pertumbuhan mutlak organisme ikan nila masing-masing perlakuan secara berurutan adalah 17,22 ± 17,83g, 19,98 ± 19,15g, 20,52 ± 21,51g, dan 22,85 ± 23,05g dengan kelulushidupan 100% untuk semua perlakuan. Anova menujukkan bahwa variabel TSS tidak berpengaruh nyata antar perlakuan, namun pada variabel TOM memberikan pengaruh secara signifikan. Demikian terhadap pertumbuhan mutlak dan tingkat kelangsungan hidup ikan nila tidak berpengaruh antar perlakuan. Pemberian keong bakau sangat layak digumakan sebagai biofilter pada kegiatan budidaya.Kata Kunci: keong bakau, Ikan nila, Pertumbuhan Mutlak, Kelangsungan Hidup.

Collaboration network of the authors

40 authors · 172 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Andi KhaeruniUniversitas Halu Oleo7
TERRY PAKKIUniversitas Halu Oleo6
Muhammad BotekUniversitas Halu Oleo5
Ma’ruf KasimUniversitas Halu Oleo5
Abdul M. BalubiAffiliation unknown4
Irwan J. EffendyAffiliation unknown4
Agus KurniaUniversitas Halu Oleo4
Asniah AsniahUniversitas Halu Oleo3
Waode Siti Anima HiseinUniversitas Halu Oleo3
NUR ISNAINI ULFAUniversitas Halu Oleo3
AGUNG YUSWANAUniversitas Halu Oleo3
MARIADI MARIADIUniversitas Halu Oleo2
SYAIR SYAIRUniversitas Halu Oleo2
Vit Neru SatrahUniversitas Halu Oleo2
Asmar HasanUniversitas Halu Oleo2
Abdul Muis BalubiAffiliation unknown2
Syarifuddin RasyidAffiliation unknown2
MediatyAffiliation unknown2
Muhaimin HamzahUniversitas Halu Oleo2
Halim HalimUniversitas Halu Oleo1
La Ode Santiaji BandeUniversitas Halu Oleo1
Asdianti AsdiantiUniversitas Halu Oleo1
Hasriani HasrianiAffiliation unknown1
Gusnawaty HSUniversitas Halu Oleo1
NURIADI NURIADIAffiliation unknown1
WAODE SITI ANIMA HISEINAffiliation unknown1
MIRZA ARSIATY ARSYADUniversitas Halu Oleo1
Murni Sari RahayuUniversitas Halu Oleo1
Nurhidayah NurhidayahUniversitas Halu Oleo1
RISDAYANI RISDAYANIUniversitas Halu Oleo1
Handrawan HandrawanUniversitas Halu Oleo1
Sabrina HidayatUniversitas Halu Oleo1
Sitti Aida Adha TaridalaUniversitas Halu Oleo1
Usman RianseAffiliation unknown1
Evi SatispiAffiliation unknown1
Dwiky Lucky AdiyashaAffiliation unknown1
Asrianti AsriantiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PEMANFAATAN KEONG BAKAU (Telescopium telescopium) SEBAGAI BIOFILTER DALAM MEMPERTAHANKAN KUALITAS AIR SECARA FISIK PADA MEDIA  PEMELIHARAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus)</dc:title>
	<dc:creator>Wanti, Wanti</dc:creator>
	<dc:creator>Ruslaini, Ruslaini</dc:creator>
	<dc:creator>Rahman, Abdul</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK         Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemanfaatan (T.telescopium) sebagai biofilter dalam mempertahankan kualitasair air secara fisik pada media pemeliharaan ikan nila (O.niloticus). Keong bakau digunakan berukuran 11 g dan ikan nila 5 g. Keong bakau dan ikan nila dipelihara selama 30 hari dalam akuarium berukuran 35x40x35 cm berisikan air 42 liter. Perlakuan yang diterapkan adalah A (kontrol), B (10 keong bakau), C (15 keong bakau) dan D (20 keong bakau)  setiap unitnya berisikan 15 ekor ikan nila. Selama pemeliharaan, pemberian pakan dilakukan secara adlibitum pagi dan sore hari. Rancangan digunakan dalam penelitian yaitu rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian diperoleh nilai variabel TSS untuk perlakuan A,B,C dan D secara berurutan yaitu 1,52 mg/L, 1,25 mg/L, 0,99 mg/L, dan 0,77 mg/L. Nilai variabel TOM secara berurut adalah 3,85 mg/L, 2,88 mg/L, 1,96 mg/L, dan 1,78 mg/L. Variabel pertumbuhan mutlak organisme ikan nila masing-masing perlakuan secara berurutan adalah 17,22 ± 17,83g, 19,98 ± 19,15g, 20,52 ± 21,51g, dan 22,85 ± 23,05g dengan kelulushidupan 100% untuk semua perlakuan. Anova menujukkan bahwa variabel TSS tidak berpengaruh nyata antar perlakuan, namun pada variabel TOM memberikan pengaruh secara signifikan. Demikian terhadap pertumbuhan mutlak dan tingkat kelangsungan hidup ikan nila tidak berpengaruh antar perlakuan. Pemberian keong bakau sangat layak digumakan sebagai biofilter pada kegiatan budidaya.Kata Kunci : keong bakau, Ikan nila, Pertumbuhan Mutlak, Kelangsungan Hidup.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-04-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/article/view/17220</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jma.v7i2.17220</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Media Akuatika; Vol 7, No 2 (2022): April; 54-63</dc:source>
	<dc:source>2503-4324</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jma.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/article/view/17220/14823</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Media Akuatika</dc:rights>
</oai_dc:dc>