Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Budidaya Abalon di Asia: Teknologi dan Manajemen Budidayanya

Jurnal Media Akuatika · Vol. 5 No. 3 (2020) · pp. 95–105

DOI
10.33772/jma.v5i3.13188
ISSN
2503-4324
Published
2020-07-29
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Abalon merupakan salah satu produk makanan dari laut yang paling mahal. Abalon banyak dibudidayakan di beberapa negara, namun industri budidaya abalon di Asia merupakan yang terbesar di dunia, dengan Tiongkok dan Korea Selatan sebagai dua negara penghasil abalon terbesar di dunia. Secara umum, terdapat dua sistem budidaya yang dikembangkan di Asia yaitu land-based dan sea-based, dengan beberapa inovasi dan penyesuaian untuk menghasilkan abalon yang berkualitas dan bernilai jual tinggi. Benih abalon biasanya dipelihara di kolam-kolam pemeliharaan yang telah dilengkapi oleh lembaran plastik bergelombang, plastik polythene, pipa PVC maupun genteng tanah liat, yang telah ditumbuhi lapisan diatom sebagai sumber makanan bagi larva yang menempel. Pada tahap pembesaran, Korea Selatan dan Tiongkok hanya menggunakan rumput laut sebagai pakan bagi abalon, sedangkan Filipina dan Indonesia, selain pakan alami berupa rumput laut, kedua negara juga sedang mengembangkan pakan buatan yang dapat memberikan pertumbuhan yang signifikan bagi abalon budidaya.Kata Kunci: Budidaya abalon, Industri abalon, manajemen benih, manajemen induk, teknologi budidaya.

Collaboration network of the authors

4 authors · 6 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Nur HaedarAffiliation unknown1
Magdalena LitaayAffiliation unknown1
Ambeng - AmbengAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Budidaya Abalon di Asia: Teknologi dan Manajemen Budidayanya</dc:title>
	<dc:creator>Nur, Kurniati Umrah</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abalon merupakan salah satu produk makanan dari laut yang paling mahal. Abalon banyak dibudidayakan di beberapa negara, namun industri budidaya abalon di Asia merupakan yang terbesar di dunia, dengan Tiongkok dan Korea Selatan sebagai dua negara penghasil abalon terbesar di dunia.  Secara umum, terdapat dua sistem budidaya yang dikembangkan di Asia yaitu land-based dan sea-based, dengan beberapa inovasi dan penyesuaian untuk menghasilkan abalon yang berkualitas dan bernilai jual tinggi. Benih abalon biasanya dipelihara di kolam-kolam pemeliharaan yang telah dilengkapi oleh lembaran plastik bergelombang, plastik polythene, pipa PVC maupun genteng tanah liat, yang telah ditumbuhi lapisan diatom sebagai sumber makanan bagi larva yang menempel. Pada tahap pembesaran, Korea Selatan dan Tiongkok  hanya menggunakan rumput laut sebagai pakan bagi abalon, sedangkan Filipina dan Indonesia, selain pakan alami berupa rumput laut, kedua negara juga sedang mengembangkan pakan buatan yang dapat memberikan pertumbuhan yang signifikan bagi abalon budidaya.Kata Kunci : Budidaya abalon, Industri abalon, manajemen benih, manajemen induk, teknologi budidaya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-07-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/article/view/13188</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jma.v5i3.13188</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Media Akuatika; Vol 5, No 3 (2020): Juli; 95-105</dc:source>
	<dc:source>2503-4324</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jma.v5i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/article/view/13188/9133</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Media Akuatika</dc:rights>
</oai_dc:dc>