Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 2

Penerapan Metode Hybrid FIS Tsukamoto dan Algoritma Genetika untuk Prediksi Curah Hujan di Daerah Batu

Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 5 No. 4 (2018) · pp. 483–492

DOI
10.25126/jtiik.201854836
ISSN
2528-6579, 2355-7699
Published
2018-10-01
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Language
id

Abstract

Curah hujan yang semakin tidak menentu memberikan efek yang cukup signifikan pada bidang pertanian dan perkebunan. Salah satu bidang perkebunan yang memanfaatkan pola curah hujan adalah perkebunan apel. Petani apel membutuhkan perhitungan curah hujan untuk menentukan kapan proses pembungaan yang tepat agar hasil panen yang di dapatkan bisa maksimal. Namun, karena tidak menentunya pola curah hujan, petani menjadi kesulitan dalam menentukan waktu pembungaan dan panen apel menjadi tidak maksimal. Pada penelitian ini dibuat sebuah pemodelan yang paling optimal dalam memprediksi curah hujan di daerah Batu, Jawa Timur menggunakan metode hybrid FIS Tsukamoto dan algoritma genetika. Metode hybrid yang dilakukan adalah mengoptimasi batasan fungsi keanggotaan FIS Tsukamoto menggunakan algoritma genetika. Setelah proses pengujian, penerapan metode Metode hybrid FIS Tsukamoto dan algoritma genetika dapat digunakan untuk memprediksi curah hujan dengan nilai error RMSE lebih kecil dibandingkan dengan FIS Tsukamoto tanpa optimasi. Nilai error RMSE pada daerah Junggo sebesar 6.485, pada daerah Pujon sebesar 6.932, pada daerah Tinjomulyo sebesar 5.969, pada daerah Ngujung sebesar 5.498. AbstractThe erratic rainfall has a significant effect on agriculture and plantations. One area of plantations that utilizes rainfall patterns is apple plantations. Apple farmers need rainfall calculations to determine when the flowering process is right so that the yield can be maximized. However, due to the uncertainty of rainfall patterns, farmers have difficulty in determining the time of flowering and harvesting apples to be not optimal. In this study, the most optimal modeling was used to predict rainfall in the Batu area, East Java using the hybrid FIS Tsukamoto method and genetic algorithm. The hybrid method used is to optimize the boundary function of Tsukamoto's FIS membership using a genetic algorithm. After the testing process, the application of the hybrid method of the Tsukamoto FIS method and the genetic algorithm can be used to predict rainfall with a smaller RMSE error compared to the FIS Tsukamoto without optimization. RMSE error value in Junggo area is 6,485, in Pujon area is 6,932, in Tinjomulyo area is 5,969, in Ngujung area is 5,498.

Keywords

Collaboration network of the authors

5 authors · 6 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • University of Brawijaya
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Danang Arbian SulistyoAffiliation unknown2
Wayan Firdaus MahmudyUniversity of Brawijaya1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/en/oai, first harvested 27 Okt 2026, last seen 27 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Penerapan Metode Hybrid FIS Tsukamoto dan Algoritma Genetika untuk Prediksi Curah Hujan di Daerah Batu</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Wahyuni, Ida</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Ahda, Fadhli Almu'iini</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Adipraja, Philip Faster Eka</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Algoritma Genetika</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Curah Hujan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">FIS Tsukamoto</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Hybrid</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kota Batu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Prediksi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Curah hujan yang semakin tidak menentu memberikan efek yang cukup signifikan pada bidang pertanian dan perkebunan. Salah satu bidang perkebunan yang memanfaatkan pola curah hujan adalah perkebunan apel. Petani apel membutuhkan perhitungan curah hujan untuk menentukan kapan proses pembungaan yang tepat agar hasil panen yang di dapatkan bisa maksimal. Namun, karena tidak menentunya pola curah hujan, petani menjadi kesulitan dalam menentukan waktu pembungaan dan panen apel menjadi tidak maksimal. Pada penelitian ini dibuat sebuah pemodelan yang paling optimal dalam memprediksi curah hujan di daerah Batu, Jawa Timur menggunakan metode hybrid FIS Tsukamoto dan algoritma genetika. Metode hybrid yang dilakukan adalah mengoptimasi batasan fungsi keanggotaan FIS Tsukamoto menggunakan algoritma genetika. Setelah proses pengujian, penerapan metode Metode hybrid FIS Tsukamoto dan algoritma genetika dapat digunakan untuk memprediksi curah hujan dengan nilai error RMSE lebih kecil dibandingkan dengan FIS Tsukamoto tanpa optimasi. Nilai error RMSE pada daerah Junggo sebesar 6.485, pada daerah Pujon sebesar 6.932, pada daerah Tinjomulyo sebesar 5.969, pada daerah Ngujung sebesar 5.498. AbstractThe erratic rainfall has a significant effect on agriculture and plantations. One area of plantations that utilizes rainfall patterns is apple plantations. Apple farmers need rainfall calculations to determine when the flowering process is right so that the yield can be maximized. However, due to the uncertainty of rainfall patterns, farmers have difficulty in determining the time of flowering and harvesting apples to be not optimal. In this study, the most optimal modeling was used to predict rainfall in the Batu area, East Java using the hybrid FIS Tsukamoto method and genetic algorithm. The hybrid method used is to optimize the boundary function of Tsukamoto's FIS membership using a genetic algorithm. After the testing process, the application of the hybrid method of the Tsukamoto FIS method and the genetic algorithm can be used to predict rainfall with a smaller RMSE error compared to the FIS Tsukamoto without optimization. RMSE error value in Junggo area is 6,485, in Pujon area is 6,932, in Tinjomulyo area is 5,969, in Ngujung area is 5,498.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya</dc:publisher>
	<dc:date>2018-10-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id">Analisis</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/836</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25126/jtiik.201854836</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol 5 No 4: Agustus 2018; 483-492</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol. 5 No. 4: Agustus 2018; 483-492</dc:source>
	<dc:source>2528-6579</dc:source>
	<dc:source>2355-7699</dc:source>
	<dc:source>10.25126/jtiik.201854</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/836/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2018 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer</dc:rights>
</oai_dc:dc>