Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Pemanfaatan Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya) Terhadap Ektoparasit Zeylanicobdella sp. Pada Ikan Kerapu Macan Secara In – Vitro

Jurnal Media Akuatika · Vol. 9 No. 2 (2024) · hlm. 86–96

DOI
10.33772/jma.v9i2.46832
ISSN
2503-4324
Terbit
2024-06-07
Penerbit
Universitas Halu Oleo
Bahasa
eng

Abstrak

Upaya pengendalian parasit pada ikan bisa dimulai dengan pemanfaatan bahan herbal yang dapat diperoleh dari beberapa jenis tumbuhan, salah satunya ialah Daun pepaya (Carica papaya). Pengunaan bahan alami untuk pengendalian parasit mempunyai beberapa keungulan salah satunya adalah relatif lebih aman, mudah diperoleh, murah dan tidak berbahaya terhadap lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh ekstrak daun pepaya (Cacica papaya) yang dapat mematikan ektoparasit jenis lintah Zeylanicobdella sp. dan mengetahui berapa banyak dosis optimalnya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November – Desember 2023 selama 30 hari yang berlokasi di Balai Benih Ikan (BBI) Pengujan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Penelitian ini meliputi pembuatan ekstrak menggunakan pelarut etanol 96%, identifikasi fitokimia simplisia secara kualitatif, analisis probit ekstrak terhadap hewan uji Artemia salina serta pengujian ekstrak pada lintah Zeylanicobdella sp. Dosis ekstrak bertingkat yang digunakan untuk uji LC-50 pada Artemia salina yaitu 20 ppm, 40 ppm dan 60 ppm. Sedangkan konsentrasi untuk pengujian lintah yaitu 12 ppm, 24 ppm dan 36 ppm. Data mortalitas hewan uji dianalisis dengan analisis probit log konsentrasi yang menempatkan persentasi respons dari tiap kelompok hewan, dimana mortalitas pada konsentrasi ekstrak dengan LC50-24 jam lebih dari 50% bersifat toksik. Sedangkan data uji tantang di uji dengan ANOVA. Hasil penelitian mendapatkan persentase kadar air sebesar 20,38% dan total rendemen dengan pengikat etanol 96% adalah 7,88 %. Hasil uji fitokimia mendapatkan etanol 96% berhasil menarik senyawa bioaktif jenis Alkaloid, flavonoid, Saponin dan tanin. Nilai LC50-24 jam menunjukkan konsentrasi ekstrak daun pepaya yang mampu menyebabkan 50% kematian hewan uji sebesar 38,815 ppm dan dosis terbaik yang dapat mematikan lintah Zeylanicobdella sp. dengan rata – rata 6.00 yaitu konsentrasi 720 ppm/L air laut. Kata Kunci: Daun Pepaya, Ektoparasit, Zeylanicobdella sp.

Jaringan kolaborasi para penulis

19 penulis · 29 tautan kepenulisan bersama

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Uznaq Denia PutriAfiliasi tidak diketahui2
Budiman BasoInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
RisaldAfiliasi tidak diketahui1
Wildana WargadinataUniversitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim1
Shofil FikriAfiliasi tidak diketahui1
Abdul RohmanAfiliasi tidak diketahui1
Yadi SupriyadiAfiliasi tidak diketahui1
Triastuti SulistyaningsihAfiliasi tidak diketahui1
Nelly RahmawatiAfiliasi tidak diketahui1
SujarwoAfiliasi tidak diketahui1
Ridho Gata WijayaAfiliasi tidak diketahui1
Samsul ArifinAfiliasi tidak diketahui1
Mukh DoyinAfiliasi tidak diketahui1
U’um QomariyahAfiliasi tidak diketahui1
Ali MurtadhoAfiliasi tidak diketahui1
Mungin Eddy WibowoAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/oai, pertama di-harvest 31 Okt 2026, terakhir terlihat 31 Okt 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemanfaatan Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya) Terhadap Ektoparasit Zeylanicobdella sp. Pada Ikan Kerapu Macan Secara In – Vitro</dc:title>
	<dc:creator>Huda, Nurul</dc:creator>
	<dc:creator>Wulandari, Rika</dc:creator>
	<dc:creator>Miranti, Shavika</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Upaya pengendalian parasit pada ikan bisa dimulai dengan pemanfaatan bahan herbal yang dapat diperoleh dari beberapa jenis tumbuhan, salah satunya ialah Daun pepaya (Carica papaya). Pengunaan bahan alami untuk pengendalian parasit mempunyai beberapa keungulan salah satunya adalah relatif lebih aman, mudah diperoleh, murah dan tidak berbahaya terhadap lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh ekstrak daun pepaya (Cacica papaya) yang dapat mematikan ektoparasit jenis lintah Zeylanicobdella sp. dan mengetahui berapa banyak dosis optimalnya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November – Desember 2023 selama 30 hari yang berlokasi di Balai Benih Ikan (BBI) Pengujan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Penelitian ini meliputi pembuatan ekstrak menggunakan pelarut etanol 96%, identifikasi fitokimia simplisia secara kualitatif, analisis probit ekstrak terhadap hewan uji Artemia salina serta pengujian ekstrak pada lintah Zeylanicobdella sp. Dosis ekstrak bertingkat yang digunakan untuk uji LC-50 pada Artemia salina yaitu 20 ppm, 40 ppm dan 60 ppm. Sedangkan konsentrasi untuk pengujian lintah yaitu 12 ppm, 24 ppm dan 36 ppm. Data mortalitas hewan uji dianalisis dengan analisis probit log konsentrasi yang menempatkan persentasi respons dari tiap kelompok hewan, dimana mortalitas pada konsentrasi ekstrak dengan LC50-24 jam lebih dari 50% bersifat toksik. Sedangkan data uji tantang di uji dengan ANOVA. Hasil penelitian mendapatkan persentase kadar air sebesar 20,38% dan total rendemen dengan pengikat etanol 96% adalah 7,88 %. Hasil uji fitokimia mendapatkan etanol 96% berhasil menarik senyawa bioaktif jenis Alkaloid, flavonoid, Saponin dan tanin. Nilai LC50-24 jam menunjukkan konsentrasi ekstrak daun pepaya yang mampu menyebabkan 50% kematian hewan uji sebesar 38,815 ppm dan dosis terbaik yang dapat mematikan lintah Zeylanicobdella sp. dengan rata – rata 6.00 yaitu konsentrasi 720 ppm/L air laut. 
Kata Kunci: Daun Pepaya, Ektoparasit, Zeylanicobdella sp.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-06-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/article/view/46832</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jma.v9i2.46832</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Media Akuatika; Vol 9, No 2 (2024): April; 86 - 96</dc:source>
	<dc:source>2503-4324</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jma.v9i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/article/view/46832/20265</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Media Akuatika</dc:rights>
</oai_dc:dc>