Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Identifikasi Senyawa Bioaktif pada Ekstrak Kelinci Laut (Dolabella auricularia) dan Penghambatannya terhadap Aeromonas hydrophila

Jurnal Media Akuatika · Vol. 6 No. 4 (2021) · pp. 166–173

DOI
10.33772/jma.v6i4.19200
ISSN
2503-4324
Published
2021-10-20
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Perairan laut di Indonesia kaya akan biota yang dapat dimanfaatkan senyawa aktif yang dikandungnya, salah satunya adalah dari golongan gastropoda jenis kelinci laut (D. auricularia). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa dari hasil ekstraksi kelinci laut serta mengkaji kemampuan bahan aktif dalam mengendalikan infeksi bakteri patogen Aeromonas hydrophila melalui pengamatan penghambatannya secara in vitro. Metode penelitian yaitu eksperimen laboratorium dimana proses ekstraksi, skrining bioaktif, dan uji in vitro menggunakan metode maserasi, kalorimetri, dan difusi cakram Kirby-Bauer. Hasil penelitian menunjukan ekstraksi kelinci laut menggunakan pelarut etil asetat dengan rasio bahan dan pelarut yaitu 1:2 menghasilkan rendemen ekstrak sebesar 0,32% dan mengandung senyawa phenolic, tanin, steroid, terpenoid, alkaloid, dan saponin. Senyawa-senyawa tersebut dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri karena pada penelitian ini terbukti mampu menghambat pertumbuhan bakteri A. hydrophila hingga dosis minimum yang diujikan yakni 1000 ppm secara in vitro. Daya hambat terhadap bakteri A. hydrophila menunjukan nilai yang tinggi seiring dengan penambahan konsentrasi terutama pada konsentrasi 7000 ppm dibandingkan kontrol. Olehnya ekstrak kelinci laut berpotensi untuk pengembangan penyakit ikan pada akuakultur, khususnya untuk pengendalian penyakit Motile Aeromonas Septicemia (MAS) yang disebabkan oleh bakteri A. hydrophila.Kata kunci: Kelinci laut, Aeromonas hydrophila, in vitro

Collaboration network of the authors

40 authors · 107 co-authorship links · 4 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • State University of Makassar
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Agus KurniaUniversitas Halu Oleo7
Yusnaini YusnainiUniversitas Halu Oleo6
Henny KasmawatiUniversitas Halu Oleo5
Ruslin RuslinUniversitas Halu Oleo4
Muhaimin HamzahUniversitas Halu Oleo4
La Ode Baytul AbidinAffiliation unknown3
Nurull HikmahUniversitas Halu Oleo2
La Ode Muhammad FitrawanUniversitas Halu Oleo2
Wa IbaUniversitas Halu Oleo2
Nur Illiyyin AkibAffiliation unknown2
Abdul Muis BalubiAffiliation unknown2
Oce AstutiAffiliation unknown2
. YusnainiAffiliation unknown2
Abdul H. SaritaAffiliation unknown2
Irsan IrsanInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
M. Malik IrfanInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Desi Fajrianti PutriInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Uswatun HasanahInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Herdiana HerdianaInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Ruhani RuhaniInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Nurramadhani Armada SidaUniversitas Halu Oleo1
Aswani AswaniUniversitas Halu Oleo1
Mulyadi MulyadiAffiliation unknown1
Asnani AsnaniAffiliation unknown1
Khaidhar Ma’rufUniversitas Halu Oleo1
Asnani AsnaniAffiliation unknown1
Indrayani IndrayaniState University of Makassar1
Utama K. PangerangAffiliation unknown1
Rahmad S. PatadjaiAffiliation unknown1
Emand Syapriawan TolanamyUniversitas Halu Oleo1
Rahmad Sofyan PatadjaiAffiliation unknown1
Sitti Asna SamuriaUniversitas Halu Oleo1
Waode MushaffaAffiliation unknown1
Ismi Musdalifah DarsanUniversitas Halu Oleo1
Irmanaya SariAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Identifikasi Senyawa Bioaktif pada Ekstrak Kelinci Laut (Dolabella auricularia) dan Penghambatannya terhadap Aeromonas hydrophila</dc:title>
	<dc:creator>Nurhalisa, Nurhalisa</dc:creator>
	<dc:creator>Wulandari, Rinda</dc:creator>
	<dc:creator>Nur, Indriyani</dc:creator>
	<dc:creator>Suryani, Suryani</dc:creator>
	<dc:creator>Sabilu, Kadir</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perairan laut di Indonesia kaya akan biota yang dapat dimanfaatkan senyawa aktif yang dikandungnya, salah satunya adalah dari golongan gastropoda jenis kelinci laut (D. auricularia). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa dari hasil ekstraksi kelinci laut serta mengkaji kemampuan bahan aktif dalam mengendalikan infeksi bakteri patogen Aeromonas hydrophila melalui pengamatan penghambatannya secara in vitro. Metode penelitian yaitu eksperimen laboratorium dimana proses ekstraksi, skrining bioaktif, dan uji in vitro menggunakan metode  maserasi, kalorimetri, dan difusi cakram Kirby-Bauer. Hasil penelitian menunjukan ekstraksi kelinci laut menggunakan pelarut etil asetat dengan rasio bahan dan pelarut yaitu 1:2 menghasilkan rendemen ekstrak sebesar 0,32% dan mengandung senyawa phenolic, tanin, steroid, terpenoid, alkaloid, dan saponin. Senyawa-senyawa tersebut dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri karena pada penelitian ini terbukti mampu menghambat pertumbuhan bakteri A. hydrophila hingga dosis minimum yang diujikan yakni 1000 ppm secara in vitro. Daya hambat terhadap bakteri A. hydrophila menunjukan nilai yang tinggi seiring dengan penambahan konsentrasi terutama pada konsentrasi 7000 ppm dibandingkan kontrol. Olehnya ekstrak kelinci laut berpotensi untuk pengembangan penyakit ikan pada akuakultur, khususnya untuk pengendalian penyakit Motile Aeromonas Septicemia (MAS) yang disebabkan oleh bakteri A. hydrophila.Kata kunci: Kelinci laut, Aeromonas hydrophila, in vitro</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-10-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/article/view/19200</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jma.v6i4.19200</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Media Akuatika; Vol 6, No 4 (2021): Oktober; 166-173</dc:source>
	<dc:source>2503-4324</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jma.v6i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/article/view/19200/13098</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Media Akuatika</dc:rights>
</oai_dc:dc>