Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Pengaruh Lama Pemberokan yang Berbeda Sebelum Transportasi Terhadap Kelulushidupan dan Glukosa Darah Ikan Capungan Banggai (Pteropogon kauderni Walter Kaudern)

Jurnal Media Akuatika · Vol. 6 No. 2 (2022) · pp. 57–62

DOI
10.33772/jma.v6i2.17029
ISSN
2503-4324
Published
2022-02-02
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Tingkat mortalitas yang cukup tinggi masih menjadi masalah dalam pengangkutan ikan hias hidup. Salah satu faktor yang mempengaruhi stress dan mortalitas ikan adalah pemberokan sebelum transportasi dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama pemberokan yang berbeda sebelum transportasi terhadap kelulushidupan dan glukosa darah ikan capungan (P. kauderni). Penelitian ini menggunakan empat perlakuan pemberokan yakni 0, 12, 24 dan 36 jam dengan 2 ulangan untuk setiap perlakuan. Hewan uji yang digunakan adalah ikan dengan panjang rata-rata 4.0 ± 1.0 cm dan berat rata-rata 4.0 ± 1.0 g. Total hewan uji yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah 64 ekor (5 ekor/akuarium). Setelah pemberokan ikan diangkut selama 3 jam dengan jarak tempuh 76 km. Parameter yang diamati yaitu glukosa darah dan tingkat kelangsungan hidup setelah transportasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa lama pemberokan memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap glukosa darah ikan capungan banggai setelah transportasi namun tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap kelangsungan hidup. Glukosa darah terendah ditemukan pada ikan dengan lama pemberokan 12-24 jam. Tingkat kelangsungan hidup pada semua perlakuan yang diberikan yakni 100%. Penelitian ini menunjukkan bahwa masa pemberokan terbaik yakni 12-24 jam untuk jarak transportasi pendek sampai dengan 76 km. Kata kunci: stress, pemberokan, capungan Banggai, transportasi

Collaboration network of the authors

40 authors · 101 co-authorship links · 3 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • State University of Makassar
  • Politeknik Negeri Balikpapan
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Agus KurniaUniversitas Halu Oleo15
Muhaimin HamzahUniversitas Halu Oleo9
Yusnaini YusnainiUniversitas Halu Oleo8
La Ode Baytul AbidinAffiliation unknown3
Wellem H. MuskitaAffiliation unknown3
. YusnainiAffiliation unknown3
Wa IbaUniversitas Halu Oleo2
Abdul Muis BalubiAffiliation unknown2
Kadir SabiluAffiliation unknown2
Abdul H. SaritaAffiliation unknown2
Mulyadi MulyadiAffiliation unknown1
Asnani AsnaniAffiliation unknown1
Khaidhar Ma’rufUniversitas Halu Oleo1
Asnani AsnaniAffiliation unknown1
Indrayani IndrayaniState University of Makassar1
Utama K. PangerangAffiliation unknown1
Rahmad S. PatadjaiAffiliation unknown1
Emand Syapriawan TolanamyUniversitas Halu Oleo1
Rahmad Sofyan PatadjaiAffiliation unknown1
Sitti Asna SamuriaUniversitas Halu Oleo1
Waode MushaffaAffiliation unknown1
Ismi Musdalifah DarsanUniversitas Halu Oleo1
Santi SantiAffiliation unknown1
Linianti LiniantiAffiliation unknown1
Maulidiyah MaulidiyahAffiliation unknown1
Erick Arjuna ArisUniversitas Halu Oleo1
Putu ArimbawaAffiliation unknown1
Weka Gusmiarty AbdullahUniversitas Halu Oleo1
La Ode Santiaji BandeUniversitas Halu Oleo1
Mursalim MursalimAffiliation unknown1
Muhammad ArbaAffiliation unknown1
Muh. Ari SaputraAffiliation unknown1
Armin ArminPoliteknik Negeri Balikpapan1
Sukriawan SukriawanAffiliation unknown1
Muhammad IdrisAffiliation unknown1
Waode MuliatiAffiliation unknown1
Sri KumalaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Lama Pemberokan yang Berbeda Sebelum Transportasi Terhadap Kelulushidupan dan Glukosa Darah Ikan Capungan Banggai (Pteropogon kauderni Walter Kaudern)</dc:title>
	<dc:creator>Harmin, Harmin</dc:creator>
	<dc:creator>Nur, Indriyani</dc:creator>
	<dc:creator>Astuti, Oce</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tingkat mortalitas yang cukup tinggi masih menjadi masalah dalam pengangkutan ikan hias hidup.  Salah satu faktor yang mempengaruhi stress dan mortalitas ikan adalah pemberokan sebelum transportasi dilakukan.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama pemberokan yang berbeda sebelum transportasi terhadap kelulushidupan dan glukosa darah ikan capungan (P. kauderni). Penelitian ini menggunakan empat perlakuan pemberokan yakni 0, 12 , 24 dan 36 jam dengan 2 ulangan untuk setiap perlakuan.  Hewan uji yang digunakan adalah ikan dengan panjang rata-rata 4.0 ± 1.0 cm dan berat rata-rata  4.0 ± 1.0 g. Total hewan uji yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah 64 ekor (5 ekor/akuarium). Setelah pemberokan ikan diangkut selama 3 jam dengan jarak tempuh 76 km.  Parameter yang diamati yaitu glukosa darah dan tingkat kelangsungan hidup setelah transportasi.  Hasil penelitian menunjukan bahwa lama pemberokan memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap glukosa darah ikan capungan banggai setelah transportasi namun tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap kelangsungan hidup. Glukosa darah terendah ditemukan pada ikan dengan lama pemberokan 12-24 jam. Tingkat kelangsungan hidup pada semua perlakuan yang diberikan yakni 100%.  Penelitian ini menunjukkan bahwa masa pemberokan terbaik yakni 12-24 jam untuk jarak transportasi pendek sampai dengan 76 km. Kata kunci: stress, pemberokan, capungan Banggai, transportasi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-02-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/article/view/17029</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jma.v6i2.17029</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Media Akuatika; Vol 6, No 2 (2021): April; 57-62</dc:source>
	<dc:source>2503-4324</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jma.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/article/view/17029/14297</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Media Akuatika</dc:rights>
</oai_dc:dc>