Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Hubungan Panjang dan Bobot Populasi Juvenil Abalon (Haliotis asinina) Menggunakan Pakan Eucheuma Spinosum yang Dipelihara pada Sistem IMTA (Integrated Multi Tropic Aquaculture)

Jurnal Media Akuatika · Vol. 1 No. 3 (2016)

DOI
10.33772/jma.v1i3.4288
ISSN
2503-4324
Published
2016-09-14
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan panjang dan bobot populasi juvenil abalon (Haliotis asinina) pada tiga kelompok. Penelitian dilaksanakan di Hatchery abalon Desa Tapulaga Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara selama 90 hari. Ukuran hewan uji yang digunakan masing-masing kelompok populasi A (31,35-38,31 mm) sebanyak 21 ekor, kelompok populasi B (38,32–45,27 mm) sebanyak 97 ekor dan kelompok populasi C (45,28–52,60 mm) sebanyak 182 ekor. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi dengan melihat perubahan panjang dan bobot tubuh kelompok populasi abalon. Hasil analisis regresi pada tiga kelompok hewan uji menunjukkan persamaan berturut-turut populasi A; Panjang = 27,441+0,972* Berat = ­5,169+0,378* B; Panjang = 35,728+0,445* Berat= ­30,55+1,068*, serta C; Panjang = 42,942+0,245* Berat= -35,05+1,177*. Berdasarkan persamaan tersebut, maka dapat diketahui bahwa pertambahan panjang cangkang tertinggi yaitu pada populasi A kemudian tertinggi kedua pada populasi B sedangkan pertambahan panjang cangkang terendah pada populasi C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga kelompok populasi hewan uji selama penelitian mengalami pertambahan panjang cangkang namun tidak mengalami pertambahan pada bobot tubuh. Hal ini menggambarkan bahwa penggunaan pakan makro alga jenis Eucheuma spinosum hanya bersifat pakan pengganti pada semua ukuran ataupun umur abalon mulai dari juvenil sampai dewasa. Selanjutnya hasil pengukuran parameter kualitas air memiliki kisaran masing-masing suhu berkisar antara 27–28 oC, salinitas 31-35 ppt, pH 7-8, DO 5,1–6,5 Mg/L, serta amoniak 0,05 Mg/L. Kata Kunci: Abalon (Haliotis asinina), Eucheuma spinosum, IMTA, Hubungan Panjang dan Bobot.

Collaboration network of the authors

40 authors · 94 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Jordan University of Science and Technology
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Andi B. PatadjaiAffiliation unknown7
ABDUL RAHMANUniversitas Halu Oleo4
Bahtiar .Affiliation unknown2
Abdul H. SaritaAffiliation unknown2
Agus KurniaUniversitas Halu Oleo2
Abdul M. BalubiAffiliation unknown2
Wa EkoAffiliation unknown2
Devy PrimaningsihAffiliation unknown2
Jalil AkbarAffiliation unknown1
Ahmad MustafaJordan University of Science and Technology1
Abdullah AbdullahAffiliation unknown1
Muslim TadjuddahAffiliation unknown1
Naslina AliminaAffiliation unknown1
Abdul LatifAffiliation unknown1
Evy S. SyahrinAffiliation unknown1
. YusnainiAffiliation unknown1
Tri S.P. BaneAffiliation unknown1
. NahrullahAffiliation unknown1
Muhammad IdrisAffiliation unknown1
Andi N. SuktiAffiliation unknown1
. SrianiAffiliation unknown1
. SarniatiAffiliation unknown1
Nur AsiaAffiliation unknown1
Muhammad IdrisAffiliation unknown1
. IsrawatiAffiliation unknown1
Waode SafitriAffiliation unknown1
Laode M. AslanAffiliation unknown1
muhammad idrisAffiliation unknown1
. MasitaAffiliation unknown1
Ferianto HamidAffiliation unknown1
Karimatul FajriahAffiliation unknown1
Akram KarimAffiliation unknown1
. SamsidarAffiliation unknown1
Muh. RamliAffiliation unknown1
Wa UniAffiliation unknown1
Romy KetjulanAffiliation unknown1
Firawati FirawatiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Hubungan Panjang dan Bobot Populasi Juvenil Abalon  (Haliotis asinina) Menggunakan Pakan Eucheuma Spinosum yang Dipelihara pada Sistem IMTA (Integrated Multi Tropic Aquaculture)</dc:title>
	<dc:creator>Nasrullah, .</dc:creator>
	<dc:creator>Effendy, Irwan J.</dc:creator>
	<dc:creator>Ishak, Ermayanti</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan panjang dan bobot populasi juvenil abalon (Haliotis asinina) pada tiga kelompok. Penelitian dilaksanakan di Hatchery abalon Desa Tapulaga Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara selama 90 hari. Ukuran hewan uji yang digunakan masing-masing kelompok populasi A (31,35-38,31 mm) sebanyak 21 ekor, kelompok populasi B (38,32–45,27 mm) sebanyak 97 ekor dan kelompok populasi C (45,28–52,60 mm) sebanyak 182 ekor. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi dengan melihat perubahan panjang dan bobot tubuh kelompok populasi abalon. Hasil analisis regresi pada tiga kelompok hewan uji menunjukkan persamaan berturut-turut populasi A; Panjang = 27,441+0,972* Berat = ­5,169+0,378* B; Panjang = 35,728+0,445* Berat= ­30,55+1,068*,  serta C; Panjang = 42,942+0,245* Berat= -35,05+1,177*. Berdasarkan persamaan tersebut, maka dapat diketahui bahwa pertambahan panjang cangkang tertinggi yaitu pada populasi A kemudian tertinggi kedua pada populasi B sedangkan pertambahan panjang cangkang terendah pada populasi C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga kelompok populasi hewan uji selama penelitian mengalami pertambahan panjang cangkang namun tidak mengalami pertambahan pada bobot tubuh. Hal ini menggambarkan bahwa penggunaan pakan makro alga jenis Eucheuma spinosum hanya bersifat pakan pengganti pada semua ukuran ataupun umur abalon mulai dari juvenil sampai dewasa. Selanjutnya hasil pengukuran parameter kualitas air memiliki kisaran masing-masing suhu berkisar antara 27–28 oC, salinitas 31-35 ppt,  pH 7-8,  DO 5,1–6,5 Mg/L,  serta amoniak 0,05 Mg/L. Kata Kunci : Abalon (Haliotis asinina), Eucheuma spinosum, IMTA, Hubungan Panjang dan Bobot.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2016-09-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/article/view/4288</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jma.v1i3.4288</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Media Akuatika; Vol 1, No 3: Juli</dc:source>
	<dc:source>2503-4324</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jma.v1i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/article/view/4288/3324</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Media Akuatika</dc:rights>
</oai_dc:dc>