Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Subtitusi Tepung Kedelai (Glycin max) dengan Tepung Ampas Minyak Biji Kapuk (Ceiba Petandra) dalam Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Nener Bandeng (Chanos chanos)

Jurnal Media Akuatika · Vol. 5 No. 4 (2020) · pp. 156–165

DOI
10.33772/jma.v5i4.15615
ISSN
2503-4324
Published
2020-10-17
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh subtitusi tepung kedelai dengan tepung ampas minyak biji kapuk dalam pakan buatan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup nener bandeng (C. chanos). Empat jenis pakan dibuat berdasarkan subtitusi tepung kedelai (TK) dengan tepung ampas minyak biji kapuk (TAMBK) yang terdiri atas: 100% TK; 0% TAMBK (pakan A), 75% TK: 25% TAMBK (pakan B), 50% TK: 50% TAMBK (pakan C), dan 25% TK: 75% TAMBK (pakan D). Sebanyak 120 ekor nener bandeng (bobot awal rata-rata: 0,73±0,03 g) dimasukkan ke dalam 12 akuarium (10 ekor/ akuarium) yang berukuran 60×50×40 cm. Pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari (08.00 dan 17.00 WITA) secara adlibitum selama 42 hari pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan mutlak, laju.pertumbuhan spesifik dan konsumsi pakan nener bandeng yang diberi. pakan uji masing-masing berkisar antara 0,24-0,57 g, 0,70-1,32 %, 18,17-23,96 g. Sedangkan rasio konversi pakan.dan efisiensi pakan tertinggi diamati pada nener bandeng yang diberi pakan D masing-masing sebesar 5,29±2,53 dan 21,59±8,59%. Retensi protein tertinggi diperoleh pada nener bandeng yang diberi pakan C (2,12±0,29%) Tingkat kelangsungan hidup nener bandeng tertinggi diperoleh pada perlakuan A (70%) dan terendah diperoleh pada perlakuan D (40%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa subtitusi 25% tepung kedelai dengan tepung ampas minyak biji kapuk dalam pakan dapat menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup nener bandeng.Kata Kunci: Tepung ampas minyak biji kapuk, subtitusi, pertumbuhan, kelangsungan hidup, nener bandeng (C. chanos)

Collaboration network of the authors

40 authors · 109 co-authorship links · 2 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Papua
  • Universitas Sulawesi Tenggara
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Agus KurniaUniversitas Halu Oleo16
Wellem H. MuskitaAffiliation unknown9
Oce AstutiAffiliation unknown6
Indriyani NurUniversitas Halu Oleo4
Yusnaini YusnainiUniversitas Halu Oleo4
Wa IbaUniversitas Halu Oleo3
Abdul M. BalubiAffiliation unknown2
. YusnainiAffiliation unknown2
Sitti Asna SamuriaUniversitas Halu Oleo1
Jon DahlanUniversitas Halu Oleo1
Waode MushaffaAffiliation unknown1
Wellem Henrik MuskitaUniversitas Halu Oleo1
Anshar AnsharAffiliation unknown1
Sulastri IlyasUniversitas Halu Oleo1
Erick Arjuna ArisUniversitas Halu Oleo1
Ayub M. PadangaranAffiliation unknown1
Musarlin MusarlinAffiliation unknown1
Armin .Affiliation unknown1
Muhammad IdrisAffiliation unknown1
. RusminaAffiliation unknown1
Edi EdiAffiliation unknown1
Siti ManfusAffiliation unknown1
Putri AndrianiAffiliation unknown1
Yulina YulinaAffiliation unknown1
Rani RaniAffiliation unknown1
Wellem Hendrik MuskitaAffiliation unknown1
Muhammad IdrisAffiliation unknown1
Eka SaputraUniversitas Papua1
. FaridaAffiliation unknown1
Ahmad RiyadiUniversitas Sulawesi Tenggara1
Sitti RukmanaAffiliation unknown1
Muhammad ArifUniversitas Halu Oleo1
Gresela GreselaAffiliation unknown1
La Ode Baytul AbidinAffiliation unknown1
Irwan Junaidi EfendyAffiliation unknown1
Aris S. HamzahAffiliation unknown1
Mat HamzahAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Subtitusi Tepung Kedelai (Glycin max) dengan Tepung Ampas Minyak Biji Kapuk (Ceiba Petandra) dalam Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Nener Bandeng (Chanos chanos)</dc:title>
	<dc:creator>Anastasia, Hasriani</dc:creator>
	<dc:creator>H. Muskita, Wellem</dc:creator>
	<dc:creator>Hamzah, Muhaimin</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh subtitusi tepung kedelai dengan tepung ampas minyak biji kapuk dalam pakan buatan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup nener bandeng (C. chanos). Empat jenis pakan dibuat berdasarkan subtitusi tepung kedelai (TK) dengan tepung ampas minyak biji kapuk (TAMBK) yang terdiri atas : 100% TK ; 0% TAMBK (pakan A),  75% TK : 25% TAMBK (pakan B), 50% TK : 50% TAMBK (pakan C), dan 25% TK : 75% TAMBK (pakan D). Sebanyak 120 ekor nener bandeng (bobot awal rata-rata : 0,73±0,03 g) dimasukkan ke dalam 12 akuarium (10 ekor/ akuarium) yang berukuran 60×50×40 cm. Pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari (08.00 dan 17.00 WITA) secara adlibitum selama 42 hari pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan mutlak, laju.pertumbuhan spesifik dan konsumsi pakan nener bandeng yang diberi. pakan uji masing-masing berkisar antara 0,24-0,57 g, 0,70-1,32 %, 18,17-23,96 g. Sedangkan rasio konversi pakan.dan efisiensi pakan tertinggi diamati pada nener bandeng yang diberi pakan D masing-masing sebesar 5,29±2,53 dan 21,59±8,59%. Retensi protein tertinggi diperoleh pada nener bandeng yang diberi pakan C (2,12±0,29%) Tingkat kelangsungan hidup nener bandeng tertinggi diperoleh pada perlakuan A (70%) dan terendah diperoleh pada perlakuan D (40%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa subtitusi 25% tepung kedelai dengan tepung ampas minyak biji kapuk dalam pakan dapat menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup nener bandeng.Kata Kunci: Tepung ampas minyak biji kapuk, subtitusi, pertumbuhan, kelangsungan hidup, nener bandeng (C. chanos)</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-10-17</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/article/view/15615</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jma.v5i4.15615</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Media Akuatika; Vol 5, No 4 (2020): Oktober; 156-165</dc:source>
	<dc:source>2503-4324</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jma.v5i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/article/view/15615/10905</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Media Akuatika</dc:rights>
</oai_dc:dc>