Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Pengaruh Dosis Pupuk Organik Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Chlorella vulgaris

Jurnal Media Akuatika · Vol. 4 No. 2 (2019)

DOI
10.33772/jma.v4i2.7855
ISSN
2503-4324
Published
2019-04-30
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk organik cair eceng gondok terhadap pertumbuhan dan kepadatan sel C. vulgaris. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 kali ulangan volume media kultur 150 ml yaitu A (kontrol positif: media f/2), B (kontrol negatif: air laut), C (10 %), D (20 %) dan E (30 %) pupuk organik cair eceng gondok. Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu pertumbuhan sel, laju pertumbuhan spesifik dan yield C. vulgaris. Berdasarkan hasil penelitian pertumbuhan sel tertinggi pada hari ke-6 atau fase stasioner awal pada perlakuan 20 % POC EG yaitu 64,04x105 sel.ml-1 dibandingkan dengan kontrol positif media f/2 yaitu 52,74x105 sel.ml-1 walaupun secara statistik tidak berbeda nyata (P0,05). Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa laju pertumbuhan spesifik pada fase eksponensial pada perlakuan 10 % yaitu 0, 91 hari-1 tidak berbeda jika dibandingkan dengan kontrol positif media f/2 yaitu 0, 88 hari-1. Yield C. vulgaris tertinggi pada hari ke-4 dan ke-6 (fase eksponsial hingga stasioner) pada perlakuan 20 % yaitu 41,32 x105 sel. ml-1 tidak berbeda jika dibandingkan dengan kontrol positif media f/2 yaitu 34,65 sel. ml-1. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dosis media organik eceng gondok 10 % atau dibawahnya dapat digunakan sebagai alternatif pupuk dalam kultivasi C. vulgaris. Kata Kunci: Chlorella vulgaris, media organik, pertumbuhan sel, LPS, yield

Collaboration network of the authors

5 authors · 6 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Nur IrawatiAffiliation unknown1
Mulia WatiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Dosis Pupuk Organik Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Chlorella vulgaris</dc:title>
	<dc:creator>Saniati, Goa</dc:creator>
	<dc:creator>Wa, Iba</dc:creator>
	<dc:creator>Indrayani, .</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk organik cair eceng gondok terhadap pertumbuhan dan kepadatan sel C. vulgaris. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 kali ulangan  volume media kultur 150 ml yaitu A (kontrol positif: media f/2), B (kontrol negatif: air laut), C (10 %), D (20 %) dan E (30 %) pupuk organik cair eceng gondok. Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu pertumbuhan sel, laju pertumbuhan spesifik dan yield C. vulgaris. Berdasarkan hasil penelitian pertumbuhan sel tertinggi pada hari ke-6 atau fase stasioner awal pada perlakuan 20 % POC EG yaitu 64,04x105 sel.ml-1 dibandingkan dengan kontrol positif media f/2 yaitu 52,74x105  sel.ml-1 walaupun secara statistik tidak berbeda nyata (P0,05). Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa laju pertumbuhan spesifik pada fase eksponensial pada perlakuan 10 % yaitu 0, 91 hari-1 tidak berbeda jika dibandingkan dengan kontrol positif media f/2 yaitu 0, 88 hari-1.  Yield C. vulgaris tertinggi pada hari ke-4 dan ke-6 (fase eksponsial hingga stasioner) pada perlakuan 20 % yaitu 41,32 x105 sel. ml-1  tidak berbeda jika dibandingkan dengan kontrol positif media f/2 yaitu 34,65 sel. ml-1. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dosis media organik eceng gondok 10 % atau dibawahnya dapat digunakan sebagai alternatif pupuk dalam kultivasi C. vulgaris. Kata Kunci : Chlorella vulgaris, media organik, pertumbuhan sel, LPS, yield</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/article/view/7855</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jma.v4i2.7855</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Media Akuatika; Vol 4, No 2: April</dc:source>
	<dc:source>2503-4324</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jma.v4i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/article/view/7855/5700</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Media Akuatika</dc:rights>
</oai_dc:dc>