Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 2

Penerapan Ontology Web Language pada Domain Ulos Batak Toba

Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 5 No. 4 (2018) · pp. 493–502

DOI
10.25126/jtiik.201854903
ISSN
2528-6579, 2355-7699
Published
2018-10-01
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Language
id

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang kaya akan keanekaragaman budaya. Keanekaragaman budaya ini diakibatkan banyaknya suku di Indonesia. Setiap suku memiliki kekhasan masing-masing termasuk kekhasan dalam kain tradisional. Salah satunya adalah ulos, kain tradisional suku Batak Toba. Ulos merupakan simbol sakral dalam adat istiadat suku Batak Toba. Ulos terdiri dari berbagai macam jenis, motif, warna, makna hingga fungsi. Namun sangat disayangkan bahwa informasi mengenai ulos belum terdokumentasi dengan baik. Informasi didapatkan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi lain yang memungkinkan informasi tersebut hilang. Selain itu, beberapa sumber yang ada juga menyajikan informasi yang berbeda. Oleh karena itu, ontologi bisa menjadi salah satu solusi untuk membantu mengelola informasi yang sudah ada supaya lebih terorganisir. Ontologi membantu memformalkan semua vocabulary pada domain ulos. Vocabulary itu kemudian dalam ontologi disebut sebagai konsep. Konsep tersebut akan saling berkaitan satu sama lain sehingga dapat dilihat sebagai suatu bentuk kesatuan (linked data) yang membentuk pola yang terstruktur. Kondisi ini yang kemudian mendukung pencarian dengan hasil yang bernilai semantik karena pola data yang disediakan saling berkaitan satu sama lain. Ontologi tersebut dapat direprentasikan menggunakan Web Ontology Language (OWL) yang merupakan vocabulary extension dari Resource Descriptive Framework (RDF). Kemudian untuk proses retrieving data akan menggunakan SPARQL. Abstract Indonesia is a very rich country in cultural diversity. Most of the ethnic groups have their own uniqueness including the peculiarities in traditional textiles. One of them is Ulos, traditional cloth of Batak Toba. Ulos is a sacred symbol in the Batak traditions. Ulos consists of various types, motifs, colors, meanings and functions. However, it is unfortunate that information of Ulos has not been well documented. This cultural heritage is well-transferred from generation to generation. The existing sources sometime provide different information. Therefore, ontology can be one solution to help manage existing information to be more well-organized. Ontology helps formalize all vocabularies on the Ulos domain. The vocabulary in the ontology is called as a concept. The concepts are related to each other so that it can be seen as a linked data that form a structured pattern. This feature supports information searching with semantic value. The ontology of Ulos Batak Toba has been developed by using Web Ontology Language (OWL), which is a vocabulary extension of the Resource Descriptive Framework (RDF). Then for the data retrieving process we use SPARQL

Keywords

Collaboration network of the authors

8 authors · 18 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Institut Teknologi Del
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Riyanthi Angrainy SianturiInstitut Teknologi Del1
Yuni Yustina SiagianAffiliation unknown1
Rusdeni HarianjaAffiliation unknown1
Indah Chris Sarah SinuratAffiliation unknown1
Cynthia Deborah NababanAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/en/oai, first harvested 27 Okt 2026, last seen 27 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Penerapan Ontology Web Language pada Domain Ulos Batak Toba</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Sinaga, Arnaldo Marulitua</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Sipahutar, Rini Juliana</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Hutasoit, Dian Ira Putri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Ulos</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Ontology</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">OWL</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">RDF</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">SPARQL</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang kaya akan keanekaragaman budaya. Keanekaragaman budaya ini diakibatkan banyaknya suku di Indonesia. Setiap suku memiliki kekhasan masing-masing termasuk kekhasan dalam kain tradisional. Salah satunya adalah ulos, kain tradisional suku Batak Toba. Ulos merupakan simbol sakral dalam adat istiadat suku Batak Toba. Ulos terdiri dari berbagai macam jenis, motif, warna, makna hingga fungsi. Namun sangat disayangkan bahwa informasi mengenai ulos belum terdokumentasi dengan baik. Informasi didapatkan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi lain yang memungkinkan informasi tersebut hilang. Selain itu, beberapa sumber yang ada juga menyajikan informasi yang berbeda. Oleh karena itu, ontologi bisa menjadi salah satu solusi untuk membantu mengelola informasi yang sudah ada supaya lebih terorganisir. Ontologi membantu memformalkan semua vocabulary pada domain ulos. Vocabulary itu kemudian dalam ontologi disebut sebagai konsep. Konsep tersebut akan saling berkaitan satu sama lain sehingga dapat dilihat sebagai suatu bentuk kesatuan (linked data) yang membentuk pola yang terstruktur. Kondisi ini yang kemudian mendukung pencarian dengan hasil yang bernilai semantik karena pola data yang disediakan saling berkaitan satu sama lain. Ontologi tersebut dapat direprentasikan menggunakan Web Ontology Language (OWL) yang merupakan vocabulary extension dari Resource Descriptive Framework (RDF). Kemudian untuk proses retrieving data akan menggunakan SPARQL. Abstract Indonesia is a very rich country in cultural diversity. Most of the ethnic groups have their own uniqueness including the peculiarities in traditional textiles. One of them is Ulos, traditional cloth of Batak Toba. Ulos is a sacred symbol in the Batak traditions. Ulos consists of various types, motifs, colors, meanings and functions. However, it is unfortunate that information of Ulos has not been well documented. This cultural heritage is well-transferred from generation to generation. The existing sources sometime provide different information. Therefore, ontology can be one solution to help manage existing information to be more well-organized. Ontology helps formalize all vocabularies on the Ulos domain. The vocabulary in the ontology is called as a concept. The concepts are related to each other so that it can be seen as a linked data that form a structured pattern. This feature supports information searching with semantic value. The ontology of Ulos Batak Toba has been developed by using Web Ontology Language (OWL), which is a vocabulary extension of the Resource Descriptive Framework (RDF). Then for the data retrieving process we use SPARQL </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya</dc:publisher>
	<dc:date>2018-10-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id">Pengembangan</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/903</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25126/jtiik.201854903</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol 5 No 4: Agustus 2018; 493-502</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol. 5 No. 4: Agustus 2018; 493-502</dc:source>
	<dc:source>2528-6579</dc:source>
	<dc:source>2355-7699</dc:source>
	<dc:source>10.25126/jtiik.201854</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/903/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2018 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer</dc:rights>
</oai_dc:dc>