Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

IDENTIFIKASI HASIL TANGKAPAN DAN KEUNTUNGAN NELAYAN TANGKAP DI KELURAHAN LANGARA LAUT KECAMATAN WAWONII BARAT KABUPATEN KONAWE KEPULAUAN

Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan · Vol. 3 No. 1 (2019) · pp. 47–61

DOI
10.33772/jsep.v3i1.6924
ISSN
2502-664X
Published
2019-07-15
Publisher
UNIVERSITAS HALU OLEO
Language
eng

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis ikan hasil tangkapan dan besarnya keuntungan nelayan berdasarkan jenis alat tangkap di Kelurahan Langara Laut, Kecamatan Wawonii Barat, Kabupaten Konawe Kepulauan.Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara secara langsung menggunakan kuisioner. Teknik penarikan sampel menggunakan metode cluster sampling, denganjumlah total 40 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah dan jenis ikan hasil tangkapan nelayan untuk alat tangkap jaring insang sebesar 166 kg/tahun yang terdiri dari 5 jenis ikan (lencam, sako, kuwe putih, cumi-cumi, cakalang); alat tangkap pancing tonda sebesar 181 kg/tahun yang terdiri dari 3 jenis ikan (madidihang, cakalang, tongkol); alat tangkap pancing ulur sebesar 135 kg/tahun yang terdiri dari 14 jenis ikan (cakalang, tongkol, kakap lencam, tembang, layang, madidihang, kuwe putih, sunu merah, kerapu macan, sako, kembung, kakap merah, tengiri, baronang); alat tangkap rawai dasar sebesar 121 kg/tahun yang terdiri dari 13 jenis ikan (cakalang, tongkol, kunyit, kakap lencam, tembang, layang, madidihang, kuwe putih, sunu merah, kerapu macan, kerapu tiger, kerapu lumpur, kerapu tikus); alat tangkap sero sebesar 184 kg/tahun yang terdiri dari 4 spesies ikan (baronang, kuwe putih, sunu merah, udang vaname). Keuntungan nelayan tangkap yang tertinggi terdapat pada musim puncak, kemudian musim sedang dan musim paceklik pada alat tangkap jaring insang dan pancing tonda meskipun biaya produksi yang di keluarkan kedua alat tangkap ini lebih tinggi dari alat tangkap lainnya.Kata Kunci: Biaya produksi, hasil tangkapan, jenis ikan, keuntungan, Langara Wawoni

Collaboration network of the authors

40 authors · 137 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Wa Ode PilianaUniversitas Halu Oleo7
Abdullah AbdullahAffiliation unknown5
- BudiyantoAffiliation unknown5
Akhmad MansyurUniversitas Halu Oleo4
Nurhuda AnnaastasiaUniversitas Halu Oleo3
Sjamsu Alam LawelleAffiliation unknown3
Nurdiana AzisAffiliation unknown3
Sarini YusufUniversitas Halu Oleo3
La Onu La OlaAffiliation unknown3
Hasnia AramiAffiliation unknown3
Irdam RianiUniversitas Halu Oleo2
Azwar SidiqUniversitas Halu Oleo2
Rosmawati RosmawatiUniversitas Halu Oleo2
Risfandi RisfandiUniversitas Halu Oleo2
Isnawati IsnawatiAffiliation unknown2
Baru SadarunAffiliation unknown2
Desy SriwulanAffiliation unknown2
Seventry Meliana PatiungUniversitas Halu Oleo2
Soelaiman HardiAffiliation unknown2
R. RosmawatiAffiliation unknown2
Saipa SaipaUniversitas Halu Oleo1
Abdullah AbdullahUniversitas Halu Oleo1
Urbanus DediUniversitas Halu Oleo1
Naslina AliminaAffiliation unknown1
Evi Arum SaputriAffiliation unknown1
Muslim TadjuddahAffiliation unknown1
Kabiruddin KabiruddinUniversitas Halu Oleo1
Ari Sandy MuchtarUniversitas Halu Oleo1
Onu La OlaAffiliation unknown1
Nurdiana A .Affiliation unknown1
Muis BalubiAffiliation unknown1
Mimiatin MimiatinAffiliation unknown1
Farhan Ramdhani IstinandarAffiliation unknown1
Budiyanto BudiyantoUniversitas Muhammadiyah Jakarta1
Syamsir NurAffiliation unknown1
Andi Irwan NurAffiliation unknown1
Rustam EfendyAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSEP/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">IDENTIFIKASI HASIL TANGKAPAN DAN KEUNTUNGAN NELAYAN TANGKAP DI  KELURAHAN LANGARA LAUT KECAMATAN WAWONII BARAT KABUPATEN KONAWE KEPULAUAN</dc:title>
	<dc:creator>Ahmad, Asmawati</dc:creator>
	<dc:creator>Anadi, La</dc:creator>
	<dc:creator>Siang, Roslindah Daeng</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis ikan hasil tangkapan dan besarnya keuntungan nelayan berdasarkan jenis alat tangkap di Kelurahan Langara Laut, Kecamatan Wawonii Barat, Kabupaten Konawe Kepulauan.Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara secara langsung menggunakan kuisioner. Teknik penarikan sampel menggunakan metode cluster sampling, denganjumlah total 40 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah dan jenis ikan hasil tangkapan nelayan untuk alat tangkap jaring insang sebesar 166 kg/tahun yang terdiri dari 5 jenis ikan (lencam, sako, kuwe putih, cumi-cumi, cakalang); alat tangkap pancing tonda sebesar 181 kg/tahun yang terdiri dari 3 jenis ikan (madidihang, cakalang, tongkol); alat tangkap pancing ulur sebesar 135 kg/tahun yang terdiri dari 14 jenis ikan (cakalang, tongkol, kakap lencam, tembang, layang, madidihang, kuwe putih, sunu merah, kerapu macan, sako, kembung, kakap merah, tengiri, baronang); alat tangkap rawai dasar sebesar 121 kg/tahun yang terdiri dari 13 jenis ikan (cakalang, tongkol, kunyit, kakap lencam, tembang, layang, madidihang, kuwe putih, sunu merah, kerapu macan, kerapu tiger, kerapu lumpur, kerapu tikus); alat tangkap sero sebesar 184  kg/tahun yang terdiri dari 4 spesies ikan (baronang,  kuwe putih, sunu merah, udang vaname). Keuntungan nelayan tangkap yang tertinggi terdapat pada musim puncak, kemudian musim sedang dan musim paceklik pada alat tangkap jaring insang dan pancing tonda meskipun biaya produksi yang di keluarkan kedua alat tangkap ini lebih tinggi dari alat tangkap lainnya.Kata Kunci: Biaya produksi, hasil tangkapan, jenis ikan, keuntungan, Langara Wawoni</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UNIVERSITAS HALU OLEO</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-07-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSEP/article/view/6924</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jsep.v3i1.6924</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan; Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan; 47 - 61</dc:source>
	<dc:source>2502-664X</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jsep.v3i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSEP/article/view/6924/5100</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan</dc:rights>
</oai_dc:dc>