Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PETAMBAK DI DESA DIOLO KECAMATAN BONDOALA KABUPATEN KONAWE

Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan · Vol. 5 No. 3 (2020)

DOI
10.33772/jsep.v5i3.15057
ISSN
2502-664X
Published
2020-11-14
Publisher
UNIVERSITAS HALU OLEO
Language
eng

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial dan kondisi ekonomi masyarakat petambak di Desa Diolo Kecamatan Bondoala Kabupaten Konawe. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai Juni 2019. Data yang diperoleh melalui wawancara sacara langsung berdasarkan kuesioner. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 20 responden secara sengaja. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah umur, tingkat pendidikan, kesehatan, keadaan rumah, alat transportasi, interaksi sosial, media perolehan berita, dan tanggungan keluarga. Responden penelitian ini mempunyai pekerjaan utama sebagai petambak, sedangkan pekerjaan sampingannya sebagai petani, pengumpul, tambang, tukang pasang tenda. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif sedangkan untuk menghitung jumlah penerimaan total, P = harga dan Q = kuantitas barang yang terjual. Hasil analisis menunjukkan umur nelayan didominasi usia produktif 15-59 tahun dengan pendidikan formal yang yang ditempuh SD (30%), SMP (40%), dan SMA (30%). Semua responden mempunyai rumah dengan dinding permanen (45%), dan semi permanen (55%), dengan luas rumah 7 m x 11 m 40%) dan 6 m x 9 m (60%). Transportasi darat petambak untuk kegiatan sehari-hari menggunakan sepeda motor. Interaksi sosial petambak terjadi pada saat Kepala Desa menggadakan Rapat Desa dan kerja bakti. Petambak tersebut lebih banyak memperoleh berita melalui siaran Televisi dan Hanphone. Hasil penerimaan petambak 43,25 kg/siklus dengan rata-rata harga jual ikan bandeng Rp 25.000 /kg sedangkan udang vaname Rp 50.000 sehingga dihasilkan penerimaan sebesar Rp 2.759.211.Kata kunci: Sosial Ekonomi, Petambak, Penerimaan

Collaboration network of the authors

40 authors · 140 co-authorship links · 3 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • State University of Semarang
  • Universitas Sulawesi Tenggara
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Roslindah Daeng SiangUniversitas Halu Oleo10
La Onu La OlaAffiliation unknown9
- BudiyantoAffiliation unknown9
Sarini YusufUniversitas Halu Oleo8
Akhmad MansyurUniversitas Halu Oleo5
La Onu La OlaAffiliation unknown5
- NurdianaAffiliation unknown4
Irdam RianiUniversitas Halu Oleo3
Nurdiana A.Affiliation unknown3
Azwar SidiqUniversitas Halu Oleo3
Rosmawati RosmawatiUniversitas Halu Oleo2
Waode Muamalah LestariAffiliation unknown2
Desy SriwulanAffiliation unknown2
N. Nurdiana AAffiliation unknown2
Utama Kurnia PangerangUniversitas Halu Oleo2
Rosmawati .Affiliation unknown2
Saipa SaipaUniversitas Halu Oleo1
Muslim TadjuddahAffiliation unknown1
Aldi JuardinAffiliation unknown1
Nurdiana A Nurdiana AUniversitas Halu Oleo1
Sjamsu Alam LawelleUniversitas Halu Oleo1
Muis BalubiAffiliation unknown1
Supriyadi SupriyadiAffiliation unknown1
Nurdiana NurdianaAffiliation unknown1
Subhan SubhanState University of Semarang1
Sitti AisyahAffiliation unknown1
Muis MuisAffiliation unknown1
Muhammad SutrisnoUniversitas Sulawesi Tenggara1
Andi Irwan NurAffiliation unknown1
Nurdiana AzisAffiliation unknown1
Nurhuda AnnaastasiaUniversitas Halu Oleo1
Muhammad RamliAffiliation unknown1
Tridoyo KusumastantoAffiliation unknown1
Diniah DiniahAffiliation unknown1
Ahmad MansyurAffiliation unknown1
Dedy OetamaUniversitas Halu Oleo1
La Ode Muhammad Yasir HayaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSEP/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PETAMBAK DI DESA DIOLO KECAMATAN BONDOALA KABUPATEN KONAWE</dc:title>
	<dc:creator>Nining, -</dc:creator>
	<dc:creator>Lawelle, Sjamsu Alam</dc:creator>
	<dc:creator>Piliana, Wa Ode</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial dan kondisi ekonomi  masyarakat petambak di Desa Diolo Kecamatan Bondoala Kabupaten Konawe. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai Juni 2019. Data yang diperoleh melalui wawancara sacara langsung berdasarkan kuesioner. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 20 responden secara sengaja. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah umur, tingkat pendidikan, kesehatan, keadaan rumah, alat transportasi, interaksi sosial, media perolehan berita, dan tanggungan keluarga. Responden penelitian ini mempunyai pekerjaan utama sebagai petambak, sedangkan pekerjaan sampingannya sebagai petani, pengumpul, tambang, tukang pasang tenda. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif sedangkan untuk menghitung jumlah penerimaan total, P = harga dan Q = kuantitas barang yang terjual. Hasil analisis menunjukkan umur nelayan didominasi usia produktif 15-59 tahun dengan pendidikan formal yang yang ditempuh SD (30%), SMP (40%), dan SMA (30%). Semua responden mempunyai rumah dengan dinding permanen (45%), dan semi permanen (55%), dengan luas rumah 7 m x 11 m 40%) dan 6 m x 9 m (60%). Transportasi darat petambak untuk kegiatan sehari-hari menggunakan sepeda motor. Interaksi sosial petambak terjadi pada saat Kepala Desa menggadakan Rapat Desa dan kerja bakti. Petambak tersebut lebih banyak memperoleh berita melalui siaran Televisi dan Hanphone. Hasil penerimaan petambak 43,25 kg/siklus dengan rata-rata harga jual ikan bandeng Rp 25.000 /kg sedangkan udang vaname Rp 50.000 sehingga dihasilkan penerimaan sebesar Rp 2.759.211.Kata kunci : Sosial Ekonomi, Petambak, Penerimaan</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UNIVERSITAS HALU OLEO</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-11-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSEP/article/view/15057</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jsep.v5i3.15057</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan; Vol 5, No 3 (2020): JURNAL SOSIAL EKONOMI PERIKANAN</dc:source>
	<dc:source>2502-664X</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jsep.v5i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSEP/article/view/15057/10261</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan</dc:rights>
</oai_dc:dc>