Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

ANALISIS KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) DENGAN METODE LONG LINE DAN RAKIT JARING APUNG DI PANTAI LAKEBA KOTA BAUBAU SULAWESI TENGGARA

Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan · Vol. 1 No. 2 (2016) · pp. 104–110

DOI
10.33772/jsep.v1i2.6813
ISSN
2502-664X
Published
2016-08-10
Publisher
UNIVERSITAS HALU OLEO
Language
eng

Abstract

Usaha budidaya rumput laut dengan menggunakan metode long line banyak dilakukan oleh masyarakat pesisir. Metode rakit jaring apung mulai digunakan oleh masyarakat pesisir khususnya yang ada di Pantai Lakeba Kota Baubau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha budidaya rumput laut dengan metode long line dan rakit jaring apung di Pantai Lakeba Kelurahan Katobengke Kota Baubau. Analisis yang digunakan R/C Ratio, B/C Ratio, BEP, dan Payback Period. Hasil penelitian menunjukkan diperoleh nilai R/C Ratio pada metode long line sebesar 2,9 dan metode rakit jaring apung sebesar 4,1, nilai B-C Ratio sebesar 12 dan nilai BEP pada metode long line akan mencapai titik impas ketika penjualan rumput laut kering sebanyak 351 kg atau dengan nilai penjualan rumput laut kering mencapai Rp3.541.161, sedangkan metode rakit jaring apung akan mencapai titik impas ketika penjualan rumput laut kering sebanyak 246 kg atau dengan nilai penjualan rumput laut kering mencapai Rp2.457.069. Nilai paybackperiod pada metode long line sebesar 0,26 dan metode rakit jaring apung sebesar 0,27. Usaha budidaya rumput laut dengan menggunakan metode rakit jaring apung lebih layak untuk dijalankan serta memberikan keuntungan yang lebih tinggi kepada pembudidaya rumput laut.Kata Kunci: Metode long line, kelayakan usaha, rakit jaring apung, rumput laut

Collaboration network of the authors

40 authors · 147 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Jordan University of Science and Technology
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Wa Ode PilianaUniversitas Halu Oleo10
Akhmad MansyurUniversitas Halu Oleo9
Sjamsu Alam LawelleAffiliation unknown9
Nurdiana A.Affiliation unknown6
- BudiyantoAffiliation unknown5
Nurhuda AnnaastasiaUniversitas Halu Oleo4
Nur IrawatiAffiliation unknown4
Sarini YusufUniversitas Halu Oleo4
Andi Irwan NurAffiliation unknown4
Nurdiana AzisAffiliation unknown3
Ruslaini RuslainiAffiliation unknown3
- NurdianaAffiliation unknown3
Halili HaliliUniversitas Halu Oleo3
Salwiyah SalwiyahAffiliation unknown3
Desy SriwulanAffiliation unknown3
Irdam RianiUniversitas Halu Oleo2
Azwar SidiqUniversitas Halu Oleo2
Rosmawati RosmawatiUniversitas Halu Oleo2
Risfandi RisfandiUniversitas Halu Oleo2
Baru SadarunAffiliation unknown2
Waode Muamalah LestariAffiliation unknown2
Seventry Meliana PatiungUniversitas Halu Oleo2
Soelaiman HardiAffiliation unknown2
ABDUL RAHMANUniversitas Halu Oleo2
Rosmawati .Affiliation unknown2
R. RosmawatiAffiliation unknown2
Salwiyah SAffiliation unknown2
Taswin MunierAffiliation unknown2
Hasnia AramiAffiliation unknown2
Abdul Muis BalubiAffiliation unknown2
Saipa SaipaUniversitas Halu Oleo1
Abdullah AbdullahUniversitas Halu Oleo1
Urbanus DediUniversitas Halu Oleo1
Sardin AdnanAffiliation unknown1
Ahmad MustafaJordan University of Science and Technology1
Muzuni MuzuniAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSEP/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) DENGAN METODE LONG LINE DAN RAKIT  JARING APUNG  DI PANTAI LAKEBA KOTA BAUBAU SULAWESI TENGGARA</dc:title>
	<dc:creator>Sumarni, .</dc:creator>
	<dc:creator>La Ola, La Onu</dc:creator>
	<dc:creator>Siang, Roslindah Daeng</dc:creator>
	<dc:creator>Kasim, Ma'ruf</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Usaha budidaya rumput laut dengan menggunakan metode long line banyak dilakukan oleh masyarakat pesisir. Metode rakit jaring apung mulai digunakan oleh masyarakat pesisir khususnya yang ada di Pantai Lakeba Kota Baubau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha budidaya rumput laut dengan metode long line dan rakit jaring apung di Pantai Lakeba Kelurahan Katobengke Kota Baubau. Analisis yang digunakan R/C Ratio, B/C Ratio, BEP, dan Payback Period. Hasil penelitian menunjukkan  diperoleh nilai R/C  Ratio pada metode long line sebesar 2,9 dan metode rakit jaring apung sebesar 4,1, nilai B-C  Ratio sebesar 12 dan  nilai BEP pada metode long line akan mencapai titik impas ketika penjualan rumput laut kering sebanyak 351 kg atau dengan nilai penjualan rumput laut kering mencapai Rp3.541.161, sedangkan  metode rakit jaring apung akan mencapai titik impas ketika penjualan rumput laut kering sebanyak 246 kg atau dengan nilai penjualan rumput laut kering mencapai Rp2.457.069. Nilai paybackperiod  pada metode long line sebesar  0,26 dan metode rakit jaring apung sebesar 0,27. Usaha budidaya rumput laut dengan menggunakan metode rakit jaring apung lebih layak untuk dijalankan serta memberikan keuntungan yang lebih tinggi kepada pembudidaya rumput laut.Kata Kunci: Metode long line,  kelayakan usaha, rakit jaring apung, rumput laut</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UNIVERSITAS HALU OLEO</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2016-08-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSEP/article/view/6813</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jsep.v1i2.6813</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan; Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan; 104 - 110</dc:source>
	<dc:source>2502-664X</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jsep.v1i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JSEP/article/view/6813/5024</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan</dc:rights>
</oai_dc:dc>