Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP TINASUKA DALAM ADAT PERKAWINAN DI DESA NOKO KECAMATAN WAWONII TIMUR LAUT

Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO · Vol. 6 No. 2 (2021)

DOI
10.36709/jpps.v6i2.20104
ISSN
2502-6674, 2502-6666
Published
2021-04-30
Publisher
Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan sejarah singkat, tata cara penentuan tinasuka serta persepsi masyarakat terhadap perubahan tinasuka dalam adat perkawinan di Desa Noko Kecamatan Wawonii Timur Laut Kabupaten Konawe Kepulauan. Metode penelitian ini terdiri atas: 1) teknik pengumpulan data terdiri dari pengamatan, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. 2) teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. 3) validitas data terdiri dari perpanjangan pengamatan dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Sejarah penerapan Tinasuka dalam adat perkawinan masyarakat di Desa Noko Kecamatan Wawonii Timur Laut Kabupaten Konawe Kepulauan berawal dari kesepakatan masa lampau pada masa pemerintahan Raja Mbeoga (Raja ke-17 di Pulau Wawonii) untuk melindungi hak dan martabat perempuan dari calon mempelai pria. (2) Tata cara penentuan Tinasuka dalam adat perkawinan masyarakat di Desa Noko Kecamatan Wawonii Timur Laut Kabupaten Konawe Kepulauan melalui dua tahap yakni musyawarah dan pengambilan kesepakatan (mufakat). Penetapan jumlah besaran Tinasuka (mahar) berdasarkan stratifikasi sosial (Mokole, Mardika, dan Ata). (3) Persepsi masyarakat terhadap perubahan Tinasuka dalam adat perkawinan di Desa Noko Kecamatan Wawonii Timur Laut Kabupaten Konawe Kepulauan berdasarkan temuan penelitian, yakni Tinasuka merupakan salah satu syarat dan faktor penentu yang penting dalam pernikahan, tanggapan masyarakat bentuk Tinasuka kelapa lebih baik daripada doi (uang) walaupun lebih praktis daripada pohon kelapa, namun lebih menguntungkan pohon kelapa karena pohon kelapa produktif dapat membuahkan hasil sepanjang pohon kelapa tersebut masih hidup. Perubahan besaran nilai Tinasuka masyarakat menganggap bahwa perubahan tersebut merupakan hal positif serta merupakan salah satu bentuk dari kemajuan adat di Pulau Wawonii.

Keywords

Collaboration network of the authors

18 authors · 28 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Salim SalimUniversitas Halu Oleo1
Darnawati DarnawatiUniversitas Halu Oleo1
Jamiludin JamiludinUniversitas Halu Oleo1
Irawaty IrawatyUniversitas Halu Oleo1
Weka WidayatiAffiliation unknown1
Eka SuaibUniversitas Halu Oleo1
Barlian BarlianAffiliation unknown1
FIRA FIRAAffiliation unknown1
Abd Abd. Akbar H.Affiliation unknown1
La Ode Muhamad AsrifAffiliation unknown1
sitti HajraniAffiliation unknown1
Maria MariaAffiliation unknown1
Darnawati DarnawatiAffiliation unknown1
Arnianti ArniantiAffiliation unknown1
Andrian PradanaAffiliation unknown1
Waode HasmawatiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/p_sejarah_uho/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP TINASUKA DALAM ADAT PERKAWINAN  DI DESA NOKO KECAMATAN WAWONII TIMUR LAUT</dc:title>
	<dc:creator>Rahmi, sitti</dc:creator>
	<dc:creator>Batia, La</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Persepsi, Adat Perkawinan, dan Tinasuka</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan sejarah singkat, tata cara penentuan tinasuka serta persepsi masyarakat terhadap perubahan tinasuka dalam adat perkawinan di Desa Noko Kecamatan Wawonii Timur Laut Kabupaten Konawe Kepulauan. Metode penelitian ini terdiri atas: 1) teknik pengumpulan data terdiri dari pengamatan, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. 2) teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. 3) validitas data terdiri dari perpanjangan pengamatan dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Sejarah penerapan Tinasuka dalam adat perkawinan masyarakat di Desa Noko Kecamatan Wawonii Timur Laut Kabupaten Konawe Kepulauan berawal dari kesepakatan masa lampau pada masa pemerintahan Raja Mbeoga (Raja ke-17 di Pulau Wawonii) untuk melindungi hak dan martabat perempuan dari calon mempelai pria. (2) Tata cara penentuan Tinasuka dalam adat perkawinan masyarakat di Desa Noko Kecamatan Wawonii Timur Laut Kabupaten Konawe Kepulauan melalui dua tahap yakni musyawarah dan pengambilan kesepakatan (mufakat). Penetapan jumlah besaran Tinasuka (mahar) berdasarkan stratifikasi sosial (Mokole, Mardika, dan Ata). (3) Persepsi masyarakat terhadap perubahan Tinasuka dalam adat perkawinan di Desa Noko Kecamatan Wawonii Timur Laut Kabupaten Konawe Kepulauan berdasarkan temuan penelitian, yakni Tinasuka merupakan salah satu syarat dan faktor penentu yang penting dalam pernikahan, tanggapan masyarakat bentuk Tinasuka kelapa lebih baik daripada doi (uang) walaupun lebih praktis daripada pohon kelapa, namun lebih menguntungkan pohon kelapa karena pohon kelapa produktif dapat membuahkan hasil sepanjang pohon kelapa tersebut masih hidup. Perubahan besaran nilai Tinasuka masyarakat menganggap bahwa perubahan tersebut merupakan hal positif serta merupakan salah satu bentuk dari kemajuan adat di Pulau Wawonii.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/p_sejarah_uho/article/view/20104</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36709/jpps.v6i2.20104</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO; Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO</dc:source>
	<dc:source>2502-6674</dc:source>
	<dc:source>2502-6666</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/p_sejarah_uho/article/view/20104/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>