Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

DESA TANGKENO SEBAGAI DESA WISATA DI KECAMATAN KABAENA TENGAH KABUPATEN BOMBANA (1997-2018)

Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO · Vol. 5 No. 4 (2020) · pp. 291–302

DOI
10.36709/jpps.v5i4.15681
ISSN
2502-6674, 2502-6666
Published
2020-12-27
Publisher
Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0

Abstract

ABSTRAK: Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) Untuk mendeskripsikan Desa Tangkeno sebagai Desa Wisata di Kecamatan Kabaena Tengah (2) Untuk mendeskripsikan latar belakang terbentuknya Desa Tangkeno sebagai Desa Wisata di Kecamatan Kabaena Tengah (3) Untuk menjelaskan tingkat kunjungan wisata ke Desa Tangkeno Kecamatan Kabaena Tengah (4) Untuk menjelaskan prospek pengembangan Desa Tangkeno menjadi Desa Wisata di Kecamatan Kabaena Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang dikemukakan oleh Helius Syamsudin yang terdiri atas 3 tahap yaitu: (1) Heuristik yakni mencari sumber melalui wawancara,studi kepustakaan, dan penelitian lapangan, (2) Kritik sumber terdiri atas kritik eksternal dan kritik internal guna mendapat data yang akurat, (3) Historiografi yang di maksudkan dalam bentuk tulisan secara sisitematis dan kronologis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Desa wisata Tangkeno adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Kabaena Tengah Kabupaten Bombana, terletak disebelah utara Gunung Sabampolulu. Dinobatkan sebagai desa wisata menjadikan Tangkeno sebagai ikon pariwisata Kabupaten Bombana. Kekayaan pesona alam, keunikan adat dan budaya, keunikan adat dan budaya diyakini mampu menarik dan memanjakan mata wisatawan yang berkunjung ke Desa yang juga dikenal dengan sebutan Negeri di Awan ini. (2) Latar belakang terbentuknya Desa Tangkeno adalah pada mulanya Desa Tangkeno masih bergabung dengan beberapa desa lainnya yaitu Enano, Lengora, dan Tangkeno yang dinamai dengan kepala desa gabungan. Pada saat perubahan sistem pemerintahan dari kepala gabungan menjadi desa maka Desa Tangkeno akhirnya dimekarkan di bawah pemerintahan Kabupaten Buton. (3) Tingkat kunjungan wisata ke Desa Tangkeno dapat dilihat sejak dari diresmikannya menjadi Desa Wisata, Tangkeno cukup banyak menarik para wisatawan untuk berkunjung baik wisatawan lokal, maupun wisatawan asing hal ini dapat dilihat dari meningkatnya tingkat kunjungan para wisatawan. (4) Prospek pengembangan Desa Tangkeno sebagai Desa Wisata membutuhkan strategi pengembangan yang kuat dan ditinjau dari aspek kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan. Kata Kunci: Perkembangan, Desa Wisata Tangkeno ABSTRACT: The objectives of this study are: (1) To describe Tangkeno Village as a Tourism Village in Kabaena Tengah District (2) To describe the background of the formation of Tangkeno Village as a Tourism Village in Kabaena Tengah District (3) To explain the level of tourist visits to Tangkeno Village Kabaena Tengah District (4) To explain the prospect of developing Tangkeno Village into a Tourism Village in Kabaena Tengah District. The method used in this research is the historical method proposed by Helius Syamsudin which consists of 3 stages, namely: (1) Heuristics, namely finding sources through interviews, literature study and field research, (2) Source criticism consists of external criticism and internal criticism. in order to obtain accurate data, (3) Historiography which is meant in writing systematically and chronologically. The results of this study indicate that: (1) Tangkeno tourism village is one of the villages located in Kabaena Tengah Subdistrict, Bombana Regency, located north of Mount Sabamp Honolulu. Having been named a tourist village, Tangkeno is a tourism icon for Bombana Regency. The wealth of natural charm, uniqueness of customs and culture, uniqueness of customs and culture is believed to be able to attract and spoil the eyes of tourists visiting this village which is also known as the Land of the Clouds. (2) The background for the formation of Tangkeno Village was that at first Tangkeno Village was still joined by several other villages, namely Enano, Lengora, and Tangkeno which were named after the joint village head. When the government system changed from a joint head to a village, Tangkeno Village was finally expanded under the Buton Regency administration. (3) The level of tourist visits to Tangkeno Village can be seen since the inauguration of a Tourism Village, Tangkeno has attracted quite a lot of tourists to visit both local and foreign tourists, this can be seen from the increasing level of tourist visits. (4) Development prospects Tangkeno Village as a Tourism Village requires a strong development strategy in terms of strengths, weaknesses, opportunities and challenges. Keywords: Development, Tangkeno Tourism Village

Collaboration network of the authors

40 authors · 59 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Muhammadiyah Parepare
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Dadaswati DadaswatiAffiliation unknown2
h. Abd Rauf SulaimanAffiliation unknown2
Yandi arifinAffiliation unknown1
Baenawi La OdeAffiliation unknown1
Lisna LisnaAffiliation unknown1
Andi FirmanAffiliation unknown1
Asmiani AsmianiAffiliation unknown1
Nining SaputriAffiliation unknown1
Jumsir JumsirUniversitas Muhammadiyah Parepare1
Wa Ode SelfiAffiliation unknown1
Asyana BiruAffiliation unknown1
Aswati MAffiliation unknown1
La EdiAffiliation unknown1
Irawaty IrawatyUniversitas Halu Oleo1
Ali Muh. NaimAffiliation unknown1
Mursidin T Mursidin TAffiliation unknown1
Kiki ZaskiaAffiliation unknown1
Agreni AgreniAffiliation unknown1
Aksan GunaAffiliation unknown1
La Ode BaenawiAffiliation unknown1
Jamiludin JamiludinUniversitas Halu Oleo1
WA Ode AsnaAffiliation unknown1
citra fujianaAffiliation unknown1
Asmira AsmaraAffiliation unknown1
Suci AmaliaAffiliation unknown1
Muliha HalimUniversitas Halu Oleo1
Hermianti HermiantiAffiliation unknown1
Wa RinaAffiliation unknown1
Pendais HaqAffiliation unknown1
Aulia RamayantiAffiliation unknown1
Wd. Nur ArdiantiAffiliation unknown1
Nurhayarni NuhayaniAffiliation unknown1
Darnita DarnitaAffiliation unknown1
H. HayariAffiliation unknown1
Tri Rahayu BintarumAffiliation unknown1
Darnawati DarnawatiAffiliation unknown1
Muhamad Ihram HusniAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/p_sejarah_uho/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">DESA TANGKENO SEBAGAI DESA WISATA DI KECAMATAN KABAENA TENGAH KABUPATEN BOMBANA (1997-2018)</dc:title>
	<dc:creator>Safitri, indah</dc:creator>
	<dc:creator>Hadara, Ali</dc:creator>
	<dc:creator>Hayari, Hayari</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK: Tujuan dalam penelitian ini adalah : (1) Untuk mendeskripsikan  Desa Tangkeno sebagai Desa Wisata di Kecamatan Kabaena Tengah (2) Untuk mendeskripsikan latar belakang terbentuknya Desa Tangkeno sebagai Desa Wisata di Kecamatan Kabaena Tengah (3) Untuk menjelaskan  tingkat kunjungan wisata ke Desa Tangkeno Kecamatan Kabaena Tengah (4) Untuk menjelaskan prospek pengembangan Desa Tangkeno menjadi Desa Wisata di Kecamatan Kabaena Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang dikemukakan oleh Helius Syamsudin yang terdiri atas 3 tahap yaitu: (1) Heuristik yakni mencari sumber melalui wawancara,studi kepustakaan, dan penelitian lapangan, (2) Kritik sumber terdiri atas kritik eksternal dan kritik internal guna mendapat data yang akurat, (3) Historiografi yang di maksudkan dalam bentuk tulisan secara sisitematis dan kronologis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Desa wisata Tangkeno adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Kabaena Tengah Kabupaten Bombana, terletak disebelah utara Gunung Sabampolulu. Dinobatkan sebagai desa wisata menjadikan Tangkeno sebagai ikon pariwisata Kabupaten Bombana. Kekayaan pesona alam, keunikan adat dan budaya, keunikan adat dan budaya diyakini mampu menarik dan memanjakan mata wisatawan yang berkunjung ke Desa yang juga dikenal dengan sebutan Negeri di Awan ini. (2) Latar belakang terbentuknya Desa Tangkeno adalah pada mulanya Desa Tangkeno masih bergabung dengan beberapa desa lainnya yaitu Enano, Lengora, dan Tangkeno yang dinamai dengan kepala desa gabungan. Pada saat perubahan sistem pemerintahan dari kepala gabungan menjadi desa maka Desa Tangkeno akhirnya dimekarkan di bawah pemerintahan Kabupaten Buton. (3) Tingkat kunjungan wisata ke Desa Tangkeno dapat dilihat sejak dari diresmikannya menjadi Desa Wisata, Tangkeno cukup banyak menarik para wisatawan untuk berkunjung baik wisatawan lokal, maupun wisatawan asing hal ini dapat dilihat dari meningkatnya tingkat kunjungan para wisatawan. (4) Prospek pengembangan Desa Tangkeno sebagai Desa Wisata membutuhkan strategi pengembangan yang kuat dan ditinjau dari aspek kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan. Kata Kunci: Perkembangan, Desa Wisata Tangkeno ABSTRACT: The objectives of this study are: (1) To describe Tangkeno Village as a Tourism Village in Kabaena Tengah District (2) To describe the background of the formation of Tangkeno Village as a Tourism Village in Kabaena Tengah District (3) To explain the level of tourist visits to Tangkeno Village Kabaena Tengah District (4) To explain the prospect of developing Tangkeno Village into a Tourism Village in Kabaena Tengah District. The method used in this research is the historical method proposed by Helius Syamsudin which consists of 3 stages, namely: (1) Heuristics, namely finding sources through interviews, literature study and field research, (2) Source criticism consists of external criticism and internal criticism. in order to obtain accurate data, (3) Historiography which is meant in writing systematically and chronologically. The results of this study indicate that: (1) Tangkeno tourism village is one of the villages located in Kabaena Tengah Subdistrict, Bombana Regency, located north of Mount Sabamp Honolulu. Having been named a tourist village, Tangkeno is a tourism icon for Bombana Regency. The wealth of natural charm, uniqueness of customs and culture, uniqueness of customs and culture is believed to be able to attract and spoil the eyes of tourists visiting this village which is also known as the Land of the Clouds. (2) The background for the formation of Tangkeno Village was that at first Tangkeno Village was still joined by several other villages, namely Enano, Lengora, and Tangkeno which were named after the joint village head. When the government system changed from a joint head to a village, Tangkeno Village was finally expanded under the Buton Regency administration. (3) The level of tourist visits to Tangkeno Village can be seen since the inauguration of a Tourism Village, Tangkeno has attracted quite a lot of tourists to visit both local and foreign tourists, this can be seen from the increasing level of tourist visits. (4) Development prospects Tangkeno Village as a Tourism Village requires a strong development strategy in terms of strengths, weaknesses, opportunities and challenges.  Keywords: Development, Tangkeno Tourism Village</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/p_sejarah_uho/article/view/15681</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36709/jpps.v5i4.15681</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO; Vol 5, No 4 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO; 291-302</dc:source>
	<dc:source>2502-6674</dc:source>
	<dc:source>2502-6666</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/p_sejarah_uho/article/view/15681/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>