Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

SEJARAH BANTI-BANTI PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN MANDATI 1 KECAMATAN WANGI-WANGI SELATAN KABUPATEN WAKATOBI

Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO · Vol. 3 No. 1 (2020)

DOI
10.36709/jpps.v3i1.13167
ISSN
2502-6674, 2502-6666
Published
2020-07-28
Publisher
Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini berutujuan untuk mendeskripsikan dan menguraikan sejarah, proses dan nilai-nilai yang terkandung dalam banti-banti pada masyarakat di Kelurahan Mandati I Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari (1) heuristik yakni mencari sumber melalui wawancara, studi kepustakaan, dan penelitian lapangan, (2) kritik sumber terdiri atas kritik eksternal dan kritik internal guna mendapat data yang akurat, dan (3) historiografi yang dimaksudkan dalam bentuk tulisan secara sistematis dan kronologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: latar belakang pelaksanaan banti-banti pada masyarakat di Kelurahan Mandati I Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi, tidak diketahui secara pasti, namun dapat di perkirakan banti-banti dan Pobanti lahir sebelum masuknya Islam di Pulau Wangi-Wangi yakni sebelum abad ke-13. Sedangkan proses pelaksanaan banti-banti tersebut masuk dalam aktivitas masyarakat masyarakat Mandati seperti hembula’a gandu (penanaman jagung), kegiatan gotong royong, serta digunakan sebagai pengantar tidur. Disamping itu, banti-banti juga digunakan sebagai nyanyian yang mengiringi tari-tarian tradisional seperti, tari Lariangi, tari Badenda dan tari Pajogi. Nilai-nilai yang terkandung dalam banti-banti yakni nilai agama, kejujuran, tanggung jawab, serta nilai bersahabat/komunikatif yang akan tampak dalam sikap dan perilaku masyarakat di Kelurahan Mandati I Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi.Kata Kunci:Latarbelakang, proses, dan nilai-nilai, banti-bantiDescription Alternative: ABSTRACT: This study aims to describe and describe the history, process and values contained in banti-banti in the community in Mandati I Village, Wangi-Wangi Selatan District, Wakatobi Regency. This research uses a historical method consisting of (1) heuristics that is looking for sources through interviews, library research, and field research, (2) source criticism consists of external criticism and internal criticism in order to obtain accurate data, and (3) historiography intended in writing systematically and chronologically. The results of the study show that: the background of the implementation of the bantis to the community in Mandati I Village, Wangi-Wangi Selatan District Wakatobi Regency is not known, but it can be predicted that Banti and Pobanti were born before the entry of Islam on Wangi-Wangi Island before 13th century. While the implementation of the banti-banti included in the Mandati community activities such as hembula'a gandu (planting corn), mutual cooperation activities, and used as a lullaby. Besides that, banti-banti is also used as a song that accompanies traditional dances such as Lariangi dance, Badenda dance and Pajogi dance. The values contained in the banti-banti namely religious values, honesty, responsibility, and friendly / communicative values that will appear in the attitudes and behavior of the people in Mandati I Village, Wangi-Wangi Selatan District, Wakatobi District.Keywords: Background, process, and values, banti-banti

Collaboration network of the authors

31 authors · 51 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Muliha HalimUniversitas Halu Oleo2
Adrianus AdrianusAffiliation unknown1
Yosehi MekiuwAffiliation unknown1
Abdul RizalAffiliation unknown1
Paul Adryani MoentoAffiliation unknown1
Mani YusufAffiliation unknown1
Teguh WijayantoAffiliation unknown1
Andi KhaeruniUniversitas Halu Oleo1
Muh. YusufUniversitas Halu Oleo1
Hasmira HasmiraAffiliation unknown1
Sarpin SarpinUniversitas Halu Oleo1
Mursidin MursidinAffiliation unknown1
Rifai NurAffiliation unknown1
Amsan AmsanAffiliation unknown1
Stin RompasAffiliation unknown1
Nana SumarnaUniversitas Halu Oleo1
Indarwati Suhariati NingsihAffiliation unknown1
Zulaeha IsmailAffiliation unknown1
Indriyani NurUniversitas Halu Oleo1
Agus KurniaUniversitas Halu Oleo1
astima astimaAffiliation unknown1
Fajarudin MunandoAffiliation unknown1
Nurlaela NurlaelaInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Pendais HakAffiliation unknown1
Harnita HarnitaAffiliation unknown1
Rikki OktavianAffiliation unknown1
Ardian Brendy SigalinggingAffiliation unknown1
Faad MaondeAffiliation unknown1
La Masi La MasiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/p_sejarah_uho/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">SEJARAH BANTI-BANTI PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN MANDATI 1 KECAMATAN WANGI-WANGI SELATAN KABUPATEN WAKATOBI</dc:title>
	<dc:creator>Bini, Bini</dc:creator>
	<dc:creator>Anwar, Anwar</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK: Penelitian ini berutujuan untuk mendeskripsikan dan menguraikan sejarah, proses dan nilai-nilai yang terkandung dalam banti-banti pada masyarakat di Kelurahan Mandati I Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari (1) heuristik yakni mencari sumber melalui wawancara, studi kepustakaan, dan penelitian lapangan, (2) kritik sumber terdiri atas kritik eksternal dan kritik internal guna mendapat data yang akurat, dan (3) historiografi yang dimaksudkan dalam bentuk tulisan secara sistematis dan kronologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: latar belakang pelaksanaan banti-banti pada masyarakat di Kelurahan Mandati I Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi, tidak diketahui secara pasti, namun dapat di perkirakan banti-banti dan Pobanti lahir sebelum masuknya Islam di Pulau Wangi-Wangi yakni sebelum abad ke-13. Sedangkan proses pelaksanaan banti-banti tersebut masuk dalam aktivitas masyarakat masyarakat Mandati seperti hembula’a gandu (penanaman jagung), kegiatan gotong royong, serta digunakan sebagai pengantar tidur. Disamping itu, banti-banti juga digunakan sebagai nyanyian yang mengiringi tari-tarian tradisional seperti, tari Lariangi, tari Badenda dan tari Pajogi. Nilai-nilai yang terkandung dalam banti-banti yakni nilai agama, kejujuran, tanggung jawab, serta nilai bersahabat/komunikatif yang akan tampak dalam sikap dan perilaku masyarakat di Kelurahan Mandati I Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi.Kata Kunci:Latarbelakang, proses, dan nilai-nilai, banti-bantiDescription Alternative: ABSTRACT: This study aims to describe and describe the history, process and values contained in banti-banti in the community in Mandati I Village, Wangi-Wangi Selatan District, Wakatobi Regency. This research uses a historical method consisting of (1) heuristics that is looking for sources through interviews, library research, and field research, (2) source criticism consists of external criticism and internal criticism in order to obtain accurate data, and (3) historiography intended in writing systematically and chronologically. The results of the study show that: the background of the implementation of the bantis to the community in Mandati I Village, Wangi-Wangi Selatan District Wakatobi Regency is not known, but it can be predicted that Banti and Pobanti were born before the entry of Islam on Wangi-Wangi Island before 13th century. While the implementation of the banti-banti included in the Mandati community activities such as hembula'a gandu (planting corn), mutual cooperation activities, and used as a lullaby. Besides that, banti-banti is also used as a song that accompanies traditional dances such as Lariangi dance, Badenda dance and Pajogi dance. The values contained in the banti-banti namely religious values, honesty, responsibility, and friendly / communicative values that will appear in the attitudes and behavior of the people in Mandati I Village, Wangi-Wangi Selatan District, Wakatobi District.Keywords: Background, process, and values, banti-banti</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-07-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/p_sejarah_uho/article/view/13167</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36709/jpps.v3i1.13167</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO; Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO</dc:source>
	<dc:source>2502-6674</dc:source>
	<dc:source>2502-6666</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/p_sejarah_uho/article/view/13167/9117</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>