Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

INDEKS KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DI KOTA KENDARI DITINJAU DARI ASPEK HUBUNGAN SOSIAL, HUBUNGAN KEAGAMAAN, NILAI DAN PERAN PEMERINTAH

Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO · Vol. 1 No. 1 (2022)

DOI
10.36709/jpps.v1i1.7350
ISSN
2502-6674, 2502-6666
Published
2022-04-09
Publisher
Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

ABSTRAK Fakta kebergaman agama dan kepercayaan masyarakat adalah sebuah keniscayaan di Indonesia. Keberagaman ini disatu sisi bisa menjadi sumber kekuatan dan potensi bangsa dalam membangun sebuah peradaban manusia, namun disisi lain jika tidak dikelola dan dirawat dengan baik bisa menjadi sumber konflik yang justeru dapat menghancurkan kemanusiaan itu sendiri. Tentunya itu juga bertentangan dengan fitra yang melandasi mengapa manusia harus beragama di bumi ini. Untuk itu, cerita konflik selalu melahirkan berbagai bentuk analisa dan paradigma bagi siapapun yang menyorotnya. Di kota Kendari dapat dimasukan sebagai kota yang multi kultur dan agama. Beberapa data yang diperoleh saat ini ada lima agama yang memiliki penganut dan tersebar pada 10 kecamatan yang ada di kota Kendari yaitu Islam, Katolik, Kristen, Hindu dan Budha. Secara teoritis sosiologis keberagaman (pluralitas) pasti menyimpan potensi konflik sehingga dalam konteks hubungan umat beragama sangat tergantung dari pola komunikasi dan toleransi yang dibangun oleh masing-masing umat beragama. Melalui penelitian penggambungan antara kuantitatif dan kualitatif yang dipusatkan di 2 kecamatan yaitu Kadia dan Kecamatan Mandonga dengan jumlah responden 130 orang yang diambil dari unsur-unsur umat beragama, diperoleh hasil bahwa Kota Kendari termasuk daerah yang memiliki tingkat toleransi yang kuat namun disisi lain pada tingkatan grashroot dan aspek-aspek tertentu masih menyimpan masalah dan ketegangan walaupun memang tidak meluas dan terkuak. Dari 4 aspek yang dilihat yaitu hubungan sosial, hubungan keagamaan, nilai yang melandasi hubungan kerukunan, dan peran pemerintah menunjukan hubungan keagamaan masih rendah yaitu indeks 2,7 sedangkan hubungan sosial dan peran pemerintah relatif baik yang berada pada indeks 3,0, akan tetapi belum berada pada posisi maksimal. Dengan demikian diperlukan upaya dan penguatan kerukunan sebagai bentuk preventif aproach dan perawatan kerukunan umat beragama di Kota Kendari. Kata Kunci: Umat Beragama, Potret dan Kerukunan

Collaboration network of the authors

18 authors · 25 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Institut Agama Islam Negeri Parepare
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
La Ode MarhiniAffiliation unknown2
siti RohaniAffiliation unknown2
Rahmania RahmaniaAffiliation unknown1
Aswati MAffiliation unknown1
Muchlis MuchlisAffiliation unknown1
Darnawati DarnawatiAffiliation unknown1
Fitriani FitrianiAffiliation unknown1
Anwar AnwarAffiliation unknown1
Harnita HarnitaAffiliation unknown1
Murtia MurtiaAffiliation unknown1
Aas Putri ApriliaAffiliation unknown1
Dila DarmayantiAffiliation unknown1
Mursidin T Mursidin TAffiliation unknown1
Nurfardila IndomananAffiliation unknown1
Noni IndrianiAffiliation unknown1
Munawir MunawirInstitut Agama Islam Negeri Parepare1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/p_sejarah_uho/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">INDEKS KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DI KOTA KENDARI DITINJAU DARI ASPEK HUBUNGAN SOSIAL, HUBUNGAN KEAGAMAAN, NILAI DAN PERAN PEMERINTAH</dc:title>
	<dc:creator>Abas, Muh.</dc:creator>
	<dc:creator>Hak, Pendais</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK Fakta kebergaman agama dan kepercayaan masyarakat adalah sebuah keniscayaan di Indonesia. Keberagaman ini disatu sisi bisa menjadi sumber kekuatan dan potensi bangsa dalam membangun sebuah peradaban manusia, namun disisi lain jika tidak dikelola dan dirawat dengan baik bisa menjadi sumber konflik yang justeru dapat menghancurkan kemanusiaan itu sendiri. Tentunya itu juga bertentangan dengan fitra yang melandasi mengapa manusia harus beragama di bumi ini. Untuk itu, cerita konflik selalu melahirkan berbagai bentuk analisa dan paradigma bagi siapapun yang menyorotnya. Di kota Kendari dapat dimasukan sebagai kota yang multi kultur dan agama. Beberapa data yang diperoleh saat ini ada lima agama yang memiliki penganut dan tersebar pada 10 kecamatan yang ada di kota Kendari yaitu Islam, Katolik, Kristen, Hindu dan Budha. Secara teoritis sosiologis keberagaman (pluralitas) pasti menyimpan potensi konflik sehingga dalam konteks hubungan umat beragama sangat tergantung dari pola komunikasi dan toleransi yang dibangun oleh masing-masing umat beragama. Melalui penelitian penggambungan antara kuantitatif dan kualitatif yang dipusatkan di 2 kecamatan yaitu Kadia dan Kecamatan Mandonga dengan jumlah responden 130 orang yang diambil dari unsur-unsur umat beragama, diperoleh hasil bahwa Kota Kendari termasuk daerah yang memiliki tingkat toleransi yang kuat namun disisi lain pada tingkatan grashroot dan aspek-aspek tertentu  masih menyimpan masalah dan ketegangan walaupun memang tidak meluas dan terkuak. Dari 4 aspek yang dilihat yaitu hubungan sosial, hubungan keagamaan, nilai yang melandasi hubungan kerukunan, dan peran pemerintah menunjukan hubungan keagamaan masih rendah yaitu indeks 2,7 sedangkan hubungan sosial dan peran pemerintah relatif baik yang berada pada indeks 3,0, akan tetapi belum berada pada posisi maksimal. Dengan demikian diperlukan upaya dan penguatan kerukunan sebagai bentuk preventif aproach dan perawatan kerukunan umat beragama di Kota Kendari. Kata Kunci:   Umat Beragama, Potret dan Kerukunan</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-04-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/p_sejarah_uho/article/view/7350</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36709/jpps.v1i1.7350</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO; Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO</dc:source>
	<dc:source>2502-6674</dc:source>
	<dc:source>2502-6666</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/p_sejarah_uho/article/view/7350/5375</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO</dc:rights>
</oai_dc:dc>