Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

TRADISI MANSA PADA MASYARAKAT WANGI-WANGI DI KABUPATEN WAKATOBI (Suatu Tinjauan Sejarah)

Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO · Vol. 1 No. 1 (2022)

DOI
10.36709/jpps.v1i1.7357
ISSN
2502-6674, 2502-6666
Published
2022-04-09
Publisher
Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

ABSTRAK Tradisi Mansa pada Masyarakat Wangi-Wangi di Kabupaten Wakatobi dalam kajian ini telah diteliti dengan menfokuskan pada lima masalah utama yaitu (1) Bagaimana latar belakang lahirnya Mansa pada masyarakat Wangi-Wangi di Kabupaten Wakatobi? (2) Bagaimana prosesi Mansa pada masyarakat Wangi-Wangi di Kabupaten Wakatobi? (3) Bagaimana fungsi Mansa pada masyarakat Wangi-Wangi di Kabupaten Wakatobi? (4) Bagaimana perubahan Mansa pada Masyarakat Wangi-Wangi di Kabupaten Wakatobi? (5) Nilai-nilai apa yang terkandung dalam Mansa pada masyarakat Wangi-Wangi di Kabupaten Wakatobi.Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa; (1) latar belakang lahirnya Mansa pada masyarakat Wangi-Wangi menurut tradisi lisan yang berkembang, bahwa Mansa sebagai seni penjaga diri sudah ada di Pulau Oroho sebelum kerajaan di Liya dirikan, yaitu sekitar awal abad ke XIII, yaitu Mansa yang berasal dari Maluku, yang kemudian Mansa itu diserap menjadi kebudayaan masyarakat Wangi-Wangi yang dalam masyarakat Wangi-Wangi dinamakan Mansa Makanjara. Selanjutnya pada perkembangannya, sekitar abad ke XIX muncul Mansa Balabba sebagai salah satu aliran Mansa yang populer. Selain itu, Mansa di Wangi-Wangi sangat bervariasi, anggapan ini diperkuat dengan beberapa alasan yaitu dari letak geografisnya yang merupakan jalur pelayaran, Kedua; masyarakat Wakatobi dari berbagai penelitian terdahulu dikatakan merupakan pelaut-pelaut tangguh tradisional, yang memungkinkan dari sebagian mereka mempelajari tehnik beladiri ditempat yang mereka kunjungi. (2) prosesi pelaksanaan belajar Mansa dimulai dari Elaha u laro (mencari simpati), Hesofui (pensucian diri), Paho (mempertajam penglihatan), Hena-henai’a (belajar jurus).(3) Fungsi Mansa pada masyarakat Wangi-Wangi tentunya tidak jauh berbeda dengan fungsi silat pada umumnya, yaitu (a) sebagai beladiri,dan (b) sebagai pertunjukan. (4) Perubahan yang terjadi dalam tradisi Mansa yaitu terutama munculnya aliran-aliran baru seperti Karate, Tai Kondo yang dapat mempengaruhi eksitensi Mansa yang lama. (5) Nilai yang terkandung dalam tradisi Mansa yaitu: (a) Nilai Budaya (b) Nilai Sosial; (c) Nilai Spiritual; dan (d) Nilai Estetika. Kata Kunci: Sejarah, Nilai, dan tradisi Mansa

Collaboration network of the authors

31 authors · 45 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Muhammadiyah Parepare
  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Pendais HaqAffiliation unknown3
Rahmania RahmaniaAffiliation unknown2
Dadaswati DadaswatiAffiliation unknown2
h. Abd Rauf SulaimanAffiliation unknown2
Pendais HakAffiliation unknown1
hayari hayariAffiliation unknown1
indah SafitriAffiliation unknown1
Lisna LisnaAffiliation unknown1
Andi FirmanAffiliation unknown1
Nining SaputriAffiliation unknown1
Jumsir JumsirUniversitas Muhammadiyah Parepare1
Asyana BiruAffiliation unknown1
Irawaty IrawatyUniversitas Halu Oleo1
Ali Muh. NaimAffiliation unknown1
Agreni AgreniAffiliation unknown1
La Ode BaenawiAffiliation unknown1
Asmira AsmaraAffiliation unknown1
H. AnwarAffiliation unknown1
Fendy Imaduddin ArsamAffiliation unknown1
Wa RinaAffiliation unknown1
Rispan RispanAffiliation unknown1
Aulia RamayantiAffiliation unknown1
Wd. Nur ArdiantiAffiliation unknown1
Nurhayarni NuhayaniAffiliation unknown1
La Ode Ali BasriAffiliation unknown1
Amrin UdeAffiliation unknown1
H. HayariAffiliation unknown1
Tri Rahayu BintarumAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/p_sejarah_uho/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">TRADISI MANSA PADA MASYARAKAT WANGI-WANGI DI KABUPATEN WAKATOBI (Suatu Tinjauan Sejarah)</dc:title>
	<dc:creator>Edi, La</dc:creator>
	<dc:creator>Hadara, Ali</dc:creator>
	<dc:creator>M., Aswati</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK            Tradisi Mansa pada Masyarakat Wangi-Wangi di Kabupaten Wakatobi dalam kajian ini telah diteliti dengan menfokuskan pada lima masalah utama yaitu (1) Bagaimana latar belakang lahirnya Mansa pada masyarakat Wangi-Wangi di Kabupaten Wakatobi? (2) Bagaimana prosesi Mansa pada masyarakat Wangi-Wangi di Kabupaten Wakatobi? (3) Bagaimana fungsi Mansa  pada masyarakat Wangi-Wangi di Kabupaten Wakatobi? (4) Bagaimana perubahan Mansa pada Masyarakat Wangi-Wangi di Kabupaten Wakatobi? (5) Nilai-nilai apa yang terkandung dalam Mansa  pada masyarakat Wangi-Wangi di Kabupaten Wakatobi.Hasil penelitian di lapangan menunjukkan  bahwa; (1) latar belakang lahirnya Mansa pada masyarakat Wangi-Wangi menurut tradisi lisan yang berkembang, bahwa Mansa sebagai seni penjaga diri sudah ada di Pulau Oroho sebelum kerajaan di Liya dirikan, yaitu sekitar awal abad ke XIII, yaitu  Mansa yang berasal dari Maluku, yang kemudian Mansa itu diserap menjadi kebudayaan masyarakat Wangi-Wangi yang dalam masyarakat Wangi-Wangi dinamakan Mansa Makanjara. Selanjutnya pada perkembangannya, sekitar  abad ke XIX muncul Mansa Balabba sebagai salah satu aliran Mansa yang populer. Selain itu, Mansa di Wangi-Wangi sangat bervariasi, anggapan ini diperkuat dengan beberapa alasan yaitu dari letak geografisnya yang merupakan jalur pelayaran, Kedua; masyarakat Wakatobi dari berbagai penelitian terdahulu dikatakan merupakan pelaut-pelaut tangguh tradisional, yang memungkinkan dari sebagian mereka mempelajari tehnik beladiri ditempat yang mereka kunjungi. (2) prosesi pelaksanaan belajar Mansa dimulai dari Elaha u laro (mencari simpati), Hesofui (pensucian diri), Paho (mempertajam penglihatan), Hena-henai’a (belajar jurus).(3) Fungsi Mansa pada masyarakat Wangi-Wangi tentunya tidak jauh berbeda dengan fungsi silat pada umumnya, yaitu (a) sebagai beladiri,dan (b) sebagai pertunjukan. (4) Perubahan yang terjadi dalam tradisi Mansa yaitu terutama munculnya aliran-aliran baru seperti Karate, Tai Kondo yang dapat mempengaruhi eksitensi Mansa yang lama. (5) Nilai yang terkandung dalam tradisi Mansa yaitu: (a) Nilai Budaya (b) Nilai Sosial; (c) Nilai Spiritual; dan (d) Nilai Estetika. Kata Kunci: Sejarah, Nilai, dan tradisi Mansa</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-04-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/p_sejarah_uho/article/view/7357</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36709/jpps.v1i1.7357</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO; Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO</dc:source>
	<dc:source>2502-6674</dc:source>
	<dc:source>2502-6666</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/p_sejarah_uho/article/view/7357/5380</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO</dc:rights>
</oai_dc:dc>