Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

SEJARAH TARI PAJOGI MASYARAKAT WAGINOPO DI KECAMATAN WANGI-WANGI KABUPATEN WAKATOBI

Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO · Vol. 2 No. 3 (2019)

DOI
10.36709/jpps.v2i3.6198
ISSN
2502-6674, 2502-6666
Published
2019-10-25
Publisher
Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

ABSTRAK Masalah pokok dalam penelitian ini meliputi: 1) Bagaimana sejarah lahirnya tari pajogi masyarakat Waginopo di Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi. 2) Bagaimana perkembangan tari pajogi masyarakat Waginopo di Kecamatan WangiWangi Kabupaten Wakatobi. 3) Nilai-nilai apa yang terkandung dalam tari pajogi masyarakat Waginopo di Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi. 4) Makna makna simbolik apa yang terdapat dalam tari pajogi? Penelitian ini menggunakan prosedur penelitian yang dikemukakan oleh Kuntowijoyo (2013: 69) Yang terdiri atas lima tahapan yaitu: 1) Pemilihan topik, 2) Pengumpulan sumber, 3) Verifikasi (kritik sejarah, keabsahan sumber), 4) Interpretasi: analisis dan sintesis, 5) Penulisan (historigrafi). Penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Tari pajogi di Kecamatan Wangi-Wangi diperkenalkan pertama kali oleh para pelaut-pelaut masyarakat Katapi di Kecamatan Wangi-Wangi, pelaut-pelaut yang sering berlayar ke daerah Jawa dan daerah Bonearate di kepulauan Selayar (Sulawesi Selatan), tarian tersebut diterima oleh masyarakat setempat karena pada saat itu masih kurang sarana hiburan rakyat. 2) Perkembangan tari pajogi dari jenis tari hiburan berkembang menjadi tari penyambutan dan tari pengiring adat. Selain itu dapat dilihat dari segi jumlah pelakon tari, gerakan-gerakanya, bentuk sawerannya, busananya, perhiasan, alat musik yang digunakan serta versi tarian. 3) Nilai-nilai yang terkandung dalam tari pajogi diantaranya yaitu nilai sosial dan ekonomi, nilai social, nilai ekonomi, nilai estetika, nilai pendidikan budi pekerti, 4) Makna-makna simbolik yang terdapat dalam tari pajogi yaitu diantaranya, seperti bentuk musik yang digunakan cenderung menggebugebu, ini bermakna tarian yang megungkapkan ekspresi kegembiraan, yang tergambar dalam gerakan-gerakannya.Kata Kunci: Sejarah, Tari, Pajogi

Collaboration network of the authors

40 authors · 144 co-authorship links · 3 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • State University of Medan
  • Universitas Sulawesi Tenggara
  • Universitas Gadjah Mada
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Nur Isiyana WiantiAffiliation unknown4
Sukmawati AbdullahAffiliation unknown3
Muslim TadjuddahAffiliation unknown3
Tjandra BuanaAffiliation unknown3
Yani TaufikAffiliation unknown3
Ima Astuty WunawarsihAffiliation unknown3
La NalefoAffiliation unknown2
Awaluddin HamzahUniversitas Halu Oleo2
Muzuni MuzuniAffiliation unknown2
Jahidin JahidinAffiliation unknown2
Taane La OlaAffiliation unknown2
Mardin MardinAffiliation unknown2
Bunyamin BunyaminAffiliation unknown2
Muhammad AminState University of Medan1
Wulan Ali RahminAffiliation unknown1
Fitriani FitrianiAffiliation unknown1
Musadar MappasombaAffiliation unknown1
Mita MitaUniversitas Sulawesi Tenggara1
Hartina BatoaAffiliation unknown1
Rifka TaufikaAffiliation unknown1
Muh. Yusril LaoteAffiliation unknown1
Rosmawaty RosmawatyAffiliation unknown1
Muh. ArisantoAffiliation unknown1
Musadar MusadarAffiliation unknown1
Nurfadilla NurfadillaAffiliation unknown1
Alias AliasAffiliation unknown1
Suci Cahaya RezkiAffiliation unknown1
La HasaniAffiliation unknown1
Arni ArniUniversitas Halu Oleo1
Muhammad Aswar LimiUniversitas Halu Oleo1
Putu ArimbawaAffiliation unknown1
Monalisa MonalisaAffiliation unknown1
Salahuddin SalahuddinUniversitas Gadjah Mada1
Nurhayu MalikAffiliation unknown1
Victor BragancaAffiliation unknown1
La Ode Ali AmaniAffiliation unknown1
La SarifudinAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/p_sejarah_uho/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">SEJARAH TARI PAJOGI MASYARAKAT WAGINOPO DI KECAMATAN WANGI-WANGI KABUPATEN WAKATOBI</dc:title>
	<dc:creator>Suriana, Suriana .</dc:creator>
	<dc:creator>La Ode Ali Basri, La Ode Ali Basri</dc:creator>
	<dc:creator>Abd. Rauf Sulaiman, Abd. Rauf Sulaiman</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK Masalah pokok dalam penelitian ini meliputi: 1) Bagaimana sejarah lahirnya tari pajogi masyarakat Waginopo di Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi. 2) Bagaimana perkembangan tari pajogi masyarakat Waginopo di Kecamatan WangiWangi Kabupaten Wakatobi. 3) Nilai-nilai apa yang terkandung dalam tari pajogi masyarakat Waginopo di Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi. 4) Makna makna simbolik apa yang terdapat dalam tari pajogi? Penelitian ini menggunakan prosedur penelitian yang dikemukakan oleh Kuntowijoyo (2013: 69) Yang terdiri atas lima tahapan yaitu: 1) Pemilihan topik, 2) Pengumpulan sumber, 3) Verifikasi (kritik sejarah, keabsahan sumber), 4) Interpretasi: analisis dan sintesis, 5) Penulisan (historigrafi). Penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Tari pajogi di Kecamatan Wangi-Wangi diperkenalkan pertama kali oleh para pelaut-pelaut masyarakat Katapi di Kecamatan Wangi-Wangi, pelaut-pelaut yang sering berlayar ke daerah Jawa dan daerah Bonearate di kepulauan Selayar (Sulawesi Selatan), tarian tersebut diterima oleh masyarakat setempat karena pada saat itu masih kurang sarana hiburan rakyat. 2) Perkembangan tari pajogi dari jenis tari hiburan berkembang menjadi tari penyambutan dan tari pengiring adat. Selain itu dapat dilihat dari segi jumlah pelakon tari, gerakan-gerakanya, bentuk sawerannya, busananya, perhiasan, alat musik yang digunakan serta versi tarian. 3) Nilai-nilai yang terkandung dalam tari pajogi diantaranya yaitu nilai sosial dan ekonomi, nilai social, nilai ekonomi, nilai estetika, nilai pendidikan budi pekerti, 4) Makna-makna simbolik yang terdapat dalam tari pajogi yaitu diantaranya, seperti bentuk musik yang digunakan cenderung menggebugebu, ini bermakna tarian yang megungkapkan ekspresi kegembiraan, yang tergambar dalam gerakan-gerakannya.Kata Kunci: Sejarah, Tari, Pajogi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-10-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/p_sejarah_uho/article/view/6198</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36709/jpps.v2i3.6198</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO; Vol 2, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO</dc:source>
	<dc:source>2502-6674</dc:source>
	<dc:source>2502-6666</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/p_sejarah_uho/article/view/6198/4548</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO</dc:rights>
</oai_dc:dc>