Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

TRADISI MOSEHE MESOSAMBAKAI PADA MASYARAKAT TOLAKI MEKONGGA DI KECAMATAN WUNDULAKO KABUPATEN KOLAKA (1960-2018)

Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO · Vol. 5 No. 2 (2020) · pp. 90–103

DOI
10.36709/jpps.v5i2.15459
ISSN
2502-6674, 2502-6666
Published
2020-12-09
Publisher
Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0

Abstract

ABSTRAK: Adapun tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk menguraikan latar belakang pelaksanaan tradisi Mosehe Mesosambakai pada masyarakat Tolaki Mekongga di Kecamatan Wundulako Kabupaten Kolaka, (2) Untuk menjelaskan proses pelaksanaan tradisi Mosehe Mesosambakai pada masyarakat Tolaki Mekongga di Kecamatan Wundulako Kabupaten Kolaka, (3) Untuk menjelaskan perubahan yang terjadi dalam tradisi Mosehe Mesosambakai pada masyarakat Tolaki Mekongga di Kecamatan Wundulako Kabupaten Kolaka (4) Untuk menguraikan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Mosehe Mesosambakai pada masyarakat Tolaki Mekongga di Kecamatan Wundulako Kabupaten Kolaka. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Desember 2019 sampai dengan Januari 2020. Adapun prosedur penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengacu pada metode sejarah menurut Helius Sjamsuddin dengan langkah-langkah sebagai berikut: (a) Heuristik (pengumpulan sumber) yang dilakukan melalui teknik penelitian kepustakaan (library research), pengamatan (observasi), wawancara (interview), dan studi dokumen. (b) Kritik Sumber, yang dilakukan melalui kritik eksternal (kritik luar) dan kritik internal (kritik dalam). (c) Historiografi, yang dilakukan melalui penafsiran (interpretasi), penjelasan (eksplanasi), dan penyajian (ekspose). Dalam tinjauan pustaka penulis menggunakan konsep tradisi, konsep kebudayaan, konsep nlai dan unsur budaya, konsep masyarakat dan konsep Mosehe Mesosambakai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Latar belakang pelaksanaan tradisi Mosehe yaitu didasari oleh mombetudaria (sumpah) sehingga sumpah itu harus ditawarkan melalui tradisi mosehe. Latar belakang pelaksanaan tradisi Mesosambakai terjadi pada anak raja yang lahir dalam keadaan tidak memiliki tulang belulang, setelah dilaksanakan tradisi Mesosambakai maka anak raja tersebut tumbuh menjadi anak yang normal. (2) Proses pelaksanaan tradisi Mosehe Mesosambakai terdiri atas: a) Tahap persiapan b) Tahap pelaksanaan dan c) Tahap penutup. (3) Perubahan yang terjadi dalam tradisi mosehe pada zaman dulu pelaksaanaan tradisi Mosehe dilaksanakan jika ada orang yang pernah mengeluarkan sumpah perubahan yang terjadi pada zaman sekarang tradisi ini dilaksanakan tidak hanya orang yang mempunyai sumpah, namun dilaksanakannya untuk mensucikan diri jika seseorang tersebut tanpa menyadari pernah berkata-kata menyakiti perasaan orang lain. Sedangkan perubahan yang terjadi pada tradisi mesosambakai yaitu pada zaman dulu anak yang keturunan bangsawan (anakia) dalam pelaksanaannya didudukan di atas bantal sedangkan dari masyarakat biasa tidak menggunakan bantal. (4) Nilai-nilai yang terkandung dalam pelaksanaan tradisi Mosehe Mesosambakai yaitu: a) Nilai etika b) Nilai pendidikan c) Nilai religius. Kata Kunci: Tradisi, Mosehe Mesosambakai, Tolaki Mekongga ABSTRACT: The objectives of this study are: (1) To describe the background of the implementation of the Mosehe Mesosambakai tradition in the Tolaki Mekongga community in Wundulako District, Kolaka Regency, (2) To explain the process of implementing the Mosehe Mesosambakai tradition in the Tolaki Mekongga community in Wundulako District, Kolaka Regency, (3) To explain the changes that have occurred in the Mosehe Mesosambakai tradition in the Tolaki Mekongga community in Wundulako District, Kolaka Regency (4) To describe the values contained in the Mosehe Mesosambakai tradition in the Tolaki Mekongga community in Wundulako District, Kolaka Regency. This research was carried out from December 2019 to January 2020. The research procedure used in this study refers to the historical method according to Helius Sjamsuddin with the following steps: (a) Heuristics (source collection) which is carried out through library research techniques (library research), observation (observation), interview (interview), and document study. (b) Source Criticism, which is done through external criticism (outside criticism) and internal criticism (internal criticism). (c) Historiography, which is done through interpretation (interpretation), explanation (explanation), and presentation (exposure). In the literature review the author uses the concept of tradition, the concept of culture, the concept of value and cultural elements, the concept of society and the concept of Mosehe Mesosambakai. The results showed that: (1) The background for the implementation of the Mosehe tradition is based on the mombetudaria (oath) so that the oath must be offered through the mosehe tradition. The background for the implementation of the Mesosambakai tradition occurs in the king's son who was born without bones, after the Mesosambakai tradition was carried out, the king's son grew into a normal child. (2) The process of implementing the Mosehe Mesosambakai tradition consists of: a) the preparation stage b) the implementation stage and c) the closing stage. (3) Changes that occur in the mosehe tradition in the past, the implementation of the Mosehe tradition is carried out if someone has issued an oath, changes that occur today, this tradition is carried out not only for people who have an oath, but they are carried out to purify themselves if that person is unaware that words hurt other people's feelings. Meanwhile, the changes that occurred in the mesosambakai tradition were that in ancient times, children of noble descent (anakia) were placed on a pillow while ordinary people did not use a pillow. (4) The values contained in the implementation of the Mosehe Mesosambakai tradition are: a) Ethical values b) Educational values c) Religious values. Keywords: Tradition, Mosehe Mesosambakai, Tolaki Mekongga

Collaboration network of the authors

18 authors · 25 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Institut Agama Islam Negeri Parepare
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Muh. AbasAffiliation unknown2
Rahmania RahmaniaAffiliation unknown1
Aswati MAffiliation unknown1
Muchlis MuchlisAffiliation unknown1
Darnawati DarnawatiAffiliation unknown1
Fitriani FitrianiAffiliation unknown1
Anwar AnwarAffiliation unknown1
Harnita HarnitaAffiliation unknown1
Murtia MurtiaAffiliation unknown1
Dila DarmayantiAffiliation unknown1
La Ode MarhiniAffiliation unknown1
siti RohaniAffiliation unknown1
Mursidin T Mursidin TAffiliation unknown1
Nurfardila IndomananAffiliation unknown1
Noni IndrianiAffiliation unknown1
Munawir MunawirInstitut Agama Islam Negeri Parepare1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/p_sejarah_uho/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">TRADISI MOSEHE MESOSAMBAKAI PADA MASYARAKAT TOLAKI MEKONGGA DI KECAMATAN WUNDULAKO KABUPATEN KOLAKA (1960-2018)</dc:title>
	<dc:creator>Aprilia, Aas Putri</dc:creator>
	<dc:creator>Hak, Pendais</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK: Adapun tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk menguraikan latar belakang pelaksanaan tradisi Mosehe Mesosambakai pada masyarakat Tolaki Mekongga di Kecamatan Wundulako Kabupaten Kolaka, (2) Untuk menjelaskan proses pelaksanaan tradisi Mosehe Mesosambakai pada masyarakat Tolaki Mekongga di Kecamatan Wundulako Kabupaten Kolaka, (3) Untuk menjelaskan perubahan yang terjadi dalam tradisi Mosehe Mesosambakai pada masyarakat Tolaki Mekongga di Kecamatan Wundulako Kabupaten Kolaka (4) Untuk menguraikan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Mosehe Mesosambakai pada masyarakat Tolaki Mekongga di Kecamatan Wundulako Kabupaten Kolaka. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Desember 2019 sampai dengan Januari 2020. Adapun prosedur penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengacu pada metode sejarah menurut Helius Sjamsuddin dengan langkah-langkah sebagai berikut: (a) Heuristik (pengumpulan sumber) yang dilakukan melalui teknik penelitian kepustakaan (library research), pengamatan (observasi), wawancara (interview), dan studi dokumen. (b) Kritik Sumber, yang dilakukan melalui kritik eksternal (kritik luar) dan kritik internal (kritik dalam). (c) Historiografi, yang dilakukan melalui penafsiran (interpretasi), penjelasan (eksplanasi), dan penyajian (ekspose). Dalam tinjauan pustaka penulis menggunakan konsep tradisi, konsep kebudayaan, konsep nlai dan unsur budaya, konsep masyarakat dan konsep Mosehe Mesosambakai.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Latar belakang pelaksanaan tradisi Mosehe yaitu didasari oleh mombetudaria (sumpah) sehingga sumpah itu harus ditawarkan melalui tradisi mosehe.  Latar belakang pelaksanaan tradisi Mesosambakai terjadi pada anak raja yang lahir dalam keadaan tidak memiliki tulang belulang, setelah dilaksanakan tradisi Mesosambakai maka anak raja tersebut tumbuh menjadi anak yang normal. (2) Proses pelaksanaan tradisi Mosehe Mesosambakai terdiri atas: a) Tahap persiapan b) Tahap pelaksanaan dan c) Tahap penutup. (3) Perubahan yang terjadi dalam tradisi mosehe pada zaman dulu pelaksaanaan tradisi Mosehe dilaksanakan jika ada orang yang pernah mengeluarkan sumpah perubahan yang terjadi pada zaman sekarang tradisi ini dilaksanakan tidak hanya orang yang mempunyai sumpah, namun dilaksanakannya untuk mensucikan diri jika seseorang tersebut tanpa menyadari pernah berkata-kata menyakiti perasaan orang lain. Sedangkan perubahan yang terjadi pada tradisi mesosambakai yaitu pada zaman dulu anak yang keturunan bangsawan (anakia) dalam pelaksanaannya didudukan di atas bantal sedangkan dari masyarakat biasa tidak menggunakan bantal. (4) Nilai-nilai yang terkandung dalam pelaksanaan tradisi Mosehe Mesosambakai yaitu: a) Nilai etika b) Nilai pendidikan c) Nilai religius. Kata Kunci: Tradisi, Mosehe Mesosambakai, Tolaki Mekongga        ABSTRACT: The objectives of this study are: (1) To describe the background of the implementation of the Mosehe Mesosambakai tradition in the Tolaki Mekongga community in Wundulako District, Kolaka Regency, (2) To explain the process of implementing the Mosehe Mesosambakai tradition in the Tolaki Mekongga community in Wundulako District, Kolaka Regency, (3) To explain the changes that have occurred in the Mosehe Mesosambakai tradition in the Tolaki Mekongga community in Wundulako District, Kolaka Regency (4) To describe the values contained in the Mosehe Mesosambakai tradition in the Tolaki Mekongga community in Wundulako District, Kolaka Regency. This research was carried out from December 2019 to January 2020. The research procedure used in this study refers to the historical method according to Helius Sjamsuddin with the following steps: (a) Heuristics (source collection) which is carried out through library research techniques (library research), observation (observation), interview (interview), and document study. (b) Source Criticism, which is done through external criticism (outside criticism) and internal criticism (internal criticism). (c) Historiography, which is done through interpretation (interpretation), explanation (explanation), and presentation (exposure). In the literature review the author uses the concept of tradition, the concept of culture, the concept of value and cultural elements, the concept of society and the concept of Mosehe Mesosambakai. The results showed that: (1) The background for the implementation of the Mosehe tradition is based on the mombetudaria (oath) so that the oath must be offered through the mosehe tradition. The background for the implementation of the Mesosambakai tradition occurs in the king's son who was born without bones, after the Mesosambakai tradition was carried out, the king's son grew into a normal child. (2) The process of implementing the Mosehe Mesosambakai tradition consists of: a) the preparation stage b) the implementation stage and c) the closing stage. (3) Changes that occur in the mosehe tradition in the past, the implementation of the Mosehe tradition is carried out if someone has issued an oath, changes that occur today, this tradition is carried out not only for people who have an oath, but they are carried out to purify themselves if that person is unaware that words hurt other people's feelings. Meanwhile, the changes that occurred in the mesosambakai tradition were that in ancient times, children of noble descent (anakia) were placed on a pillow while ordinary people did not use a pillow. (4) The values contained in the implementation of the Mosehe Mesosambakai tradition are: a) Ethical values b) Educational values c) Religious values.  Keywords: Tradition, Mosehe Mesosambakai, Tolaki Mekongga</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-12-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/p_sejarah_uho/article/view/15459</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36709/jpps.v5i2.15459</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO; Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO; 90-103</dc:source>
	<dc:source>2502-6674</dc:source>
	<dc:source>2502-6666</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/p_sejarah_uho/article/view/15459/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>