Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

ALIONDA DAN ASPEK PENDIDIKAN TERHADAP ANAK PEREMPUAN PADA MASYARAKAT DI DESA WAODE BURI

Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO · Vol. 6 No. 1 (2021) · pp. 34–40

DOI
10.36709/jpps.v6i1.19072
ISSN
2502-6674, 2502-6666
Published
2021-07-26
Publisher
Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah: 1) Untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk permainan Alionda pada masyarakat Desa Waode Buri Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara. 2) Untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan yang ada dalam Alionda pada anak perempuan di Desa Waode Buri Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara?. Metode penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Metode penelitian kualitatif dengan tahapan-tahapan sebagai berikut: 1) Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi, 2) Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data dan kesimpulan 3) Validitas data terdiri dari meningkatkan ketekunan dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Bentuk-bentuk permainan Alionda, khususnya sesi pekoka (bermain kerang-kerangan) terdiri dari 18 rangkaian, yaitu a) Bhangkoka (koka diletakan di atas punggung kaki); b) Bhawande (membawa koka dengan satu kaki); c) Bhampu (melempar koka dengan mta tertutup); d) Bhahiu Laro (melempar koka dengan tangan menyilang kaki kiri); e) Bhahiu Bungku (melempar koka dengan tagan menyilang kaki kanan; f) Bhantete (koka diletakan ditentangan siku); g) Bhaeko (koka diletakan dalam siku yang ditekuk kedalam); h) Bhangkubu (meletakan koka diatas lengan yang ditekuk); i) Bhadhagu (koka dijepit antara leher dan dagu); j) Bhalemba (koka diletakan diatas bahu); k) Bhabelenga (koka diletakan diatas pipi); l) Bhaenge (koka diletakan diatas hidung); m) Bhamata (koka diletakan diatas mata); n) Bhankansili (koka diletakan diatas pelipis); o) Bhansu’u (koka diletakan di ubun-ubun); p) Bhancundu (koka diletakan di belakang kepala; q) Bhantapa (melempar koka dengan mata tertutup); r) Bhancumburi (berjalan bersama dengan membawa koka); 2) Dalam aspek pendidikan terhadap anak perempuan dalam sesi pekoka (bermain kerang-kerang) ini banyak sekali nilai pendidikan yang dipertahankan dan diwariskan secara turun temurun dan mempunyai pengaruh nyata dalam kehidupan dan perkembangan masyarakat, terlihat dalam setiap rangkaian pekoka bahwa dalam pendidikan perempuan harus bisa menjaga pandangannya terhadap hal-hal yang kurang baik, dan perempuan juga harus mempunyai tujuan hidup, selain itu perempuan harus bisa berpikir, harus bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk dan perempuan juga harus bisa bekerja dalam hal apapun itu Kata Kunci: Alionda, Pendidikan, Anak Perempuan

Collaboration network of the authors

34 authors · 58 co-authorship links · 2 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Abdul Halim MomoAffiliation unknown3
Salim SalimUniversitas Halu Oleo1
Darnawati DarnawatiUniversitas Halu Oleo1
Jamiludin JamiludinUniversitas Halu Oleo1
La BatiaUniversitas Halu Oleo1
La AnadiUniversitas Halu Oleo1
La Ode Muhammad Yasir HayaAffiliation unknown1
La Ode JuhardinAffiliation unknown1
Nerlin NerlinAffiliation unknown1
Siti HanadiraAffiliation unknown1
Samiruddin T Samiruddin TAffiliation unknown1
Anggraeni AnggraeniAffiliation unknown1
Andriani AndrianiUniversitas Halu Oleo1
Andi Syahrir PAffiliation unknown1
Salimin AAffiliation unknown1
Santi SantiAffiliation unknown1
Riska RiskaUniversitas Sembilanbelas November Kolaka1
Arsidik AsuruAffiliation unknown1
Ridwan RidwanUniversitas Islam Negeri Ar-Raniry1
Desy H SadirAffiliation unknown1
Hamuni HamuniAffiliation unknown1
Adi IndrawanAffiliation unknown1
Jamaluddin JamaluddinAffiliation unknown1
Fercee PrimulaAffiliation unknown1
Ali HadaraAffiliation unknown1
Ali Muh. NaimAffiliation unknown1
Wulandari WulandariAffiliation unknown1
Femi FemiAffiliation unknown1
Muliha HalimUniversitas Halu Oleo1
Irma yantiAffiliation unknown1
Nurdiana NurdianaAffiliation unknown1
Abdul HalimAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/p_sejarah_uho/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ALIONDA DAN ASPEK PENDIDIKAN TERHADAP ANAK PEREMPUAN PADA MASYARAKAT DI DESA WAODE BURI</dc:title>
	<dc:creator>Dahniar, Dahniar</dc:creator>
	<dc:creator>irawaty, irawaty</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan dalam penelitian ini adalah: 1) Untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk permainan Alionda pada masyarakat Desa Waode Buri Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara. 2) Untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan yang ada dalam Alionda pada anak perempuan di Desa Waode Buri Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara?. Metode penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Metode penelitian kualitatif dengan tahapan-tahapan sebagai berikut: 1) Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi, 2) Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data dan kesimpulan 3) Validitas data terdiri dari meningkatkan ketekunan dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Bentuk-bentuk permainan Alionda, khususnya sesi pekoka (bermain kerang-kerangan) terdiri dari 18 rangkaian, yaitu a) Bhangkoka (koka diletakan di atas punggung kaki); b) Bhawande (membawa koka dengan satu kaki); c) Bhampu  (melempar koka dengan mta tertutup); d) Bhahiu Laro (melempar koka dengan tangan menyilang kaki kiri); e) Bhahiu Bungku (melempar koka dengan tagan menyilang kaki kanan; f) Bhantete (koka diletakan ditentangan siku); g) Bhaeko (koka diletakan dalam siku yang ditekuk kedalam); h) Bhangkubu (meletakan koka diatas lengan yang ditekuk); i) Bhadhagu (koka dijepit antara leher dan dagu); j) Bhalemba (koka diletakan diatas bahu); k) Bhabelenga (koka diletakan diatas pipi); l) Bhaenge (koka diletakan diatas hidung); m) Bhamata (koka diletakan diatas mata); n) Bhankansili (koka diletakan diatas pelipis); o) Bhansu’u (koka diletakan di ubun-ubun); p) Bhancundu (koka diletakan di belakang kepala; q) Bhantapa (melempar koka dengan mata tertutup); r) Bhancumburi (berjalan bersama dengan membawa koka); 2) Dalam aspek pendidikan terhadap anak perempuan dalam sesi pekoka (bermain kerang-kerang) ini banyak sekali nilai pendidikan yang dipertahankan dan diwariskan secara turun temurun dan mempunyai pengaruh nyata dalam kehidupan dan perkembangan masyarakat, terlihat dalam setiap rangkaian pekoka bahwa dalam pendidikan perempuan harus bisa menjaga pandangannya terhadap hal-hal yang kurang baik, dan perempuan juga harus mempunyai tujuan hidup, selain itu perempuan harus bisa berpikir, harus bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk dan perempuan juga harus bisa bekerja dalam hal apapun itu Kata Kunci: Alionda, Pendidikan, Anak Perempuan</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-07-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/p_sejarah_uho/article/view/19072</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36709/jpps.v6i1.19072</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO; Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO; 34-40</dc:source>
	<dc:source>2502-6674</dc:source>
	<dc:source>2502-6666</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/p_sejarah_uho/article/view/19072/12193</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>