Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

SEJARAH PEMBUATAN KAPAL KAYU DI DESA SANTIRI KECAMATAN TIWORO UTARA KABUPATEN MUNA BARAT (1905 – 2017)

Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO · Vol. 4 No. 4 (2020) · pp. 37–47

DOI
10.36709/jpps.v4i4.12877
ISSN
2502-6674, 2502-6666
Published
2020-07-28
Publisher
Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Abstrak: Latar belakang pembuatan kapal di Desa Santiri adalah karena letak geografis Desa Santiri yang merupakan pulau kecil yang indah dan untuk menunjang aktivitas pemenuhan kebutuhan hidup, maka mereka membuat sarana/ transportasi untuk menjangkau dari satu pulau ke pulau lainnya, yaitu dengan membuat kapal kayu yang digunakan untuk pelayaran dan perdagangan. Dan keahlian pembuatan kapal diperoleh secara turun temurun. Proses pembuatan kapal di Desa Santiri yaitu memiliki tahapan dari awal hingga akhir. Adapun tahapan dalam pembuatan kapal yaitu tahap perencanaan, tahap pemasangan papan dan rangka, tahap pendempulan, dan tahap penyelesaian. Dalam pembuatan kapal memiliki ukuran-ukuran tertentu, sedangkan jenis kayu yang digunakan tidak sembarangan karena dalam pembuatan kapal kayu diperlukan kayu yang tahan terhadap kedap air, dan tahan terhadap tembelu atau rutos, seperti kayu Biti, Beropa, Tampate, Amaracoppo dan lain-lain. Faktor pendukung dan penghambat dalam pembuatan Kapal kayu di Desa Santiri yaitu faktor pendukung dalam pembuatan kapal kayu adalah adanya tekat dan keinginan yang kuat untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, adanya orang-orang yang ahli dalam pembuatan kapal kayu, perkembangan teknologi yang bersifat modern, letak geografis Desa Santiri, adanya pengetahuan tentang dunia pelayaran dan perdagangan dan bertambahnya orang yang ahli dalam pembuatan kapal kayu. Sedangkan faktor penghambat adalah keterbatasan modal, terbatasnya jumlah kayu, adannya kerusakan pada alat yang digunakan, kondisi alam, dan lain-lain. Sedangkan. Nilai-nilai yang tekandung dalam pembuatan kapal di Desa Santiri adalah nilai ekonomi, nilai gotong royong, nilai budaya, nilai pendidikan dan nilai kemaritiman. Kata kunci: Sejarah, pembuatan kapal kayu, teknologi, perubahanAbstract: The background of shipbuilding in Santiri Village is due to the geographical location of Santiri Village which is a beautiful small island and to support the activities of fulfilling the needs of life, so they make facilities / transportation to reach from one island to another, namely by making wooden ships that used for shipping and trade. And ship building expertise is hereditary. The shipbuilding process in Santiri Village has stages from beginning to end. The stages in shipbuilding are the planning stage, the board and frame installation stage, the landing stage, and the completion stage. In shipbuilding has certain sizes, while the type of wood used is not arbitrary because in shipbuilding wood is needed wood that is resistant to watertight, and resistant to copper or rutos, such as Biti, Beropa, Tampate, Amaracoppo and others. Supporting and inhibiting factors in wooden shipbuilding in Santiri Village are supporting factors in wooden shipbuilding are determination and a strong desire to improve the community's economy, the presence of people who are experts in making wooden ships, technological developments that are modern, geographical location of the Village Santiri, there is knowledge about the world of shipping and commerce and the increasing number of people skilled in shipbuilding. While the inhibiting factors are limited capital, the limited amount of wood, the damage to the tools used, natural conditions, and others. While. Values contained in shipbuilding in Santiri Village are economic values, mutual cooperation values, cultural values, educational values and maritime values.Keywords: History, wooden shipbuilding, technology, change

Collaboration network of the authors

13 authors · 19 co-authorship links · 1 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Jenderal Soedirman University
  • Universitas Muslim Indonesia
  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Amran AmranJenderal Soedirman University2
Wa Fiana Wa FianaAffiliation unknown1
Karsadi KarsadiAffiliation unknown1
Samsidar SamsidarUniversitas Muslim Indonesia1
Mursidin MursidinAffiliation unknown1
Anwar AnwarAffiliation unknown1
Amsan AmsanAffiliation unknown1
Jamiludin JamiludinUniversitas Halu Oleo1
Jamiludin amiludinAffiliation unknown1
La Ode Yusman ArisAffiliation unknown1
Karfila KarfilaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/p_sejarah_uho/oai, first harvested 31 Okt 2026, last seen 31 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">SEJARAH PEMBUATAN KAPAL KAYU DI DESA SANTIRI KECAMATAN TIWORO UTARA KABUPATEN MUNA BARAT (1905 – 2017)</dc:title>
	<dc:creator>Iskandar, Iskandar</dc:creator>
	<dc:creator>Nur, Rifai</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak: Latar belakang pembuatan kapal di Desa Santiri adalah karena letak geografis Desa Santiri yang merupakan pulau kecil yang indah dan untuk menunjang aktivitas pemenuhan kebutuhan hidup, maka mereka membuat sarana/ transportasi untuk menjangkau dari satu pulau ke pulau lainnya, yaitu dengan membuat kapal kayu yang digunakan untuk pelayaran dan perdagangan. Dan keahlian  pembuatan kapal diperoleh secara turun temurun.  Proses pembuatan kapal di Desa Santiri yaitu memiliki tahapan dari awal hingga akhir. Adapun tahapan dalam pembuatan kapal yaitu tahap perencanaan, tahap pemasangan papan dan rangka, tahap pendempulan, dan tahap penyelesaian. Dalam pembuatan kapal memiliki ukuran-ukuran tertentu, sedangkan jenis kayu yang digunakan tidak sembarangan karena dalam pembuatan kapal kayu diperlukan kayu yang tahan terhadap kedap air, dan tahan terhadap tembelu atau rutos, seperti kayu  Biti, Beropa, Tampate, Amaracoppo dan lain-lain. Faktor pendukung dan penghambat dalam pembuatan Kapal kayu di Desa Santiri yaitu faktor pendukung dalam pembuatan kapal kayu adalah adanya tekat dan keinginan yang kuat untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, adanya orang-orang yang ahli dalam pembuatan kapal kayu, perkembangan teknologi yang bersifat modern, letak geografis Desa Santiri, adanya pengetahuan tentang dunia pelayaran dan perdagangan dan bertambahnya orang yang ahli dalam pembuatan kapal kayu. Sedangkan faktor penghambat adalah keterbatasan modal, terbatasnya jumlah kayu, adannya kerusakan pada alat yang digunakan, kondisi alam, dan lain-lain. Sedangkan.  Nilai-nilai yang tekandung dalam pembuatan kapal di Desa Santiri adalah nilai ekonomi, nilai gotong royong, nilai budaya, nilai pendidikan dan nilai kemaritiman. Kata kunci: Sejarah, pembuatan kapal kayu, teknologi, perubahanAbstract: The background of shipbuilding in Santiri Village is due to the geographical location of Santiri Village which is a beautiful small island and to support the activities of fulfilling the needs of life, so they make facilities / transportation to reach from one island to another, namely by making wooden ships that used for shipping and trade. And ship building expertise is hereditary. The shipbuilding process in Santiri Village has stages from beginning to end. The stages in shipbuilding are the planning stage, the board and frame installation stage, the landing stage, and the completion stage. In shipbuilding has certain sizes, while the type of wood used is not arbitrary because in shipbuilding wood is needed wood that is resistant to watertight, and resistant to copper or rutos, such as Biti, Beropa, Tampate, Amaracoppo and others. Supporting and inhibiting factors in wooden shipbuilding in Santiri Village are supporting factors in wooden shipbuilding are determination and a strong desire to improve the community's economy, the presence of people who are experts in making wooden ships, technological developments that are modern, geographical location of the Village Santiri, there is knowledge about the world of shipping and commerce and the increasing number of people skilled in shipbuilding. While the inhibiting factors are limited capital, the limited amount of wood, the damage to the tools used, natural conditions, and others. While. Values contained in shipbuilding in Santiri Village are economic values, mutual cooperation values, cultural values, educational values and maritime values.Keywords: History, wooden shipbuilding, technology, change</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-07-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/p_sejarah_uho/article/view/12877</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36709/jpps.v4i4.12877</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO; Vol 4, No 4 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO; 37-47</dc:source>
	<dc:source>2502-6674</dc:source>
	<dc:source>2502-6666</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/p_sejarah_uho/article/view/12877/8992</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO</dc:rights>
</oai_dc:dc>